Analisis Indeks Eritrosit Dan Kadar Serum Feritin Sebagai Indikator Risiko Anemia Dalam Mendukung Pengembangan Program Promosi Kesehatan Di Rs Dr.Tadjuddin Chalid Makassar

Authors

  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Tamalatea Makassar
  • Rahmawati Azis Universitas Tamalatea Makassar
  • Muh. Ilyas Nur Universitas Tamalatea Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1511

Keywords:

Anemia, Indeks Eritrosit, Serum Feritin, Resiko Anemia, Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih memiliki prevalensi tinggi dan berdampak terhadap kualitas hidup serta produktivitas. Indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) serta kadar serum feritin merupakan parameter laboratorium yang berperan dalam deteksi dini anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran indeks eritrosit dan kadar serum feritin, hubungannya dengan kejadian anemia, serta pemanfaatannya dalam mendukung pengembangan Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di RS Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional menggunakan data sekunder rekam medis 1.500 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki nilai indeks eritrosit dan kadar serum feritin normal. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa MCV, MCH, MCHC, dan kadar serum feritin berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p<0,001). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa MCV rendah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia (OR=5,31; 95% CI=3,95–7,21), diikuti MCH rendah (OR=3,31), kadar serum feritin rendah (OR=2,32), dan MCHC rendah (OR=1,84). Disimpulkan bahwa indeks eritrosit dan kadar serum feritin merupakan indikator yang berhubungan dengan kejadian anemia dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar deteksi dini serta pengembangan PKRS melalui skrining, edukasi kesehatan, konseling gizi, dan intervensi promotive bagi kelompok berisiko

References

Auerbach, M., & Adamson, J. W. (2022). How we diagnose and treat iron deficiency anemia. Blood, 139(17), 2447–2456.

Bain, B. J. (2021). Blood Cells: A Practical Guide (6th ed.). Wiley-Blackwell.

Balarajan, Y., Ramakrishnan, U., Özaltin, E., Shankar, A. H., & Subramanian, S. V. (2021). Anaemia in low-income and middle-income countries. The Lancet, 378(9809), 2123–2135.

Brownson, R. C., Baker, E. A., Deshpande, A. D., & Gillespie, K. N. (2021). Evidence-Based Public Health (4th ed.). Oxford University Press.

Camaschella, C. (2021). Iron deficiency anemia. New England Journal of Medicine, 372(19), 1832–1843.

Camaschella, C. (2021). New insights into iron deficiency and iron deficiency anemia. Blood Reviews, 47, 100742.

Cappellini, M. D., & Motta, I. (2020). Anemia in clinical practice: Definition and classification. Hematology Reports, 12(1), 1–10.

Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Iron Deficiency Anemia: Recommendations to Prevent and Control Iron Deficiency. CDC.

DeLoughery, T. G. (2021). Microcytic anemia. New England Journal of Medicine, 371(14), 1324–1331.

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2022). Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Ganz, T., & Nemeth, E. (2021). Iron homeostasis in host defence and inflammation. Nature Reviews Immunology, 21(11), 718–732.

Gibson, R. S. (2020). Principles of Nutritional Assessment (3rd ed.). Oxford University Press.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2020). Health Behavior: Theory, Research, and Practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Green, R., & Datta Mitra, A. (2021). Megaloblastic anemias: Nutritional and other causes. Medical Clinics of North America, 101(2), 297–317.

Hoffbrand, A. V., Moss, P. A. H., & Pettit, J. E. (2020). Essential Haematology (8th ed.). Wiley-Blackwell.

Jimenez, K., Kulnigg-Dabsch, S., & Gasche, C. (2022). Management of iron deficiency anemia. Gastroenterology & Hepatology, 18(3), 123–131.

Kassebaum, N. J., et al. (2021). Global burden of anemia and its causes. The Lancet Haematology, 8(9), e627–e638.

Kell, D. B., & Pretorius, E. (2020). Serum ferritin as an important biomarker. International Journal of Molecular Sciences, 21(12), 1–15.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Pelayanan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Kementerian Kesehatan RI.

McLean, E., Cogswell, M., Egli, I., Wojdyla, D., & de Benoist, B. (2021). Worldwide prevalence of anaemia: WHO Vitamin and Mineral Nutrition Information System. Public Health Nutrition, 24(5), 1084–1092.

Means, R. T. (2021). Iron deficiency and iron deficiency anemia: Implications and impact in clinical practice. Hematology/Oncology Clinics of North America, 35(2), 345–359.

Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173.

Pasricha, S. R., Tye-Din, J., Muckenthaler, M. U., & Swinkels, D. W. (2021). Iron deficiency. The Lancet, 397(10270), 233–248.

World Health Organization. (2020). Global anaemia estimates, 2021 edition. World Health Organization.

World Health Organization. (2020). WHO guideline on use of ferritin concentrations to assess iron status in individuals and populations. World Health Organization.

World Health Organization. (2020). Worldwide prevalence of anaemia 1993–2005 (updated data). World Health Organization.

World Health Organization. (2021). Anaemia in women and children: Global health estimates. World Health Organization

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Rahmat, R. A., Azis , R., & Nur , M. I. (2026). Analisis Indeks Eritrosit Dan Kadar Serum Feritin Sebagai Indikator Risiko Anemia Dalam Mendukung Pengembangan Program Promosi Kesehatan Di Rs Dr.Tadjuddin Chalid Makassar. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 667–679. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1511

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 > >>