Analisis Strategi Promosi Kesehatan Dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer Di Puskesmas Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya

Authors

  • Heronika Anthonia Marcus Universitas Tamalatea Makassar
  • Rahmawati Azis Universitas Tamalatea Makassar
  • Jalil Genisa Universitas Tamalatea Makassar

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1455

Keywords:

Promosi Kesehatan, Integrasi Layanan Primer, Advokasi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Kepulauan Terpencil

Abstract

Layanan kesehatan primer merupakan fondasi utama sistem kesehatan yang mampu memenuhi hingga 90 persen kebutuhan kesehatan masyarakat sepanjang siklus hidup, namun implementasinya di daerah kepulauan terpencil seperti Kabupaten Maluku Barat Daya masih menghadapi tantangan struktural pada 2023. Program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diluncurkan Kementerian Kesehatan sejak Agustus 2023 menuntut strategi promosi kesehatan berupa advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat, namun kesiapan pelaksanaannya di Puskesmas Tiakur belum terkaji secara mendalam.

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi promosi kesehatan dalam implementasi ILP di Puskesmas Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya, tahun 2026.

Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sepuluh informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Program ILP, petugas promosi kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan masyarakat penerima layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.

Hasil penelitian menunjukkan advokasi berjalan lancar melalui pertemuan rutin tiga hingga enam bulan sekali dengan pemangku kepentingan lintas sektor, bina suasana memanfaatkan jalur keagamaan dan tiga platform media sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat masih terbatas pada pembelajaran sambil bekerja tanpa pelatihan formal bagi kader. Hambatan utama meliputi rangkap tugas satu-satunya petugas promosi kesehatan, sistem informasi puskesmas yang belum terintegrasi, keterbatasan transportasi antarpulau, serta rendahnya kesadaran sebagian kelompok dewasa untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Strategi promosi kesehatan di Puskesmas Tiakur telah berjalan namun masih bertumpu pada modal sosial dan komitmen personal, belum sepenuhnya terlembaga secara sistematis, sehingga diperlukan penguatan sumber daya manusia, integrasi sistem informasi, dan dukungan sarana transportasi laut untuk keberlanjutan implementasi ILP di wilayah kepulauan terpencil.

 

References

Adinugraha, A. T., & H., S. M. (2015). Analisa pengaruh kualitas makanan dan persepsi harga terhadap ke puasan konsumen D’Cost Surabaya . Universitas Kristen Petra. Surabaya, 2015.

Afriza, R., & Putri., H. S. (2025). Buku Ajar Buku Ajar Survei Konsumsi Pangan, Cetakan Pertama, PT. Nuansa Fajar Cemerlang. Jakarta (Cetakan Pe). PT. Nuansa Fajar Cemerlang.

Ariefah, M. F., & Sari, D. K. P. (2024). Hubungan Rasa dan Waktu Penyajian Makanan Serta Sisa Makanan Lunak pada Pasien RSUD Dr.R.Koesma Tuban. In SEHATMAS (JurnalIlmiah Kesehatan Masyarakat) (Vol. 3, Issue 4). https://doi.org/10.55123/sehatmas.v3i4.4179

Budianingsih, N. N., Made, K. N., Gumala, Y., & Tamam, B. (2023). Hubungan Sisa Makanan Pasien Berdasarkan Cita Rasa Makanan dan Penampilan Makanan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangli. 14(3), 157–167.

Dwi, A. (2024). Analisis Perbedaan Kepuasan Pasien Jaminan Kesehatan Nasional Kelas Rawat Inap Standar ( JKN KRIS ) dan Belum Kelas Rawat Inap Standar ( Belum KRIS ) di RS Islam Lumajang.

Haerani, R. S., & Ronitawati, P. (2023). Hubungan Jenis Diet, Daya Terima, Sisa Makanan Dan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rs X Jakarta. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 8(2), 169–182.

Hanif, A. A., Sarbini, D., & Aulia, A. Z. (2025). Hubungan Ketepatan Waktu Distribusi Makanan Dengan Kepuasan Makan Pasien Di Rs Pku Muhammadiyah Sukoharjo. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9, 4799–4806

Kemenkes RI. (2013b). Pedoman gizi rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Keputusan Menteri Kesehatan RI. Nomor 1204/Menkes/SK/X/. (2004). Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khoiriani, I. N., Mawadda, F. R., Wicaksari, S. A., Praseto, T. J., Rahmah, H. A., & Handayani, S. (2024). Hubungan Ketepatan Waktu Distribusi dan Sisa Makanan Pasien Diet Tinggi Energi Tinggi Protein di Rumah Sakit. Journal of Global Nutrition (JGN), 4(2), 410–419.

Lestari, R. H., Ayuningtyas, P. R., Pratiwi, A. A., & Prasetyo, A. (2023). Analisis Sisa Makanan terhadap Kepuasan Pelayanan Makanan pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Analysis of Food Waste on Food Service Satisfaction in Inpatients at the Jemursari Islam Hospital Surabaya. 937–946.

Mardianingsih, N., Utami, F. A., & Palupi, I. R. (2020). Capaian standar pelayanan minimal gizi di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Manokwari Papua Barat. 16(4), 152–167. https://doi.org/10.22146/ijcn.42425

Nurilhida, Demmalewa, J. Q., & H, S. H. A. (2024). Hubungan Penyajian Makanan Dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap Di Rsud Kabupaten Wakatobi. Jurnal Gizi Ilmiah, 11.

Oktaviani, A., Afrinis, N., & Verawati, B. (2023). Hubungan Cita Rasa Dan Variasi Menu Makanan Dengan Sisa Makanan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Teluk Kuantan. 4, 133–147.

Palupi, I. R., Ningrum, R. K., & Utami, F. A. (2024). Gizi indonesiaKepuasan Pasien Terhadap Penyajian Diet Di Rumah Sakit Berdasarkan Karakteristik Individu. 47(1), 35–46.

Permenkes 68. (2019). Penyelenggaraan Pelayanan Gizi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Berita Negara Republik Indonesia, 1388.

PGRS. (2013). Pedoman penyelenggaraan gizi rumah sakit. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Pratiwi, C., Solin, S., & Zega, M. K. (2022). Penilaian Pasien Rawat Inap Terhadap Pelayanan Makanan Instalasi Gizi RS. USU. 5, 171–176.

Rachmawati, A. D., Anna, C., & Afifah, N. (2021). Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap terhadap Penyajian dan Pelayanan Makanan Di Rumah Sakit. Gorontalo Journal Of Nutrition Dietetic, 1(2), 37–49.

Ronitawati, P., Fujima, M., Sitoayu, L., Sa’pang, M., & Dewanti, L. P. (2021). Hubungan Tingkat Kepuasan Dan Kualitas Pelayanan Makanan Terhadap Biaya Sisa Makanan Dan Zat Gizi Yang Hilang Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta. Gizi Indonesia, 44(1), 77–86. https://doi.org/10.36457/gizindo.v44i1.527

Salwa Khalishah, & Meganingrum, P. P. (2023). Analisis Ketepatan Waktu Makan dan Ketepatan Diet Pasien Rawat Inap. 8(October). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i4.11659

Sukatmah. (2024). Gambaran Sisa Makanan Pada Pasien Rawat Inap Bedah RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Muara Bulian Kab. Batanghari. Universitas Baiturrahim Jambi.

Sunardi, T. (2014). Mengangkat Gizi & Kuliner Makanan Rumah Sakit (N. Hardiman (ed.); Cetakan Pe). PT. Gramedia Pustaka Utama.

Swamilaksita, P. D., Adinda Dian Permata Dewi, P. R., & Laili, N. A. (2022). Ilmu Gizi Indonesia. Ilmu Gizi Indonesia, 6(1), 43–56.

Downloads

Published

2026-08-08

How to Cite

Marcus, H. A., Azis, R., & Genisa, J. (2026). Analisis Strategi Promosi Kesehatan Dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer Di Puskesmas Tiakur Kabupaten Maluku Barat Daya. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 2042–2057. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1455