Analisis Determinan Sanitasi Lingkungan Rumah Tangga Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Messa Kabupaten Halmahera Tengah
Analysis of Household Environmental Sanitation Determinants of Stunting Among Children Under Five in the Working Area of Messa Community Health Center, Central Halmahera Regency
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1648Keywords:
Stunting, Air Bersih, Jamban, Pengelolaan Sampah, SPALAbstract
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang berkaitan erat dengan kecukupan gizi, penyakit infeksi, dan sanitasi lingkungan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan akses air bersih, kepemilikan jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, dan kondisi saluran pembuangan air limbah (SPAL) dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Messa Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional dengan 77 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, observasi sanitasi rumah tangga, dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil univariat menunjukkan 12 balita (15,6%) mengalami stunting dan 65 balita (84,4%) tidak stunting; 87,0% rumah tangga memiliki akses air bersih baik, 81,8% memiliki jamban layak, 76,6% mengelola sampah dengan baik, dan 76,6% memiliki kondisi SPAL baik. Analisis bivariat menunjukkan akses air bersih, kepemilikan jamban, pengelolaan sampah, dan kondisi SPAL masing-masing berhubungan signifikan dengan kejadian stunting (p=0,000). Proporsi stunting lebih tinggi pada akses air bersih kurang baik (80,0%), jamban kurang layak (57,1%), pengelolaan sampah kurang baik (50,0%), dan SPAL kurang baik (55,6%). Sanitasi lingkungan rumah tangga merupakan komponen penting dalam pencegahan stunting sehingga perbaikan air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, dan SPAL perlu diintegrasikan dengan intervensi gizi dan kesehatan balita.
References
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Checkley, W. et al. (2008) 'Multi-country analysis of the effects of diarrhoea on childhood stunting', International Journal of Epidemiology, 37(4), pp. 816-830.
Clasen, T. et al. (2014) 'Effectiveness of a rural sanitation programme on diarrhoea, soil-transmitted helminth infection, and child malnutrition in Odisha, India', The Lancet Global Health, 2(11), pp. e645-e653.
Dangour, A.D. et al. (2013) 'Interventions to improve water quality and supply, sanitation and hygiene practices, and their effects on the nutritional status of children', Cochrane Database of Systematic Reviews, 8, CD009382.
Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara. (2022) Profil Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2022. Ternate: Dinkes Maluku Utara.
Hasanah, U., Margawati, A. and Muis, S.F. (2021) 'Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan', Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), pp. 93-102.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022) Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Mbuya, M.N.N. and Humphrey, J.H. (2022) 'Preventing environmental enteric dysfunction through improved water, sanitation and hygiene: An opportunity for stunting reduction in developing countries', Maternal & Child Nutrition, 18(S3), e13475.
Ngure, F.M. et al. (2014) 'Water, sanitation, and hygiene (WASH), environmental enteropathy, nutrition, and early child development: Making the links', Annals of the New York Academy of Sciences, 1308(1), pp. 118-128.
Notoatmodjo, S. (2011) Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 155.
Prüss-Ustün, A. et al. (2019) 'Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene for selected adverse health outcomes', International Journal of Hygiene and Environmental Health, 222(5), pp. 765-777.
Sugiyono. (2019) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Edisi ke-26. Bandung: Alfabeta.
Takaeb, S.V., Ninu, A.Y. and Kora, R.A. (2022) 'Determinan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di NTT', Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(1), pp. 23-31.
Torlesse, H., Cronin, A.A., Sebayang, S.K. and Nandy, R. (2016) 'Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction', BMC Public Health, 16, 669.
UNICEF. (2021) UNICEF Conceptual Framework on the Determinants of Maternal and Child Nutrition. New York: UNICEF.
UNICEF, WHO and World Bank. (2023) Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of the 2023 Edition. New York: UNICEF.
World Health Organization (WHO). (2019) Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2000-2017: Special Focus on Inequalities. Geneva: WHO.
World Health Organization (WHO). (2023a) Child Growth Standards: Methods and Development. Geneva: WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Chalid Abd Halek, Muh. Ilyas Nur, Muhammad Khadafi S

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




