Determinan Perilaku Seks Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi

Determinants of Healthy and Responsible Sexual Behavior Among Adolescents from a Reproductive Health Perspective

Authors

  • Zumrotul Ula Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya
  • Cakrawati R Cakrawati R Poltekkes Ummi Khasanah

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1749

Keywords:

Remaja, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual Sehat, Self-Efficacy, Komunikasi Orang Tua

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku kesehatan, termasuk perilaku yang berkaitan dengan kesehatan seksual dan reproduksi. Kurangnya pengetahuan, komunikasi dengan orang tua yang terbatas, pengaruh teman sebaya, serta rendahnya kemampuan mengambil keputusan dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap perilaku seksual yang tidak sehat. WHO menekankan pentingnya informasi yang sesuai usia, pengembangan keterampilan hidup, lingkungan yang aman, serta akses terhadap layanan kesehatan yang sesuai kebutuhan remaja. Tujuan: Menganalisis determinan perilaku seks sehat dan bertanggung jawab pada remaja dalam perspektif kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Analisis menggunakan 240 responden remaja. Variabel independen meliputi pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, komunikasi orang tua, pengaruh teman sebaya, akses informasi kesehatan reproduksi, dan self-efficacy. Variabel dependen adalah perilaku seks sehat dan bertanggung jawab. Analisis dilakukan menggunakan chi-square dan regresi logistik biner. Hasil: Dari 240 responden, sebanyak 154 (64,2%) menunjukkan perilaku seks sehat dan bertanggung jawab, sedangkan 86 (35,8%) menunjukkan perilaku kurang sehat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi (AOR=2,41; 95% CI: 1,39–4,17), komunikasi orang tua (AOR=2,87; 95% CI: 1,67–4,93), self-efficacy (AOR=3,16; 95% CI: 1,82–5,48), dan pengaruh teman sebaya (AOR=1,91; 95% CI: 1,10–3,32) berhubungan dengan perilaku seks sehat dan bertanggung jawab. Kesimpulan: Self-efficacy dan komunikasi orang tua merupakan faktor yang menunjukkan hubungan paling kuat dengan perilaku seks sehat dan bertanggung jawab dalam model penelitian. Intervensi kesehatan reproduksi remaja perlu menggabungkan peningkatan pengetahuan dengan penguatan keterampilan pengambilan keputusan, komunikasi keluarga, dan dukungan lingkungan

References

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Jakarta: BKKBN; 2023.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Modul kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: BKKBN; 2022.

Badan Pusat Statistik. Statistik Pemuda Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2023.

Centers for Disease Control and Prevention. Adolescent and school health: sexual health education. Atlanta: CDC; 2024.

Ernawati, E., Ula, Z., Muthoharoh, B. L., Saad, R., Devin, D., Wati, I., & Rahmat, R. A. (2025). Post-Delivery Recovery Until All Women’s Reproductive Organs Recover After Delivery (Postpartum Period 6 - 8 Weeks) Regarding Knowledge Of Umbilical Cord Care In Postpartum Mothers. International Journal of Health Sciences, 3(2), 217–224. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i2.645

Goldfarb ES, Lieberman LD, Conklin K. Three decades of evidence: promising approaches to effective comprehensive sex education. J Adolesc Health. 2026;78(1):19-34. doi:10.1016/j.jadohealth.2025.06.034.

Kirby D. The impact of sex and HIV education programs in schools and communities on sexual behaviors among youth. New York: Family Health International; 2011.

Kim EJ, Park B, Kim SK, Park MJ, Lee JY, Jo AR, et al. A meta-analysis of the effects of comprehensive sexuality education programs on children and adolescents. Int J Environ Res Public Health. 2022;19(23):15965. doi:10.3390/ijerph192315965.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi terpadu di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Lohan M, López A. Comprehensive sexuality education: an overview of the international systematic review evidence. Paris: UNESCO; 2023.

Plesons M, De Meyer S, Amo-Adjei J, et al. Protocol for a multi-country implementation research study to assess the feasibility, acceptability, and effectiveness of context-specific actions to train and support facilitators to deliver sexuality education to young people in out-of-school settings. Sex Reprod Health Matters. 2023;31(2):2204043. doi:10.1080/26410397.2023.2204043.

Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik NDi Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Rodríguez-García A, Botello-Hermosa A, Borrallo-Riego Á, Guerra-Martín MD. Effectiveness of comprehensive sexuality education to reduce risk sexual behaviours among adolescents: a systematic review. Sexes. 2025;6(1):6.

Sulistyo Andoromoyo ; Zuliana Amalia ; Darmi Arda ; Andi Nursiah ; Dr. Rahmat Pannyiwi ; Rezqiqah Aulia Rahmat. NUTRISI dan STATUS GIZI BALITA: Perspektif Kesehatan Masyarakat. No. ISBN: 978-634-96389-7-5. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2025/11/09/nutrisi-dan-status-gizi-balita-perspektif-kesehatan-masyarakat/

Ula, Z., & Atika, Z. (2025). Dampak Program “Bidan Sahabat” Terhadap Peningkatan Penggunaan Layanan Kesehatan Reproduksi Di Komunitas Marginal. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 334–342. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.954

Ula, Z., Harfika, M., Sapnita, S., Basir, A. A., & Pannyiwi, R. (2025). Sosialisasi Kesehatan Dampak Positif Pencegahan Penyakit Hiv/Aids Pada Masyarakat Khususnya Terhadap Remaja. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 368–375. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i2.623

UNESCO, UNAIDS, UNFPA, UNICEF, UN Women, WHO. International technical guidance on sexuality education: an evidence-informed approach. Revised ed. Paris: UNESCO; 2018.

United Nations Population Fund. International technical and programmatic guidance on out-of-school comprehensive sexuality education: an evidence-informed approach for non-formal, out-of-school programming. New York: UNFPA; 2020.

World Health Organization. Adolescent health. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Comprehensive sexuality education. Geneva: WHO; 2026.

World Health Organization. Comprehensive sexuality education: questions and answers. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. WHO guideline on school health services. Geneva: WHO; 2021.

World Health Organization. Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): guidance to support country implementation. Geneva: WHO; 2017.

World Health Organization. International technical guidance on sexuality education: an evidence-informed approach. Geneva: WHO; 2018.

World Health Organization. Recommendations on adolescent sexual and reproductive health and rights. Geneva: WHO; 2018.

Downloads

Published

2026-09-26

How to Cite

Ula, Z., & Cakrawati R, C. R. (2026). Determinan Perilaku Seks Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi: Determinants of Healthy and Responsible Sexual Behavior Among Adolescents from a Reproductive Health Perspective. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1569–1576. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1749

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>