Implementasi Sistem Manajemen Laboratorium Dalam Mendukung Pelayanan Diagnostik Yang Bermutu, Aman, Dan Efisien

Authors

  • Desman Serius Nazara STIKes Harapan Keluarga Nias
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1408

Abstract

Pelayanan laboratorium merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan karena sekitar 60–70% keputusan klinis dipengaruhi oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, penerapan sistem manajemen laboratorium yang efektif menjadi faktor utama dalam menjamin mutu pelayanan diagnostik. Sistem manajemen laboratorium mencakup pengelolaan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan, reagen, keselamatan kerja, pengendalian mutu, dokumentasi, serta sistem informasi laboratorium. Implementasi sistem manajemen laboratorium yang baik mampu meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan, mempercepat waktu pelayanan (turnaround time), meminimalkan kesalahan pada tahap pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik, serta meningkatkan keselamatan pasien dan petugas laboratorium. Selain itu, penerapan standar mutu seperti ISO 15189 dan pemenuhan indikator mutu laboratorium menjadi dasar dalam meningkatkan kepercayaan pengguna layanan. Artikel ini bertujuan mengkaji implementasi sistem manajemen laboratorium dalam mendukung pelayanan diagnostik yang bermutu, aman, dan efisien melalui telaah berbagai aspek manajemen laboratorium modern.

References

Clinical and Laboratory Standards Institute. Quality management system: a model for laboratory services. 6th ed. Wayne (PA): CLSI; 2019.

Centers for Disease Control and Prevention. Laboratory quality management system training toolkit. Atlanta (GA): CDC; 2018.

Crosby D, Riley T, Ferguson M. Laboratory quality management systems and patient safety: a systematic review. Clin Biochem. 2021;89:12–20.

Desman Serius Nazara, & Cakrawati R. (2026). Penyuluhan Dampak Pernikahan Dini Terhadap Kesehatan Ibu Dan Anak: Perspektif Kebidanan. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 858–864. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i2.1135

Desman Serius Nazara., Arda, D., Nawangwulan, K., Asrianto, A., Mustarin, Y., Wahyudianti, N. L. G. S., Fitriani.K, F., & Riswan, R. (2025). Manajemen Pendukung Pengambilan Keputusan Pelayanan Dalam Upaya Aspek Promotif, Preventif Dan Kuratif Masalah Kesehatan Kulit Berbasis Evidence Based Practice. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 256–263. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i2.572

International Organization for Standardization. ISO 15189:2022 Medical laboratories—Requirements for quality and competence. Geneva: ISO; 2022.

International Organization for Standardization. ISO 31000:2018 Risk management—Guidelines. Geneva: ISO; 2018.

International Organization for Standardization. ISO 9001:2015 Quality management systems—Requirements. Geneva: ISO; 2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Lippi G, Plebani M. The importance of quality indicators in laboratory medicine. Clin Biochem. 2020;81:7–14.

Miles MB, Huberman AM, Saldaña J. Qualitative data analysis: a methods sourcebook. 4th ed. Thousand Oaks (CA): SAGE Publications; 2020.

Patton MQ. Qualitative research and evaluation methods. 4th ed. Thousand Oaks (CA): SAGE Publications; 2015.

Plebani M. Errors in clinical laboratories or errors in laboratory medicine? Clin Chem Lab Med. 2019;57(6):818–20.

Polit DF, Beck CT. Nursing research: generating and assessing evidence for nursing practice. 11th ed. Philadelphia (PA): Wolters Kluwer; 2021.

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324

Rezqiqah Aulia Rahmat, Vivi Adriana Suardi, & Djusmadi Rasyid. (2026). Program Senam Lansia Terstruktur untuk Meningkatkan Kebugaran Lansia di Panti Jompo. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1024–1032. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1176

Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/

World Health Organization. Laboratory quality management system: handbook. Geneva: WHO; 2011.

World Health Organization. Laboratory biosafety manual. 4th ed. Geneva: WHO; 2020.

World Health Organization. Quality management systems: training toolkit. Geneva: WHO; 2019.

Yin RK. Case study research and applications: design and methods. 6th ed. Thousand Oaks (CA): SAGE Publications; 2018.

Downloads

Published

2026-08-03

How to Cite

Nazara, D. S., & Pannyiwi, R. (2026). Implementasi Sistem Manajemen Laboratorium Dalam Mendukung Pelayanan Diagnostik Yang Bermutu, Aman, Dan Efisien. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1862–1872. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1408

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>