Kajian Epidemiologi Komparatif Penyakit Menular Dan Tidak Menular Pada Populasi Dewasa

Authors

  • Marlin Eppang Institut Toraja Raya Indonesia
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1462

Keywords:

Epidemiologi, Penyakit Menular, Penyakit Tidak Menular, Faktor Resiko, Populasi Dewasa

Abstract

Latar Belakang: Transisi epidemiologi telah menyebabkan perubahan pola penyakit di Indonesia, di mana penyakit tidak menular (PTM) terus meningkat tanpa diikuti penurunan yang signifikan pada penyakit menular (PM). Kondisi ini menimbulkan double burden of disease, yaitu beban ganda penyakit yang menjadi tantangan bagi sistem kesehatan. Penyakit menular masih berkaitan dengan faktor lingkungan dan sanitasi, sedangkan penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup, perilaku kesehatan, dan faktor metabolik. Oleh karena itu, kajian epidemiologi komparatif diperlukan untuk mengidentifikasi perbedaan karakteristik dan faktor risiko kedua kelompok penyakit sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih efektif. Tujuan: Menganalisis perbedaan karakteristik epidemiologi serta faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional komparatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja salah satu puskesmas di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel sebanyak 240 responden dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel dependen adalah status penyakit (penyakit menular dan penyakit tidak menular), sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, pendapatan, status merokok, aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh (IMT), riwayat penyakit keluarga, sanitasi lingkungan, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, uji Chi-Square, dan regresi logistik ganda. Hasil: Berdasarkan data simulasi, penyakit tidak menular ditemukan pada 57,1% responden, sedangkan penyakit menular sebesar 42,9%. Faktor yang berhubungan dengan penyakit tidak menular meliputi usia, obesitas, aktivitas fisik, merokok, dan riwayat penyakit keluarga (p<0,05). Sementara itu, penyakit menular lebih berhubungan dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik, kepadatan hunian, dan akses pelayanan kesehatan (p<0,05). Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa obesitas merupakan faktor dominan pada penyakit tidak menular (Adjusted OR=4,26), sedangkan sanitasi lingkungan merupakan faktor dominan pada penyakit menular (Adjusted OR=3,84). Kesimpulan: Terdapat perbedaan karakteristik epidemiologi antara penyakit menular dan penyakit tidak menular pada populasi dewasa. Penyakit tidak menular lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku dan metabolik, sedangkan penyakit menular lebih berkaitan dengan faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal.

References

Beaglehole R, Bonita R, Kjellström T. Basic Epidemiology. 2nd ed. Geneva: World Health Organization; 2006.

Centers for Disease Control and Prevention. Principles of Epidemiology in Public Health Practice. 3rd ed. Atlanta: CDC; 2012.

Djunaedi, D., & Eppang, M. (2026). Peran Keselamatan Pasien Sebagai Pilar Utama Dalam Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan: Studi Analitik. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1286–1294.

https://jurnal.agdosi.com/index.php/Barongko/article/view/1297

Gordis L. Epidemiology. 6th ed. Philadelphia: Elsevier; 2019.

Green LW, Kreuter MW. Health Program Planning: An Educational and Ecological Approach. 4th ed. New York: McGraw-Hill; 2005.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Last JM. A Dictionary of Epidemiology. 6th ed. New York: Oxford University Press; 2014.

Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2014.

Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324

Prasetyo YB, et al. Factors associated with compliance of National Health Insurance premium payment among informal workers in Indonesia. Kesmas. 2022;17(2):101–109.

Rezqiqah Aulia Rahmat, Vivi Adriana Suardi, & Djusmadi Rasyid. (2026). Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1024–1032. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1176

Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/

Rothman KJ, Greenland S, Lash TL. Modern Epidemiology. 4th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2021.

Sallo, A. K. M., Utami, D. R., Eppang, M., & Rosida, R. (2026). Implementasi Layanan Home Care Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Di Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1311–1320. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1254

Skolnik R. Global Health 101. 4th ed. Burlington: Jones & Bartlett Learning; 2021.

Susser M. Epidemiology, Health and Society. New York: Oxford University Press; 1987.

World Health Organization. Global Action Plan for the Prevention and Control of Noncommunicable Diseases 2013–2030. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Noncommunicable Diseases. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Primary Health Care on the Road to Universal Health Coverage: 2023 Monitoring Report. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. World Health Statistics 2024. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. World Health Statistics 2025. Geneva: WHO; 2025.

Downloads

Published

2026-08-09

How to Cite

Eppang, M., & Pannyiwi, R. (2026). Kajian Epidemiologi Komparatif Penyakit Menular Dan Tidak Menular Pada Populasi Dewasa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1226–1236. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1462

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >>