Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Capaian Penemuan Kasus (Case Detection Rate) Tuberculosis Di Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1559Keywords:
Case Detection Rate, Tuberkulosis, Puskesmas Terpencil, Regresi Logistik, Papua PegununganAbstract
Tuberkulosis tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Capaian Case Detection Rate (CDR) TB di Kabupaten Pegunungan Bintang menunjukkan tren fluktuatif dan konsisten di bawah target nasional 70 persen, yakni 36,6 persen (2021), 24,4 persen (2022), 49,2 persen (2023), 34,3 persen (2024), dan 33,7 persen (2025), akibat kondisi geografis ekstrem dan keterbatasan sumber daya kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi penemuan kasus, ketersediaan SDM kesehatan, sistem pencatatan dan pelaporan, ketersediaan alat diagnostik, dan akses diagnosis ke rumah sakit terhadap capaian CDR TB, serta mengidentifikasi faktor paling dominan. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei eksplanatori dan desain cross-sectional ini melibatkan seluruh 35 puskesmas sebagai sampel melalui total sampling, dengan 70 responden terdiri atas kepala puskesmas dan pemegang program TB; data dikumpulkan secara hybrid (daring-luring) dan dianalisis univariat, bivariat (Chi-Square/Fisher's Exact Test), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil bivariat menunjukkan kelima variabel berhubungan signifikan dengan CDR TB (p=0,001; 0,002; 0,004; 0,001; 0,000), namun analisis multivariat mengalami kegagalan konvergensi sehingga faktor dominan belum dapat ditentukan secara valid. Kelima faktor tersebut konsisten berkontribusi terhadap rendahnya penemuan kasus TB di wilayah dengan tantangan geografis ekstrem. Penguatan strategi penemuan aktif, SDM, sistem pencatatan, sarana diagnostik, dan akses rujukan diperlukan secara simultan untuk meningkatkan CDR TB, disertai kajian lanjutan dengan model analisis yang lebih stabil.
References
Agustin, S. R., Sulianto, S. P., Sinaga, E. S., & Pertiwi, K. P. (2026). OPTIMALISASI PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS MELALUI SKRINING , ANALISIS FAKTOR PENGHAMBAT. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 9(2), 115–126.
Bella, N., Wardhani, D. W. S., & Puspawati, A. A. (2024a). Pelatihan Dan Kerja Berhubungan Dengan Capaian Case Detection Rate TBC Paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6, 419–424.
Cahya, R., Sulistiadi, W., Tu, N. F., & Haryo, P. (2021). Dampak Hambatan Geografis dan Strategi Akses Pelayanan Kesehatan : Literature Review. The Indonesian Journal of Health Promotion, 1(1), 1–12.
Dahlan, M., Renaldi, R., Widodo, M. D., Sando, W., Yanthi, D., Hang, U., & Pekanbaru, T. (2022). Analisis Sumber Daya Tenaga Kesehatan Terhadap Penemuan Suspec Dalam Program Penanggulangan TB Paru Di Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan, 1(3). https://doi.org/10.56466/orkes/Vol1.Iss3.68%0Ainfrastructure
Fatharani, N. (2024). Akses Pelayanan Kesehatan Di Daerah Terpencil. Faculty OfPublic Health, University OfIndonesia Abstrak.
Gunawan, M. R., Ernawati, C. T., Novirsa, R., & Siswati, S. (2024). Analisis Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis Di Puskesmas Kota Sawahlunto Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Medika Saintika, 15(ISSN:2540-9611), 331–339.
Hargreaves, J. R., Boccia, D., Evans, C. A., Adato, M., & Petticrew, M. (2011). The Social Determinants of Tuberculosis : From Evidence to Action. 101(4), 654–662. https://doi.org/10.2105/AJPH.2010.199505
Kaku, J. S., Ahmad, R. A., Main, S., Oktofiana, D., Dwihardiani, B., Triasih, R., du Cros, P., & Chan, G. (2024). Tuberculosis Case Finding in Kulon Progo District, Yogyakarta, Indonesia: Passive versus Active Case Finding Using Mobile Chest X-ray. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(4). https://doi.org/10.3390/tropicalmed9040075
Kemenkes RI. (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Kedoteran Tata Laksana Tuberculosis. In Chemical Reviews (Vol. 8, Issue 5, p. 55).
Kemenkes RI. (2019). Petunjuk teknis transportasi spesimen tuberkulosis. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Mahmudah, M. R., & Setiyabudi, R. (2023). Gambaran CDR, Case Notification Rate dan Success Rate Dalam Penanggulangan Tuberkulosis. Pancasakti Journal of Public Health Science and Research, 3(2777–1296), 16–22. http://journal.unpacti.ac.id/index.php/pjphsr%0ATHE
Nababan, B., Triasih, R., Chan, G., Dwihardiani, B., Hidayat, A., Dewi, S. C., Unwanah, L., Mustofa, A., & du Cros, P. (2024). The Yield of Active Tuberculosis Disease and Latent Tuberculosis Infection in Tuberculosis Household Contacts Investigated Using Chest X-ray in Yogyakarta Province, Indonesia. Tropical Medicine and Infectious Disease, 9(2). https://doi.org/10.3390/tropicalmed9020034
Novanty, F., & Ningrum, D. N. A. (2016). Evaluasi Input Sistem Surveilans Penemuan Suspek Tuberkulosis (TB) Di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Unnes Journal of Public Health, 5(2), 120–129.
Permenkes 35. (2015). Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Vol. 32, Issue 3).
Ratnasari, Y., Sjaaf, A. C., & Djunawan, A. (2021). Evaluasi Sistem Pencatatan Dan Pelaporan Kasus Tuberculosis Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr.Soetomo, 7(1), 115–124.
Sembiring, E., Meliala, S., Zebua, A. N., Purba, S. D., Sari, U., Indonesia, M., Author, C., Ners, P. S., Sari, U., & Indonesia, M. (2023). Pengalaman Petugas Kesehatan dalam Pelaksanaan Tes Cepat Molekuler (TCM) di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Keperawtaan, 7(1), 2407–4801.
Ulfa, S. L., & Mardiana. (2021). Implementasi Penemuan Kasus TB Paru dalam Penanggulangan Tuberkulosis di Puskesmas Karangmalang Kota Semarang. Indonesian Journal of Public Health and Nutrition, 1(1), 31–41.
WHO. (2025). Global Tuberculosis Report 2025. In World Health Organization (Issue September). https://doi.org/978 92 4 156450 2
World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. In D. T. A. Ghebreyesus (Ed.), World Health Organization: Vol. t/malaria/ (Issue March).
Xin, Y., & Ren, X. (2023). Determinants of province-based health service utilization according to Andersen’ s Behavioral Model: a population-based spatial panel modeling study. BMC Public Health, 23(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12889-023-15885-4
Yimer, S., Bjune, G., & Alene, G. (2005). Diagnostic and treatment delay among pulmonary tuberculosis patients in Ethiopia : a cross sectional study. 7, 1–7. https://doi.org/10.1186/1471-2334-5-112
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Grace Wieke Hitijahubessy Hitijahubessy, Muh. Ilyas Nur, Siti Nurfaizah, Rahmawati Azis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



