Analisis Beban Kerja Perekam Medis Dalam Masa Implementasi Rekam Medis Elektronik Di RSUD Kesehatan Kerja

Analysis of Medical Recorders' Workload During the Implementation of Electronic Medical Records at the Occupational Health Hospital

Authors

  • Salma Salsabila Qurrotaaini Politeknik Piksi Ganesha
  • Sali Setiatin Politeknik Piksi Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1715

Keywords:

Rekam Medis Elektronik, ABK-Kes, Perekam Medis

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia masih berada pada tahap transisi sistem hybrid di banyak fasilitas kesehatan, termasuk di RSUD Kesehatan Kerja, sehingga menimbulkan beban kerja ganda bagi petugas Rekam Medis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian antara jumlah sumber daya manusia (SDM) dengan beban kerja riil petugas Rekam Medis selama masa transisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes), dengan populasi dan sampel seluruh 16 petugas Rekam Medis (total sampling). Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder berupa data ketenagaan dan volume kunjungan pasien periode Januari–Desember 2025. Hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan riil SDM sebanyak 26 orang, sementara tenaga yang tersedia hanya 16 orang, sehingga terdapat kekurangan 10 orang (38,5%). Kekurangan paling signifikan terjadi pada kegiatan Distribusi Rekam Medis, Case Mix Rawat Jalan, serta Indeks & Coding. Temuan ini menegaskan bahwa fenomena tugas rangkap yang dialami petugas memiliki dasar objektif, bukan sekadar persepsi subjektif. Manajemen RSUD Kesehatan Kerja disarankan melakukan rekrutmen tenaga secara terarah pada unit-unit dengan kekurangan SDM tertinggi. Dengan demikian, kesenjangan tenaga Perekam Medis memiliki dasar objektif dan perlu segera ditindaklanjuti agar transisi digitalisasi Rekam Medis di RSUD Kesehatan Kerja dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku

 

References

Budi, A. P., Sasti, I., & Widiyanto, W. W. (2022). Elektronik Dan Manual Menggunakan Metode Abk Kesehatan. Jurnal Manajemen Informasi Dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), 5, 38–47.

Damanik, M. R., Rusli, Manik, R. L., & Khadafi, M. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan Dan Kelebihan Quantitative Research Methods: Concepts, Types, Stages, and Advantages. Jiic: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(7), 13479–13496.

Endah, R., & Guardian, Y. S. (2024). Challenges in Implementing Electronic Medical Records for Outpatient Units in Hospitals. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 27(03), 103–109.

Herlina, E. (2023). Dampak Penggunaan Rekam Medis Elektronik terhadap Beban Kerja Perawat di Rumah Sakit Prikasih. Journal of Management Nursing, 2(4), 253–260. https://doi.org/10.53801/jmn.v2i4.134

Janssens, U. (2024). Functional hemodynamic monitoring. In Medizinische Klinik - Intensivmedizin und Notfallmedizin (Vol. 119, Number 8, pp. 614–623). https://doi.org/10.1007/s00063-024-01190-4

Noor, H. L., Qomariyah, S. N., & Nugraheni, S. W. (2023). ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA BAGIAN PELAPORAN RUMAH SAKIT MENGGUNAKAN METODE ANALISIS BEBAN KERJA KESEHATAN (ABK KES). Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 13(1), 35–39. https://doi.org/10.47701/infokes.v13i1.2534

Page, L., & Pramesti, Y. F. (2023). Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Analisis Sumber Daya Manusia Kesehatan Instalasi Rekam Medis Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan. 3(1), 59–73.

Pemerintah Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang No.17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Kementrian Sekretariat Negara Indonesia, (187315), 1–300.

Pérez, S., & Rojas, M. (2020). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2020. Handbook of Medical Image Computing and Computer Assisted Intervention, 8(5), 55.

Permekes Nomor 24 Tahun, 2022. (2022). Permenkes No 24 Tahun 2022. Peraturan Menteri Kesehatan, 33(1), 1–12. https://peraturan.bpk.go.id/Details/245544/permenkes-no-24-tahun-2022

Putri Syaikhu, P. F. (2024). TINJAUAN KEBUTUHAN TENAGA PMIK DI PUSKESMAS MAUK MENGGUNAKAN ANALISIS BEBAN KERJA KESEHATAN (ABK-KES) Putri. 7(1), 35–39.

Risria Marpaung, Y. S., & Kodyat, A. G. (2025). Analisis Kebutuhan SDM di Unit Rekam Medis Berdasarkan Beban Kerja Dengan Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit TK. IV Cijantung Tahun 2024. Jurnal Manajemen Dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 9(1), 86–94. https://doi.org/10.52643/marsi.v9i1.5907

Rosita, R., Yudistiro, I. A., Ramadani, D. P., & Nurhain, D. (2022). Analisis Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja Rekam Medis di Puskesmas. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo, 8(1), 1. https://doi.org/10.29241/jmk.v8i1.780

Sujitno, P. R., Rahman, M. A., & Antu, M. I. A. (2025). Analysis Of Medical Records Personnel Needs After The Implementation Of Electronic Medical Records (EMR) Using The ABK-Kes Method at Toto Kabila Regional General Hospital In 2025. Prima Wiyata Health, 6(2), 98–107.

Tri Teguh Widyantoro, Adya Hermawati, & Lembah Andriani. (2026). Analisis Pengaruh Implementasi Rme Dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Dengan Stres Kerja Sebagai Variabel Mediasi. Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH), 8(1), 53–62. https://doi.org/10.31328/ciastech.v8i1.7453

WidiaNurul Irsani, Sali Setiatin, A. S. (2022). KEBUTUHAN TENAGA PELAPORAN DENGAN METODE ANALISIS BEBAN. 3(2), 169–176.

Downloads

Published

2026-09-21

How to Cite

Qurrotaaini, S. S., & Setiatin, S. (2026). Analisis Beban Kerja Perekam Medis Dalam Masa Implementasi Rekam Medis Elektronik Di RSUD Kesehatan Kerja : Analysis of Medical Recorders’ Workload During the Implementation of Electronic Medical Records at the Occupational Health Hospital. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1458–1466. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1715