Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Keaktifan Kegiatan Prolanis Di Klinik Cantik Sehat Heriani

Authors

  • Aninda Wangi Sundawi Universitas Safin Pati
  • Yeni Rusyani Universitas Safin Pati
  • Luluk Dermawan Universitas Safin Pati

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1488

Keywords:

Motivasi Perawat, Keaktifan, Prolanis

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya motivasi perawat dalam memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada peserta program. Tujuan: Mengetahui hubungan motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis di Klinik Cantik Sehat Heriani. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 25 perawat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi perawat dan keaktifan Prolanis. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 15 orang (60%), motivasi sedang 8 orang (32%), dan motivasi rendah 2 orang (8%). Tingkat keaktifan Prolanis menunjukkan 17 responden (68%) aktif dan 8 responden (32%) kurang aktif. Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,003 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara motivasi perawat dan tingkat keaktifan kegiatan Prolanis. Semakin tinggi motivasi perawat, semakin tinggi keaktifan dalam pelaksanaan Prolanis.

References

Arikunto, S. (2021). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Asim, M., Khan, R., & Ahmed, S. (2025). Nurse motivation and quality of healthcare services: A cross-sectional study. International Journal of Nursing Practice, 31(2), 1–10.

Azwar, S. (2022). Reliabilitas dan Validitas (Edisi ke-5). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

BPJS Kesehatan. (2023). Panduan Praktis Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Jakarta: BPJS Kesehatan.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. New York: Plenum Press.

Dewi, R., & Saputra, M. (2022). Hubungan komunikasi organisasi dan motivasi kerja tenaga kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–218.

Fitrianty, D., Hidayat, A., & Prasetyo, B. (2025). Analisis faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Manajemen Keperawatan, 10(2), 89–98.

Hasanah, N., & Maharani, D. (2022). Hubungan motivasi kerja dengan kinerja perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 101–109.

Herzberg, F., Mausner, B., & Snyderman, B. (1959). The Motivation to Work. New York: John Wiley & Sons.

International Council of Nurses. (2023). Nursing Workforce and Patient Outcomes. Geneva: ICN.

International Council of Nurses. (2024). Nurses Driving Quality Improvement. Geneva: ICN.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusumaningrum, D., & Nasrudin, M. (2024). Hubungan keaktifan peserta Prolanis dengan kualitas hidup penderita penyakit kronis. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 19(2), 78–86.

Lanpada, R., Sari, M., & Putra, A. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja perawat di rumah sakit. Jurnal Ilmu Keperawatan, 11(1), 25–33.

Lestari, R., Nurhayati, D., & Sari, Y. (2025). Motivasi kerja dan kualitas pelayanan keperawatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jurnal Keperawatan Profesional, 13(1), 44–53.

Maslow, A. H. (1943). A theory of human motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.

McClelland, D. C. (1961). The Achieving Society. Princeton, NJ: Van Nostrand.

Notoatmodjo, S. (2022). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (Edisi ke-5). Jakarta: Salemba Medika.

Prasetyo, H., & Kurniawan, A. (2024). Pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi perawat. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 9(1), 34–42.

Putri, A., & Hidayati, S. (2023). Hubungan kepuasan kerja dengan motivasi perawat di rumah sakit. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 8(2), 110–118.

Rahayu, P., Wibowo, E., & Anggraini, T. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan pemanfaatan Prolanis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(1), 66–75.

Sari, N., & Wijaya, A. (2024). Peran kepemimpinan dalam meningkatkan motivasi tenaga kesehatan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 27(1), 15–24.

Vroom, V. H. (1964). Work and Motivation. New York: John Wiley & Sons.

World Health Organization. (2024). Quality Health Services. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2024). People-Centred Health Services. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-12

How to Cite

Sundawi, A. W., Rusyani , Y., & Dermawan, L. (2026). Hubungan Motivasi Perawat Dengan Tingkat Keaktifan Kegiatan Prolanis Di Klinik Cantik Sehat Heriani. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 525–532. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1488

Most read articles by the same author(s)