Analisis Pelaksanaan Promosi Kesehatan Pada Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular Di Puskesmas

Analysis of Health Promotion Implementation in the Non-Communicable Disease Prevention Program at Community Health Centers (Puskesmas)

Authors

  • Riski Muhammad Akbar Kaharuddin Muhammadiyah University of Makassar, Indonesia
  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Bosowa
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1792

Keywords:

Promosi Kesehatan, Penyakit Tidak Menular, Puskesmas, Pencegahan PTM, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan upaya pencegahan secara berkelanjutan melalui promosi kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan primer. Pelaksanaan promosi kesehatan dalam program pencegahan PTM tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, komunikasi perubahan perilaku, deteksi dini, dan keterlibatan lintas sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan promosi kesehatan pada program pencegahan PTM di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian menggunakan desain deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 87 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi kegiatan, dan wawancara terstruktur dengan petugas pelaksana program. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2026. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan berada pada kategori baik sebanyak 52 responden (59,8%), cukup sebanyak 25 responden (28,7%), dan kurang sebanyak 10 responden (11,5%). Komponen komunikasi dan penyampaian informasi memperoleh capaian 72,4%, pemberdayaan masyarakat 66,8%, dukungan lingkungan 61,5%, dan pemanfaatan media promosi 69,7%. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu petugas, partisipasi masyarakat yang belum konsisten, keterbatasan media edukasi, serta belum optimalnya pemantauan tindak lanjut perubahan perilaku. Pelaksanaan promosi kesehatan perlu diperkuat melalui edukasi yang berkesinambungan, pemberdayaan masyarakat, penggunaan media yang sesuai karakteristik sasaran, dan pemantauan indikator perilaku secara berkala.

Author Biography

Riski Muhammad Akbar Kaharuddin, Muhammadiyah University of Makassar, Indonesia

Nursing Study Program

References

American Heart Association. Life's Essential 8: updating and enhancing the American Heart Association's construct of cardiovascular health. Circulation. 2022;146(5):e18-e43.

Babor TF, Higgins-Biddle JC, Saunders JB, Monteiro MG. AUDIT: the alcohol use disorders identification test: guidelines for use in primary care. Geneva: World Health Organization; 2001.

Beaglehole R, Bonita R, Horton R, Adams C, Alleyne G, Asaria P, et al. Priority actions for the non-communicable disease crisis. Lancet. 2011;377(9775):1438-1447.

Ezzati M, Riboli E. Behavioral and dietary risk factors for noncommunicable diseases. N Engl J Med. 2013;369(10):954-964.

Ibrahim, SA, Rahmat, RA, & Pannyiwi, R. (2026). The Relationship Between Rehabilitation Exercise Compliance And Mobility Post -Orthopedic Recovery Surgery Patients . International Journal of Health Sciences , 4(3), 772–782. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1471

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman manajemen penyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku pedoman manajemen penyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Lee IM, Shiroma EJ, Lobelo F, Puska P, Blair SN, Katzmarzyk PT. Effect of physical inactivity on major non-communicable diseases worldwide. Lancet. 2012;380(9838):219-229.

Lim SS, Vos T, Flaxman AD, Danaei G, Shibuya K, Adair-Rohani H, et al. A comparative risk assessment of burden of disease and injury attributable to 67 risk factors. Lancet. 2012;380(9859):2224-2260.

Nugent R, Bertram MY, Jan S, Niessen LW, Sassi F, Jamison DT, et al. Investing in non-communicable disease prevention and management to advance the Sustainable Development Goals. Lancet. 2018;391(10134):2029-2035.

Pannyiwi, R., & Kaharuddin , R. M. A. (2026). Effectiveness Of Health Promotion In Improving Clean And Healthy Living Behavior (PHBS) In The Community. International Journal of Health Sciences, 4(2), 492–498. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/IJHS/article/view/1267

Pannyiwi, R., Azis, MNSA, & Rahmat, RA (2025). Analysis of Nurses ' Obstacles in Implementing Therapeutic Communication in Healthcare Environments . Barongko : Journal of Health Sciences , 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). The Roles of School Health Education in Increasing Adolescent Awareness of the Dangers of Drugs . JIMAD: Multidisciplinary Scientific Journal , 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324

Pannyiwi, R., Rahmat , R. A., & Balfas, R. F. (2026). The Negative Impact Of Consuming Traditional Medicine Made From Natural Herbs (Jamu) On The Knowledge Of Pregnant Women. International Journal of Health Sciences, 4(3), 808–815. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1517

Riswan, R., Pannyiwi, R., Aulia, SP, & Sapnita , S. (2026). Developing Creative Products Based on Local Potential to Increase Community Income . Social Friends : Journal of Community Service, 4(3), 1241–1251. https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1261

Warda M, W. M., Agustang, A., & Kaharuddin, R. M. A. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Sakit Kepala Melalui Edukasi Manajemen Stres Dan Gaya Hidup Sehat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1677–1685. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1449

World Health Organization. Global action plan for the prevention and control of noncommunicable diseases 2013-2020. Geneva: WHO; 2013.

World Health Organization. HEARTS: technical package for cardiovascular disease management in primary health care. Geneva: WHO; 2016.

World Health Organization. Tackling NCDs: 'best buys' and other recommended interventions for the prevention and control of noncommunicable diseases. Geneva: WHO; 2017.

World Health Organization. Noncommunicable diseases: key facts. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Global status report on physical activity 2022. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization. Global report on hypertension: the race against a silent killer. Geneva: WHO; 2023.

Downloads

Published

2026-10-06

How to Cite

Kaharuddin, R. M. A., Rahmat, R. A., & Pannyiwi, R. (2026). Analisis Pelaksanaan Promosi Kesehatan Pada Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular Di Puskesmas: Analysis of Health Promotion Implementation in the Non-Communicable Disease Prevention Program at Community Health Centers (Puskesmas). Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1759–1765. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1792

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>