Hubungan Lama Penggunaan Ventilator Dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya

Authors

  • Mia Ari Andayani Universitas Safin Pati
  • Feri Catur Yuliani Universitas Safin Pati
  • Bunari Bunari Universitas Safin Pati

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1489

Keywords:

Lama Penggunaan Ventilator, Ventilator Associated Pneumonia, Intensive Care Unit, Ventilator Mekanik

Abstract

Latar Belakang : Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan salah satu infeksi nosokomial yang sering terjadi pada pasien yang menggunakan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU). Lama penggunaan ventilator merupakan salah satu faktor risiko utama yang dapat meningkatkan kejadian VAP. Semakin lama penggunaan ventilator mekanik, semakin besar risiko terjadinya kolonisasi bakteri pada saluran napas sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari rekam medis pasien ICU kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian : Sebagian besar responden menggunakan ventilator selama ≥48 jam sebanyak 20 responden (66,7%), tidak mengalami VAP sebanyak 17 responden (56,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,004 (p<0,05), sehingga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan ventilator dengan kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya.

References

American Association of Critical-Care Nurses (AACN). (2023). AACN procedure manual for high acuity, progressive, and critical care (8th ed.). Elsevier.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2022). Guidelines for preventing ventilator-associated pneumonia.

Hess, D. R. (2021). Mechanical ventilation: Principles and practice. In M. A. Grippi et al. (Eds.), Fishman's Pulmonary Diseases and Disorders (6th ed.). McGraw-Hill Education.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.

Kim, T. K. (2021). Understanding one-way ANOVA using conceptual figures. Korean Journal of Anesthesiology, 74(1), 22–30. https://doi.org/10.4097/kja.20465

Klompas, M., Branson, R., Eichenwald, E. C., Greene, L. R., Howell, M. D., Lee, G., Magill, S. S., Maragakis, L. L., Priebe, G. P., Speck, K., & Yokoe, D. S. (2022). Ventilator-associated pneumonia. New England Journal of Medicine, 386(20), 1927–1936. https://doi.org/10.1056/NEJMra2201300

McHugh, M. L. (2021). The chi-square test of independence (updated perspective). Biochemia Medica.

Mishra, P., Pandey, C. M., Singh, U., Gupta, A., Sahu, C., & Keshri, A. (2021). Descriptive statistics and normality tests for statistical data. Annals of Cardiac Anaesthesia, 24(1), 67–72. https://doi.org/10.4103/aca.ACA_157_18

Muslim. (2025). Hubungan lama penggunaan ventilasi mekanik dengan kejadian ventilator associated pneumonia pada pasien intensive care unit. Jurnal Keperawatan Indonesia.

Notoatmodjo, S. (2022). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.

Papazian, L., Klompas, M., & Luyt, C. E. (2021). Ventilator-associated pneumonia in adults: A narrative review. Intensive Care Medicine, 47(8), 888–906. https://doi.org/10.1007/s00134-021-06426-9

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2021). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (11th ed.). Wolters Kluwer.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2022). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (12th ed.). Wolters Kluwer.

Priyahita, P. D. (2023). Ventilator-associated pneumonia and its pathogen in intensive care unit. Lombok Medical Journal, 2(2), 129–134. https://doi.org/10.29303/lmj.v2i2.3211

Putri, A. S., & Fitriani, D. (2024). Analisis faktor risiko kejadian VAP pada pasien kritis di ruang ICU: Literature review. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(1).

Setiadi. (2021). Konsep dan penulisan riset keperawatan (2nd ed.). Graha Ilmu.

Slutsky, A. S., & Ranieri, V. M. (2020). Ventilator-induced lung injury. New England Journal of Medicine, 369(22), 2126–2136.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Timsit, J. F., Esaied, W., Neuville, M., Bouadma, L., & Mourvillier, B. (2021). Update on ventilator-associated pneumonia. Current Opinion in Infectious Diseases, 34(2), 121–127. https://doi.org/10.1097/QCO.0000000000000715

Torres, A., Niederman, M. S., Chastre, J., Ewig, S., Fernandez-Vandellos, P., Hanberger, H., Kollef, M., Bassi, G. L., Luna, C. M., Martin-Loeches, I., & Paiva, J. A. (2021). International ERS/ESICM/ESCMID/ALAT guidelines for the management of hospital-acquired pneumonia and ventilator-associated pneumonia. European Respiratory Journal, 57(3), 2002730. https://doi.org/10.1183/13993003.02730-2020

Urden, L. D., Stacy, K. M., & Lough, M. E. (2022). Critical care nursing: Diagnosis and management (9th ed.). Elsevier.

World Health Organization. (2022). Global report on infection prevention and control. Geneva: WHO.

World Health Organization. (2023). Global report on infection prevention and control. Geneva: WHO.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Andayani, M. A., Yuliani, F. C., & Bunari, B. (2026). Hubungan Lama Penggunaan Ventilator Dengan Kejadian Ventilator Associated Pneumonia (VAP) Di Intensive Care Unit Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 533–541. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1489

Most read articles by the same author(s)