Analisis Implementasi IDRG dalam Menunjang Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X

Analysis of IDRG Implementation in Supporting BPJS Kesehatan Claims at Hospital X

Authors

  • Azzahra Jasmine Rahayu Politeknik Piksi Ganesha
  • Diansyah Diansyah Politeknik Piksi Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1588

Keywords:

iDGR, Klaim, BPJS, Pending, Casemix

Abstract

Implementasi Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) dalam program JKN menuntut kesiapan teknis, SDM, dan dokumentasi klinis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis implementasi iDRG di RS X melalui wawancara tujuh informan dan data klaim September 2025–April 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas di RS X yang terlibat dalam proses pengklaiman BPJS Kesehatan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 7 informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada informan  yang terlibat langsung dalam proses pengelolaan klaim BPJS Kesehatan di RS X Implementasi sejak Oktober 2025 berjalan lancar berkat integrasi SIMRS–E-Klaim. Dari 87.544 klaim, ditemukan 4.248 kasus pending (4,86%), didominasi Kunjungan Berulang/Fragmentasi (70,3%), Ketidaksesuaian Koding (10,6%), Ketidaklengkapan Dokumen (9,6%), Alih Jenis Pelayanan (5,4%), dan Indikasi Medis (4,1%), yang mencerminkan dominansi masalah administratif. Evaluasi dokumentasi klinis belum komprehensif akibat transisi rekam medis elektronik (RME) yang bersamaan. Rekomendasi solusi mencakup lima langkah strategis: penguatan tata kelola Pasien Rujuk Balik (PRB), otomatisasi deteksi fragmentasi pada SIMRS, peningkatan kompetensi koder iDRG, penerapan audit rekam medis terstandar, serta akselerasi penyelesaian SIMRS dan stabilisasi RME. Evaluasi dampak implementasi iDRG terhadap kualitas dokumentasi klinis belum dapat dilakukan secara komprehensif karena berlangsung bersamaan dengan proses transisi menuju Rekam Medis Elektronik (RME) dan pengembangan SIMRS. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi koder, peningkatan kualitas dan kelengkapan rekam medis, penguatan tata kelola klaim, serta optimalisasi sistem informasi untuk mendukung pengendalian pending claim secara berkelanjutan

References

Ardelian, E. (2025). Keterbatasan sistem pembayaran INA-CBGs dan arah pengembangan iDRG dalam Jaminan Kesehatan Nasional: Tinjauan literatur. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 1–12.

Dwi Maharani, S., Aryani, B., Dewi Rahmawati, F., & Haryanto, Y. (2025). Tinjauan pending klaim BPJS rawat inap di RS X Cirebon tahun 2024. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management), 10(2), 209–218. https://doi.org/10.51851/jmis.v10i2.706

Hidayat, A. D. (2021). Eksplorasi peran strategis koder dalam implementasi sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) di rumah sakit. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 89–98.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pengantar iDRG: Sosialisasi rumah sakit vertikal. Kementerian Kesehatan RI.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Oktarina, N., & Novratilova, S. (2025). Evaluasi sistem casemix dalam proses klaim BPJS: Studi kualitatif di RS Paru Ario Wirawan Salatiga. Jurnal Ners, 9(2), 3150–3154. https://doi.org/10.31004/jn.v9i2.44631

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. (2014). Kementerian Kesehatan RI.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2016 tentang Pedoman Indonesian Case Base Groups (INA-CBG) dalam Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. (2016). Kementerian Kesehatan RI.

Pratama, A., Fauzi, H., Indira, Z. N., & Adi, P. P. (2023). Analisis faktor penyebab pending klaim rawat inap akibat koding rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soedirman Kebumen. Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), 8(1), 124–134.

Pratami, N. R., & Muharrom, I. R. (2024, November). Influence of accuracy of maintenance diagnosis codes pathways against pending BPJS claims at Edelweiss Hospital. In Proceedings (Vol. 4, No. 1, pp. 165–174).

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Susanty, D., & Hardisman. (2025). Integrasi KRIS, rujukan kompetensi dan iDRG dalam JKN: Pendekatan Walt & Gilson. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 8(2), 293–302.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. (2011). Sekretariat Negara RI.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. (2004). Sekretariat Negara RI.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. (2009). Sekretariat Negara RI.

Published

2026-08-27

How to Cite

Rahayu, A. J., & Diansyah, D. (2026). Analisis Implementasi IDRG dalam Menunjang Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit X: Analysis of IDRG Implementation in Supporting BPJS Kesehatan Claims at Hospital X. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1010–1022. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1588