Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Malaria Pada Anak 1–5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas

The Relationship Between Home Environmental Conditions and the Incidence of Malaria in Children Aged 1–5 Years in the Working Area of a Community Health Center (Puskesmas)

Authors

  • Yermi Yermi Universitas Pejuang Republik Indonesia
  • Rezqiqah Aulia Rahmat Universitas Bosowa
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1887

Keywords:

Malaria, Lingkungan Rumah, Anak, Nyamuk, Pencegahan Malaria

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di beberapa wilayah tropis. Anak usia 1–5 tahun termasuk kelompok yang rentan terhadap malaria. Selain faktor individu, kondisi lingkungan rumah seperti keberadaan genangan air, ventilasi, penggunaan kawat kasa, keberadaan semak di sekitar rumah, dan perlindungan terhadap gigitan nyamuk dapat memengaruhi risiko penularan malaria. Tujuan: Mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian malaria pada anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja puskesmas. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110 anak usia 1–5 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden penelitian adalah ibu atau pengasuh utama anak. Variabel independen meliputi keberadaan genangan air, kondisi ventilasi, penggunaan kawat kasa, keberadaan semak di sekitar rumah, dan penggunaan kelambu. Variabel dependen adalah kejadian malaria. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lingkungan rumah. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Dari 110 anak yang diteliti, 29 anak (26,4%) mengalami malaria. Rumah dengan lingkungan kurang mendukung pencegahan malaria ditemukan pada 42 responden (38,2%). Keberadaan genangan air di sekitar rumah berhubungan dengan kejadian malaria (p=0,006), kondisi ventilasi (p=0,018), tidak adanya kawat kasa (p=0,011), keberadaan semak (p=0,029), dan penggunaan kelambu (p=0,004). Anak yang tinggal di rumah dengan lebih banyak faktor lingkungan berisiko memiliki proporsi kejadian malaria yang lebih tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beberapa kondisi lingkungan rumah dengan kejadian malaria pada anak usia 1–5 tahun. Perbaikan lingkungan rumah dan peningkatan perlindungan anak dari gigitan nyamuk perlu menjadi bagian dari upaya pencegahan malaria.

References

Abeku TA. Response to malaria control interventions: a systematic review of current evidence. Malar J. 2007;6:25.

Bousema T, Drakeley C. Epidemiology and infectivity of Plasmodium falciparum and Plasmodium vivax gametocytes. Future Microbiol. 2011;6(3):239-57.

Carnevale P, Robert V. Les anophèles: biologie, transmission du Plasmodium et lutte antivectorielle. Marseille: IRD Editions; 2009.

Chitnis N, Schapira A. Targeting human behavior to reduce malaria transmission. Malar J. 2013;12:310.

Coleman M, Coleman M, Mabaso ML, Mabuza AM, Kok G, Coetzee M. Household and environmental risk factors associated with malaria transmission in South Africa. Malar J. 2010;9:115.

Filler S, Causer LM, Newman RD, Barber AM, Roberts JM, MacArthur J, et al. Malaria surveillance—United States, 2001. MMWR Surveill Summ. 2003;52(SS-5):1-16.

Galinski MR, Barnwell JW. Plasmodium vivax: who cares? Am J Trop Med Hyg. 2008;79(6 Suppl):1-3.

Lindsay SW, Thomas MB. Global warming and risk of malaria transmission. Lancet. 2000;355(9214):1335-6.

Mendis K, Rietveld A, Warsame M, Bosman A, Greenwood B, Wernsdorfer WH. From malaria control to eradication: the WHO perspective. Trop Med Int Health. 2009;14(7):802-9.

Mahoklory, S. S., & Rahmat, R. A. (2026). Efektivitas Manajemen Cairan Pada Penanganan Syok Hemoragik Akibat Atonia Uteri Di IGD. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 187–194. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i4.1222

Noor AM, Kinyoki DK, Mundia CW, Kabaria CW, Mutua JW, Alegana VA, et al. The changing risk of Plasmodium falciparum malaria infection in Africa: 2000–07. Lancet. 2014;383(9930):1739-47.

Pudyastuti, R. R., Fau, P., Timisela, J., Yermi, Y., Aisyah, S., Hamdanestini, R., & Asmah, N. (2024). Incident Pneumonia In Toddler With The Physical Environment Of The Home Does Not Meet The Requirements. International Journal of Health Sciences, 2(4), 1340–1348. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i4.550

Puspitarini, N. A., B, M., & Yermi, Y. (2026). The Relationship Between Environmental Sanitation And The Incidence Of Environmentally Based Diseases. International Journal of Health Sciences, 4(1), 198–204. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i1.1145

Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., & Mainassy, M. C. (2026). Kampung Sadar Obat: Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pengelolaan Obat Rumah Tangga yang Aman. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1846–1852. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1652

Roll Back Malaria Partnership. Action and investment to defeat malaria 2016–2030. Geneva: World Health Organization; 2016.

Russell TL, Beebe NW, Cooper RD, Shields G, Burkot TR. Successful malaria elimination in the Torres Strait Islands of Australia. J Infect Dis. 2011;204(1):1-8.

Tusting LS, Willey B, Lucas H, Thompson S, Kafy HT, Smith R, et al. Socioeconomic development as a driver of malaria prevalence: a systematic review and meta-analysis. Lancet. 2013;382(9896):963-72.

World Health Organization. Guidelines for malaria. Geneva: World Health Organization; 2023.

World Health Organization. World malaria report 2023. Geneva: World Health Organization; 2023.

Yermi, Y., & Rizki, Z. (2026). Implementasi Participatory Epidemiology dalam Pemetaan Risiko Penyakit di Lingkungan Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 981–989. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i3.1172

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Yermi, Y., Rahmat, R. A., & Pannyiwi, R. (2026). Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah Dengan Kejadian Malaria Pada Anak 1–5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas: The Relationship Between Home Environmental Conditions and the Incidence of Malaria in Children Aged 1–5 Years in the Working Area of a Community Health Center (Puskesmas). Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1998–2004. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1887

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>