Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pembekuan Darah Pada Pasien Rawat Inap

Factors Associated with Blood Clotting Disorders in Hospitalized Patients

Authors

  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Bosowa
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI
  • Cakrawati R Cakrawati R Poltekkes Ummi Khasanah
  • Nur Asmah Universitas Sulawesi Barat

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1510

Keywords:

Gangguan Pembekuan Darah, Pasien Rawat Inap, PT, aPTT, Faktor Risiko

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pembekuan darah merupakan kondisi yang dapat terjadi pada pasien dengan berbagai penyakit dan dapat dipengaruhi oleh faktor klinis, usia, penyakit penyerta, status gizi, penggunaan obat, serta kondisi selama menjalani perawatan. Pemeriksaan seperti prothrombin time (PT), international normalized ratio (INR), activated partial thromboplastin time (aPTT), dan jumlah trombosit dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi sistem hemostasis. Pasien rawat inap memiliki karakteristik klinis yang beragam sehingga faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pembekuan darah penting untuk diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pembekuan darah pada pasien rawat inap. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien rawat inap di salah satu rumah sakit di Jawa Barat pada Juli–September 2026 dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel yang diteliti meliputi usia, status gizi, penyakit penyerta, penggunaan obat yang memengaruhi koagulasi, lama rawat, dan hasil pemeriksaan pembekuan darah. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Berdasarkan data simulasi, gangguan hasil skrining pembekuan darah ditemukan pada 37 responden (29,6%). Faktor yang menunjukkan hubungan bermakna dengan gangguan pembekuan darah adalah usia (p=0,021), penyakit penyerta (p=0,008), penggunaan obat yang memengaruhi koagulasi (p<0,001), dan lama rawat (p=0,032). Status gizi juga menunjukkan hubungan dengan nilai p=0,047. Kesimpulan: Berdasarkan data simulasi, gangguan hasil skrining pembekuan darah pada pasien rawat inap berhubungan dengan beberapa faktor klinis dan karakteristik pasien. Pemantauan faktor risiko dan pemeriksaan hemostasis sesuai indikasi diperlukan sebagai bagian dari pelayanan pasien rawat inap

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kanker dan kejadian trombosis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Waspadai kejadian trombosis dalam perawatan di rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penyakit deep vein thrombosis (DVT): apa yang perlu Anda ketahui. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana hemofilia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman penyelenggaraan sistem haemovigilance nasional. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2015 tentang standar pelayanan transfusi darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman nasional pelayanan kedokteran 2025. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2025.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/62/2026 tentang lembaga penyelenggara akreditasi rumah sakit, klinik utama, laboratorium medis dan unit pengelola darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Standar profesi teknisi pelayanan darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan gizi rumah sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan transfusi darah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.

Lubis, H., & Cakrawati R, C. R. (2026). Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi: The Relationship Between Reproductive Health Literacy and the Choice of Contraceptive Method. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1035–1040. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1600

Muhtadin , A., Pannyiwi, R., & Rahmat, R. A. (2026). Adolescents ’ Level of Knowledge Regarding the Impact of Dru bus eonon Physical and Psychosocial Health Orangal Journal of Health Sciences, 4(3), 973–981 https://jurnal.agdosi.com/index.php/IJHS/article/view/1692

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Interna Publishing; 2020.

Perhimpunan Dokter Spesialis Hematologi dan Transfusi Medik Indonesia. Pedoman diagnosis dan tata laksana gangguan hemostasis. Jakarta: PDSHATI; 2020.

Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun diet dan terapi gizi. Jakarta: EGC; 2019.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi kesehatan lanjut usia di Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.

Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/

Rahmat, R. A., & Asmah, N. (2026). Effectiveness Of Deep Breathing Relaxation Therapy On Reducing Pain In Post-Operative Patients In The Recovery Room. International Journal of Health Sciences, 4(2), 485–491. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i2.1266

Rahmat, R. A., & Asmah, N. (2026). Effectiveness Of Deep Breathing Relaxation Therapy On Reducing Pain In Post-Operative Patients In The Recovery Room. International Journal of Health Sciences, 4(2), 485–491. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i2.1266

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Rahmat, R. A., Pannyiwi, R., Cakrawati R, C. R., & Asmah, N. (2026). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Pembekuan Darah Pada Pasien Rawat Inap: Factors Associated with Blood Clotting Disorders in Hospitalized Patients. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1659–1666. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1510

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>