Pengaruh Penggunaan Aplikasi Pelacak Menstruasi Terhadap Self-Care Kesehatan Reproduksi Remaja Di SMK Karya Jaya Samosir
The Influence of Using Menstrual Tracking Applications on Adolescent Reproductive Health Self-Care at SMK Karya Jaya Samosir
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1773Keywords:
Aplikasi Pelacak Menstruasi, Self-Care, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Mobile HealthAbstract
Kesehatan reproduksi remaja merupakan bagian penting dalam pembangunan kesehatan karena masa remaja merupakan periode perkembangan biologis dan psikososial yang membutuhkan kemampuan untuk mengenali, memantau, dan merawat kesehatan reproduksi secara mandiri. Salah satu bentuk teknologi kesehatan digital yang berkembang adalah aplikasi pelacak menstruasi yang memungkinkan pengguna mencatat siklus menstruasi, gejala, dan perubahan yang berkaitan dengan menstruasi. Pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi mendukung perilaku self-care kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan aplikasi pelacak menstruasi dengan self-care kesehatan reproduksi remaja di SMK Karya Jaya Samosir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi yang telah mengalami menarche dan memenuhi kriteria penelitian. Sebanyak 50 responden diikutsertakan sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, penggunaan aplikasi pelacak menstruasi, dan self-care kesehatan reproduksi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sebelum digunakan. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 responden (58,0%) menggunakan aplikasi pelacak menstruasi secara rutin dan 21 responden (42,0%) tidak rutin. Sebanyak 27 responden (54,0%) memiliki self-care kesehatan reproduksi dalam kategori baik, sedangkan 23 responden (46,0%) berada dalam kategori kurang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan aplikasi pelacak menstruasi dengan self-care kesehatan reproduksi remaja (p=0,002). Responden yang menggunakan aplikasi secara rutin memiliki proporsi self-care kategori baik yang lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak rutin menggunakan aplikasi. Pemanfaatan aplikasi pelacak menstruasi dapat menjadi salah satu media pendukung dalam meningkatkan kesadaran dan praktik perawatan diri kesehatan reproduksi remaja, dengan tetap memperhatikan literasi digital dan keamanan data pribadi
References
Adnan, T., Li, H., Peer, K., Peebles, E., James, K., & Mahalingaiah, S. (2023). Evaluation of menstrual cycle tracking behaviors in the Ovulation and Menstruation Health Pilot Study: Cross-sectional study. Journal of Medical Internet Research, 25, e42164.
Andriany, D. (2021). Konsep dasar teori self-care Orem dalam asuhan keperawatan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(1).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2023). Data pengetahuan kesehatan reproduksi remaja Indonesia. BKKBN.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Pertemuan koordinasi pembinaan kesehatan reproduksi, kesehatan kerja, kesehatan olahraga, kelompok rentan dan lanjut usia. Dinkes Provinsi Sumatera Utara.
Fety, Y., Lisnawati, & Said, F. M. (2024). Sexual and reproductive health education based on android applications in high school adolescent. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences, 20(Suppl. 8), 119–124.
Ford, A., De Togni, G., & Miller, L. (2021). Hormonal health: Period tracking apps, wellness, and self-management in the era of surveillance capitalism. Engaging Science, Technology, and Society, 7(1), 48–66.
Hafni, R., Elmiyati, & Aslinar. (2025). Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di SMAN Unggul Tunas Bangsa Aceh Barat Daya. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(4), 1623–1633.
Hennegan, J., Caruso, B. A., Zulaika, G., Torondel, B., Haver, J., Phillips-Howard, P. A., Valdez, J., Gruer, C., Okwaro, N., Mahon, T., & Sommer, M. (2023). Indicators for national and global monitoring of girls' menstrual health and hygiene: Development of a priority shortlist. Journal of Adolescent Health, 73(6), 992–1001.
Hong, M., Rajaguru, V., Kim, K., Jang, S.-Y., & Lee, S. G. (2024). Menstrual cycle management and period tracker app use in millennial and generation Z individuals: Mixed methods study. Journal of Medical Internet Research, 26, e53146.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Kesehatan menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Kesehatan reproduksi remaja: Permasalahan dan upaya pencegahan. Direktorat Kesehatan Keluarga.
Kurnia, H., & Suptiani, L. P. (2022). Rancangan aplikasi berbasis Android “Menstruasi Sehat” dalam mengatasi dismenorhoe pada remaja puteri di masa pandemi Covid-19. Media Informasi, 18(2), 170–178.
Mancone, S., Corrado, S., Tosti, B., Spica, G., & Diotaiuti, P. (2024). Integrating digital and interactive approaches in adolescent health literacy: A comprehensive review. Frontiers in Public Health, 12, 1387874.
Patel, U., Broad, A., Biswakarma, R., & Harper, J. C. (2024). Experiences of users of period tracking apps: Which app, frequency of use, data input and output and attitudes. Reproductive BioMedicine Online, 48(3), 103599.
Trépanier, L. C., Lamoureux, É., Bjornson, S. E., et al. (2023). Smartphone apps for menstrual pain and symptom management: A scoping review. Internet Interventions, 31, 100605.
Tylstedt, B., Normark, M., & Eklund, L. (2023). Reimagining the cycle: Interaction in self-tracking period apps and menstrual empowerment. Frontiers in Computer Science, 5, 1166210.
UNICEF & World Health Organization. (2024). Progress on drinking water, sanitation, and hygiene in schools 2015–2023: Special focus on menstrual health. UNICEF/WHO Joint Monitoring Programme.
World Health Organization. (2024). Global report reveals major gaps in menstrual health and hygiene in schools.
World Health Organization. (2026). Menstrual health. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rika Despina, Puji Astutik, Sesca Diana Solang, Fonnie Kuhu, Yan Deivita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




