Determinan Perilaku Seksual Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi
Determinants of Healthy and Responsible Sexual Behavior in Adolescents from a Reproductive Health Perspective
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1710Keywords:
Perilaku, Seksual Sehat, Bertanggung Jawab, Remaja, Kesehatan ReproduksiAbstract
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan, lemahnya komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, serta paparan media digital dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. Perilaku seksual yang tidak sehat berisiko meningkatkan kejadian infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak direncanakan, serta berbagai dampak psikososial. Tujuan: Menganalisis determinan perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja dalam perspektif kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 200 remaja dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap, komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, paparan media sosial, akses informasi kesehatan, dan pendidikan orang tua. Variabel dependen adalah perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi (p = 0,001), sikap (p = 0,003), komunikasi dengan orang tua (p = 0,002), pengaruh teman sebaya (p = 0,015), dan akses informasi kesehatan (p = 0,009) berhubungan signifikan dengan perilaku seksual sehat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku seksual sehat (OR = 4,52; 95% CI = 2,11–9,68; p = 0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan determinan utama perilaku seksual sehat dan bertanggung jawab pada remaja. Upaya peningkatan literasi kesehatan reproduksi melalui sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan perlu diperkuat untuk membentuk perilaku seksual yang sehat.
References
Anas, H., Nurlaeli, N., & Parwati, D. (2026). Peningkatan Kesadaran Ibu Hamil Terhadap Kunjungan Antenatal Care Melalui Penyuluhan. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 688–696. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i2.1070
Berek JS. Berek & Novak's Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
Centers for Disease Control and Prevention. Adolescent and School Health [Internet]. Atlanta: CDC; 2023.
Hockenberry MJ, Wilson D. Wong's Essentials of Pediatric Nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. 5th ed. Jakarta: Salemba Medika; 2020.
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik NDi Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Rabuana, S., Anas, H., & Fadhilah, I. (2026). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemanfaatan Buku KIA. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 721–731. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i2.1045
Rasyid, D., Rante, A., & Warda, M. (2024). Pengelolaan Sampah Organik dan Pemberdayaan Siswa Dengan Teknik Kompos Takakura. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 108–119. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i1.542
Sulistyo Andoromoyo ; Zuliana Amalia ; Darmi Arda ; Andi Nursiah ; Dr. Rahmat Pannyiwi ; Rezqiqah Aulia Rahmat. NUTRISI dan STATUS GIZI BALITA: Perspektif Kesehatan Masyarakat. No. ISBN: 978-634-96389-7-5. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2025/11/09/nutrisi-dan-status-gizi-balita-perspektif-kesehatan-masyarakat/
Santrock JW. Adolescence. 17th ed. New York: McGraw-Hill; 2020.
Sawyer SM, Azzopardi PS, Wickremarathne D, Patton GC. The age of adolescence. Lancet Child Adolesc Health. 2018;2(3):223–228.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2022.
UNICEF. The State of the World's Children 2021. New York: UNICEF; 2021.
United Nations Population Fund. State of World Population 2022. New York: UNFPA; 2022.
World Health Organization. Adolescent Health [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2023.
World Health Organization. Global Accelerated Action for the Health of Adolescents (AA-HA!). Geneva: World Health Organization; 2017.
World Health Organization. Health Promoting Schools. Geneva: World Health Organization; 2021.
World Health Organization. WHO Recommendations on Adolescent Sexual and Reproductive Health. Geneva: World Health Organization; 2018.
World Health Organization. World Health Statistics 2023. Geneva: World Health Organization; 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Surtikanti Surtikanti, Cakrawati R Cakrawati R

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




