Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting Puskesmas Lelilef Kabupaten Halmahera Tengah
Factors Influencing the Effectiveness of the Stunting Reduction Acceleration Program Implementation at Lelilef Community Health Center, Central Halmahera Regency
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1582Keywords:
Efektivitas Program, Stunting, SDM, Sarana dan Prasarana, Dukungan AnggaranAbstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan komprehensif melalui program percepatan penurunan stunting.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya manusia, sarana dan prasarana, dukungan anggaran, dan kepatuhan sasaran program terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas yang terlibat dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Puskesmas Lelilef sebanyak 35 responden, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara sumber daya manusia (p=0,000), sarana dan prasarana (p=0,001), dukungan anggaran (p=0,000), dan kepatuhan sasaran program (p=0,000) terhadap efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pada analisis bivariat. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa sumber daya manusia (p=0,000) dan dukungan anggaran (p=0,015) merupakan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas program, sedangkan sarana dan prasarana (p=0,124) serta kepatuhan sasaran program (p=0,081) tidak berpengaruh signifikan setelah dikontrol bersama dalam model. Variabel sumber daya manusia merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi efektivitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting. Disarankan kepada Puskesmas Lelilef untuk meningkatkan kompetensi tenaga pelaksana melalui pelatihan berkelanjutan, memperkuat dukungan anggaran program, mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana, serta meningkatkan kepatuhan sasaran melalui penguatan edukasi, pendampingan ibu hamil dan ibu balita.
References
Apriyanti, D., Fitriani, R., & Yuliana, N. (2024). Hubungan kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan. Jurnal Riset Kesehatan Indonesia, 6(1), 45–53.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2021). Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI). BKKBN RI.
BPS Kabupaten Halmahera Tengah. (2024). Halmahera Tengah dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik Kabupaten Halmahera Tengah.
Checkley, W., Buckley, G., Gilman, R. H., Assis, A. M., Guerrant, R. L., Morris, S. S., Molbak, K., Valentiner-Branth, P., Lanata, C. F., & Black, R. E. (2008). Multi-country analysis of the effects of diarrhoea on childhood stunting. International Journal of Epidemiology, 37(4), 816-830.
Donabedian, A. (1988). The quality of care: How can it be assessed? JAMA, 260(12), 1743-1748.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Hosmer, D. W., Lemeshow, S., & Sturdivant, R. X. (2013). Applied logistic regression (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI). (2018). Standar kompetensi bidan Indonesia. IBI. Kemenkes RI & TNP2K. (2018). 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
Kemenkes RI & TNP2K. (2018). 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting). Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT). (2022). Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 8 Tahun 2022 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2023.
Kusumawati, E., Rahardjo, S., & Sari, H. P. (2020). Efektivitas Kader Pembangunan Manusia dalam mendukung konvergensi program stunting di Kabupaten Banyumas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 1-9
Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1997). Adequacy of sample size in health studies. John Wiley & Sons.
Mahmudi. (2019). Manajemen kinerja sektor publik (Edisi ke-3). UPP STIM YKPN.
Nurrizka, R. H., & Saputra, W. (2013). Peran dan fungsi Posyandu dalam mendukung perbaikan status gizi anak balita. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 2(4), 184-192.
Oktarina, S., Rahmawati, D., & Saputri, E. (2024). Hubungan perilaku kunjungan Posyandu dengan status gizi balita. Jurnal Surya Medika, 10(1), 164–173.
Pandangwati, A., & Widiyanto, W. (2024). Food environment: Sebuah kerangka konseptual untuk analisis spasial pada stunting. Tataloka, 26(2), 178–192.
Pemerintah RI. (2020). Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020–2024. Lembaran Negara RI Tahun 2020 Nomor 115.
Rahmadi, A., Lestari, H., & Mando, C. O. A. A. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan Posyandu balita di wilayah kepulauan Maluku. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(1), 31-40.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.
Trisnantoro, L. (2019). Desentralisasi kesehatan di Indonesia: Sebuah evaluasi pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesehatan. Gadjah Mada University Press.
UNICEF Indonesia. (2024). Formative evaluation of the national strategy to accelerate stunting prevention in Indonesia. UNICEF Indonesia.
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2008). Maternal and child undernutrition: Consequences for adult health and human capital. The Lancet, 371(9609), 340–357. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(07)61692-4
WHO. (2020). Stunting in a nutshell. World Health Organization. https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell
Yudianti, Y., & Sarawati, L. D. (2016). Faktor sosial budaya yang memengaruhi kejadian stunting pada balita di Kabupaten Luwu Utara. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(1), 18-25
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aidin Abdurahman, Healthy Hidayanti, Diana Mirja Togubu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


