Hubungan Status Gizi Dengan Gangguan Pembekuan Darah Pada Pasien Rawat Jalan

The Relationship Between Nutritional Status and Blood Clotting Disorders in Outpatients

Authors

  • Rahmat Pannyiwi STIKES Amanah Makassar
  • Nurhasanah Syaharuddin Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1763

Keywords:

Status Gizi, Gangguan Pembekuan Darah, Pasien Rawat Jalan

Abstract

Latar Belakang: Status gizi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis tubuh, termasuk proses hemostasis dan pembekuan darah. Gangguan status gizi, baik kekurangan maupun kelebihan gizi, dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme, fungsi organ, serta kondisi kesehatan yang berpotensi memengaruhi sistem pembekuan darah. Tujuan Penelitian:  untuk mengetahui hubungan status gizi dengan gangguan pembekuan darah pada pasien rawat jalan di Puskesmas. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), sedangkan gangguan pembekuan darah dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan skrining koagulasi, yaitu prothrombin time/international normalized ratio (PT/INR) dan activated partial thromboplastin time (aPTT). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan data simulasi, sebanyak 57 responden memiliki status gizi normal, sedangkan 43 responden memiliki status gizi tidak normal. Gangguan hasil skrining pembekuan darah ditemukan pada 29 responden. Hasil: analisis menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan hasil skrining pembekuan darah (p=0,018). Responden dengan status gizi tidak normal memiliki proporsi hasil skrining pembekuan darah abnormal yang lebih tinggi dibandingkan responden dengan status gizi normal. Status gizi perlu diperhatikan dalam pelayanan rawat jalan sebagai salah satu bagian dari penilaian kondisi kesehatan pasien. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan koagulasi abnormal tidak dapat digunakan sebagai diagnosis tunggal dan memerlukan evaluasi klinis lebih lanjut.

References

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hemofilia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2014.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Anemia pada Remaja Putri dan Wanita Usia Subur. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Lanjut Usia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2020.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Pelayanan Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2019.

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing; 2020.

Perhimpunan Dokter Spesialis Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia. Pedoman Pemeriksaan dan Tata Laksana Gangguan Hemostasis. Jakarta: PDSHATI; 2020.

Puspitarini, N. A., Djunaedi, D., Syaharuddin, N., & Sallo, A. K. M. (2025). Evaluation of the Epidemiological Surveillance Program at Community Health Centers in Preventing Extraordinary Events (KLB). International Journal of Health Sciences, 3(4), 667–674. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i4.888

Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Asosiasi Dietisien Indonesia. Penuntun Diet dan Terapi Gizi. Jakarta: EGC; 2019.

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://jurnal.agdosi.com/index.php/JIMAD/article/view/1324

Ramli, R., Achmad, Viyan. S., Mahoklory, S. S., & Nurhaedah, N. (2023). Pengetahuan dan Sikap Petugas Taruna Siaga Bencana dalam Pencegahan Kebakaran. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(3), 356–367. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i3.111

Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/

Syaharuddin , N., & Cakrawati R, C. R. (2026). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Penurunan Berat Badan Pada Orang Dewasa. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 169–176. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1405

Downloads

Published

2026-09-29

How to Cite

Pannyiwi, R., & Syaharuddin , N. (2026). Hubungan Status Gizi Dengan Gangguan Pembekuan Darah Pada Pasien Rawat Jalan: The Relationship Between Nutritional Status and Blood Clotting Disorders in Outpatients. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1632–1638. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1763

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 > >>