Analisis Faktor Prediktor Perilaku Seksual Pada Remaja Berdasarkan Pendekatan Health Belief Model
Analysis of Predictor Factors for Sexual Behavior Among Adolescents Based on the Health Belief Model Approach
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1879Keywords:
Health Belief Model, Perilaku Seksual, Remaja, Kesehatan Reproduksi, Self-EfficacyAbstract
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Perubahan tersebut dapat memengaruhi pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi dan perilaku seksual. Perilaku seksual pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk persepsi individu mengenai risiko, manfaat, hambatan, dan kemampuan diri dalam melakukan perilaku pencegahan. Pendekatan Health Belief Model (HBM) dapat digunakan untuk menjelaskan faktor psikologis yang memengaruhi perilaku kesehatan remaja. Tujuan: Menganalisis faktor prediktor perilaku seksual pada remaja berdasarkan pendekatan Health Belief Model. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian sebanyak 120 remaja berusia 15–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi persepsi kerentanan (perceived susceptibility), persepsi keparahan (perceived severity), persepsi manfaat (perceived benefits), persepsi hambatan (perceived barriers), cues to action, dan self-efficacy. Variabel dependen adalah perilaku seksual remaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner anonim dan dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, hambatan, cues to action, dan self-efficacy memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja. Dalam analisis multivariat, self-efficacy dan persepsi kerentanan menjadi prediktor yang paling dominan. Remaja dengan self-efficacy rendah memiliki kemungkinan lebih besar menunjukkan perilaku seksual berisiko dibandingkan remaja dengan self-efficacy tinggi. Kesimpulan: Komponen Health Belief Model, terutama self-efficacy dan persepsi kerentanan, berperan sebagai prediktor perilaku seksual pada remaja. Intervensi kesehatan reproduksi perlu meningkatkan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan sehat, mengenali risiko, serta menghadapi tekanan teman sebaya
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Joko Purwanto, Rezqiqah Aulia Rahmat, Eka Sarofah Ningsih, Rahmat Pannyiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




