Hubungan Pendidikan Seksualitas Komprehensif Dengan Perilaku Pencegahan Risiko Seksual Pada Siswa Sekolah Menengah
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1393Keywords:
Pendidikan Seksualitas Komprehensif, Perilaku Pencegahan, Risiko Seksual, Remaja, Kesehatan Reproduksi.Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang terjadi selama masa pubertas. Kurangnya pemahaman mengenai seksualitas dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku seksual berisiko, seperti hubungan seksual pranikah, infeksi menular seksual (IMS), kehamilan yang tidak direncanakan, serta penyalahgunaan media digital. Pendidikan seksualitas komprehensif merupakan salah satu pendekatan pendidikan kesehatan yang bertujuan memberikan pengetahuan, membentuk sikap positif, serta meningkatkan keterampilan remaja dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi. Namun, penerapan pendidikan seksualitas di lingkungan sekolah masih belum optimal sehingga diperlukan penelitian mengenai hubungannya dengan perilaku pencegahan risiko seksual. Menganalisis hubungan pendidikan seksualitas komprehensif dengan perilaku pencegahan risiko seksual pada siswa sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 200 siswa dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai pendidikan seksualitas komprehensif dan perilaku pencegahan risiko seksual. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan seksualitas komprehensif dengan perilaku pencegahan risiko seksual (p = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh pendidikan seksualitas komprehensif yang baik memiliki peluang 4,13 kali lebih besar untuk memiliki perilaku pencegahan risiko seksual yang baik (OR = 4,13; 95% CI = 2,08–8,19; p = 0,001). Pendidikan seksualitas komprehensif berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan risiko seksual pada siswa sekolah menengah. Penguatan program pendidikan seksualitas di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga.
References
Berek JS. Berek & Novak's Gynecology. 16th ed. Philadelphia: Wolters Kluwer; 2020.
Centers for Disease Control and Prevention. Adolescent and School Health. Atlanta: CDC; 2023.
Haberland N, Rogow D. Sexuality education: Emerging trends in evidence and practice. J Adolesc Health. 2015;56(1):S15–S21.
Hockenberry MJ, Wilson D. Wong's Essentials of Pediatric Nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
Nursalam. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi ke-5. Jakarta: Salemba Medika; 2020.
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik NDi Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Rabuana, S., Anas, H., & Fadhilah, I. (2026). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemanfaatan Buku KIA. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 721–731. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i2.1045
Rasyid, D., Rante, A., & Warda, M. (2024). Pengelolaan Sampah Organik dan Pemberdayaan Siswa Dengan Teknik Kompos Takakura. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 108–119. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i1.542
Sulistyo Andoromoyo ; Zuliana Amalia ; Darmi Arda ; Andi Nursiah ; Dr. Rahmat Pannyiwi ; Rezqiqah Aulia Rahmat. NUTRISI dan STATUS GIZI BALITA: Perspektif Kesehatan Masyarakat. No. ISBN: 978-634-96389-7-5. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2025/11/09/nutrisi-dan-status-gizi-balita-perspektif-kesehatan-masyarakat/
Santrock JW. Adolescence. 17th ed. New York: McGraw-Hill Education; 2020.
Sawyer SM, Azzopardi PS, Wickremarathne D, Patton GC. The age of adolescence. Lancet Child Adolesc Health. 2018;2(3):223–228.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2022.
Suaib, S., Qiftih, K. M., & Fadhilah, I. (2026). Edukasi Perawatan Luka Pasca Operasi untuk Mencegah Infeksi. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 670–678. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i2.1068
UNESCO. International Technical Guidance on Sexuality Education. Paris: UNESCO; 2018.
UNICEF. The State of the World's Children 2021. New York: UNICEF; 2021.
United Nations Population Fund. State of World Population 2022. New York: UNFPA; 2022.
World Health Organization. Adolescent Health. Geneva: World Health Organization; 2023.
World Health Organization. Health Promoting Schools. Geneva: World Health Organization; 2021.
World Health Organization. WHO Recommendations on Adolescent Sexual and Reproductive Health. Geneva: World Health Organization; 2018.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Iin Fadhilah, Rezqiqah Aulia Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



