Hubungan Lama Berdiri Dengan Keluhan Nyeri Dan Pembengkakan Pada Ekstremitas Bawah
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1380Keywords:
Lama Berdiri; Nyeri; Pembengkakan; Ekstremitas Bawah; Ergonomi Kerja.Abstract
Berdiri dalam waktu yang lama merupakan salah satu faktor risiko gangguan muskuloskeletal dan gangguan sirkulasi pada ekstremitas bawah. Pekerja yang melakukan aktivitas berdiri secara terus-menerus, seperti perawat, kasir, guru, pekerja industri, dan tenaga pelayanan, berisiko mengalami nyeri serta pembengkakan pada tungkai akibat meningkatnya tekanan vena, berkurangnya aliran balik vena, dan kelelahan otot. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu lama tanpa upaya pencegahan, maka dapat menurunkan produktivitas kerja, meningkatkan angka absensi, serta memengaruhi kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama berdiri dengan keluhan nyeri dan pembengkakan pada ekstremitas bawah. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di salah satu perusahaan/instansi di Indonesia pada Januari–Maret 2026. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, pengukuran lama berdiri selama bekerja, Numeric Rating Scale (NRS) untuk menilai intensitas nyeri, serta lembar observasi pembengkakan ekstremitas bawah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Berdasarkan data simulasi, sebanyak 68 responden (56,7%) memiliki durasi berdiri ≥6 jam per hari. Keluhan nyeri ekstremitas bawah ditemukan pada 74 responden (61,7%), sedangkan pembengkakan ekstremitas bawah dialami oleh 52 responden (43,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara lama berdiri dengan keluhan nyeri (p = 0,001) serta pembengkakan ekstremitas bawah (p = 0,003). Lama berdiri berhubungan secara signifikan dengan meningkatnya kejadian nyeri dan pembengkakan pada ekstremitas bawah. Pengaturan waktu istirahat, peregangan otot, penggunaan alas kaki yang ergonomis, dan penerapan prinsip ergonomi kerja perlu dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan pada ekstremitas bawah.
References
American College of Occupational and Environmental Medicine. Occupational Ergonomics: Guidelines for Workplace Health. Elk Grove Village: ACOEM; 2020.
Andersson GBJ. Occupational biomechanics of the lower extremities. Boca Raton: CRC Press; 2018.
Canadian Centre for Occupational Health and Safety. Standing at Work. Hamilton: CCOHS; 2022.
Grandjean E, Kroemer KHE. Fitting the Task to the Human. 8th ed. Boca Raton: CRC Press; 2018.
International Labour Organization. Safety and Health at the Heart of the Future of Work. Geneva: ILO; 2019.
Karwowski W. Handbook of Human Factors and Ergonomics. 5th ed. Hoboken: John Wiley & Sons; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.
NIOSH. Musculoskeletal Health Program. Cincinnati: National Institute for Occupational Safety and Health; 2022.
Noor, M. A., Aini, D. N., Eppang, M., Achmad, Viyan. S., & Setyawati, R. (2026). Edukasi dan Pendampingan Pertolongan Pertama Luka Bakar dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1230–1240. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1258
Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
Nursinah, A., Suabey, S., Kadir, E., Asmi, A. S., Purbanova, R., Henderika Litaay, S. C., & Pannyiwi, R. (2023). Environmental Sociology Approach From A Social Risk Perspective. International Journal of Health Sciences, 1(2), 102–110. https://doi.org/10.59585/ijhs.v1i2.59
Nursinah, A., Marzuki, M., Andi Latif, S., Malaha, N., Qasim, M., & Pannyiwi, R. (2022). Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Keaktifan Lanjut Usia. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 180–182. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i2.24
Oakman J, Macdonald W, Bartram T. Work-related musculoskeletal disorders among workers performing prolonged standing: a systematic review. Ergonomics. 2019;62(10):1329-1346.
Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324
Punnett L, Wegman DH. Work-related musculoskeletal disorders: the epidemiologic evidence and the debate. J Electromyogr Kinesiol. 2004;14(1):13-23.
Ramli, R., Achmad, Viyan. S., Mahoklory, S. S., & Nurhaedah, N. (2023). Pengetahuan dan Sikap Petugas Taruna Siaga Bencana dalam Pencegahan Kebakaran. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(3), 356–367. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i3.111
Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/
Safe Work Australia. Managing the Risks of Hazardous Manual Tasks. Canberra: Safe Work Australia; 2021.
Tarwaka. Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press; 2019.
Waters TR, Dick RB. Evidence of health risks associated with prolonged standing at work and intervention effectiveness. Rehabil Nurs. 2015;40(3):148-165.
World Health Organization. Healthy Workplaces: A Model for Action. Geneva: WHO; 2010.
World Health Organization. Musculoskeletal Health. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Occupational Health: Protecting Workers' Health. Geneva: WHO; 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Viyan Septiyana Achmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



