Gambaran Mitos Dan Pantangan Terkait Menstruasi Pada Masyarakat Desa

Myths and Taboos Surrounding Menstruation in Rural Communities

Authors

  • Nur Aida Kubangun Universitas Pattimura Ambon
  • Cakrawati R Cakrawati R Poltekkes Ummi Khasanah
  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1878

Keywords:

Menstruasi, Mitos, Pantangan, Perempuan, Masyarakat Desa

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dialami perempuan, tetapi pemahaman masyarakat mengenai menstruasi masih dapat dipengaruhi oleh nilai budaya, kepercayaan keluarga, dan mitos yang diwariskan secara turun-temurun. Mitos dan pantangan yang tidak didasarkan pada informasi kesehatan dapat memengaruhi perilaku kebersihan menstruasi, pola makan, aktivitas sehari-hari, serta akses perempuan terhadap informasi dan pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menggambarkan jenis mitos dan pantangan terkait menstruasi yang dipercaya dan dilakukan oleh masyarakat desa. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 100 orang perempuan usia 15–49 tahun yang tinggal di wilayah pedesaan. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan menstruasi, kepercayaan terhadap mitos, jenis pantangan, sumber informasi, dan praktik yang dilakukan selama menstruasi. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63% responden masih mempercayai setidaknya satu mitos terkait menstruasi. Mitos yang paling banyak dipercaya adalah larangan mencuci rambut saat menstruasi (47%), larangan mengonsumsi makanan tertentu seperti nanas atau makanan “dingin” (44%), dan anggapan bahwa perempuan menstruasi tidak boleh melakukan aktivitas tertentu (39%). Sebanyak 58% responden mengaku pernah menjalankan sedikitnya satu pantangan menstruasi. Sumber informasi mengenai mitos paling banyak berasal dari keluarga (52%), diikuti teman atau tetangga (24%) dan media sosial (15%). Kesimpulan: Mitos dan pantangan terkait menstruasi masih ditemukan pada masyarakat desa. Keluarga menjadi salah satu sumber utama pewarisan kepercayaan tersebut. Edukasi kesehatan reproduksi yang sensitif terhadap budaya diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menstruasi berdasarkan informasi kesehatan yang benar

References

Bahamondes L, Makuch MY. Menstrual hygiene and management among women and girls: a global health issue. Int J Gynaecol Obstet. 2020;149(2):145-7.

Bobel C. The managed body: developing girls and menstrual health in the global South. Cham: Palgrave Macmillan; 2019.

Cakrawati R, C. R., & Ilham, R. (2026). Siaga Diabetes: Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini Dan Pengendalian Risiko Diabetes Melitus: Diabetes Alert: A Community Empowerment Program Through Early Detection and Risk Control of Diabetes Mellitus. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1785

Hennegan J, Winkler IT, Bobel C, Keiser D, Hampton J, Larsson G, et al. Menstrual health: a definition for policy, practice, and research. Sex Reprod Health Matters. 2021;29(1):1911618.

Hennegan J, Shannon AK, Rubli J, Schwab KJ, Melendez-Torres GJ. Women’s and girls’ experiences of menstruation in low- and middle-income countries: a systematic review and qualitative metasynthesis. PLoS Med. 2019;16(5).

House S, Mahon T, Cavill S. Menstrual hygiene matters: a resource for improving menstrual hygiene around the world. London: WaterAid; 2012.

John M, Kibusi SM. Menstrual hygiene practices and associated factors among adolescent girls in developing countries. J Adolesc Health. 2021;68(3).

Kubangun, N. A., Riswan, R., Pannyiwi, R., Asikin, M., & Muammar, Y. (2026). Evaluasi Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dalam Mendukung Generasi Emas Indonesia 2045. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1535–1542. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i3.1334

Kuhlmann AS, Henry K, Wall LL. Menstrual hygiene management in resource-poor countries. Obstet Gynecol Surv. 2017;72(6):356-76.

Mahon T, Fernandes M. Menstrual hygiene in South Asia: a neglected issue for WASH programmes. Gend Dev. 2010;18(1):99-113.

Muhtadin , A., Pannyiwi, R., & Rahmat, R. A. (2026). Adolescents ’ Level of Knowledge Regarding the Impact of Drug Abuse on Physical and Psychosocial Health . International Journal of Health Sciences, 4(3), 973–981. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1692

Mason L, Nyothach E, Alexander K, Odhiambo FO, Eleveld A, Vulule J, et al. ‘We keep it secret so no one should know’—a qualitative study to explore young schoolgirls attitudes and experiences with menstruation in rural western Kenya. PLoS One. 2013;8(11).

McMahon SA, Winch PJ, Caruso BA, Obure AF, Ogutu EA, Ochari IA, et al. 'The girl with her period is the one to hang her head': reflections on menstrual management among schoolgirls in rural Kenya. BMC Int Health Hum Rights. 2011;11:7.

Nasution, N., Kubangun, N. A., M, W., & Juniarti, R. A. (2026). Gerakan Keluarga Pesisir Sehat: Edukasi dan Pendampingan Gizi dalam Upaya Pencegahan Stunting. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 906–913. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i3.1163

Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., Cakrawati R, C. R., Dasaryandi , K. R., & Nasution, N. (2026). Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 985–991. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1586

Sommer M, Hirsch JS, Nathanson C, Parker RG. Comfortably, safely, and without shame: defining menstrual hygiene management as a public health issue. Am J Public Health. 2015;105(7):1302-11.

Sumpter C, Torondel B. A systematic review of the health and social effects of menstrual hygiene management. PLoS One. 2013;8(4).

UNICEF. Guidance on menstrual health and hygiene. New York: United Nations Children’s Fund; 2019.

United Nations Population Fund. Menstrual health management and human rights: addressing the health, dignity and well-being of women and girls. New York: UNFPA; 2022.

WaterAid. Menstrual hygiene matters: a resource for improving menstrual hygiene around the world. London: WaterAid; 2012.

World Health Organization. Menstrual health and hygiene. Geneva: World Health Organization; 2022.

World Health Organization, UNICEF. Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022: special focus on gender. New York: UNICEF and WHO; 2023.

Downloads

Published

2026-10-29

How to Cite

Kubangun, N. A., Cakrawati R, C. R., & Rahmat, R. A. (2026). Gambaran Mitos Dan Pantangan Terkait Menstruasi Pada Masyarakat Desa: Myths and Taboos Surrounding Menstruation in Rural Communities. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1963–1969. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1878

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>