Hubungan Kompetensi Digital Dan Beban Kerja Dengan Kualitas Dokumentasi Asuhan Kebidanan Elektronik

Authors

  • Sahalia Sahalia Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Marendeng Majene

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1507

Keywords:

Kompetensi Digital, Beban Kerja, Dokumentasi Elektronik, Asuhan Kebidanan, Kualitas Dokumentasi

Abstract

Penerapan dokumentasi asuhan kebidanan elektronik menuntut bidan memiliki kompetensi digital yang memadai serta beban kerja yang dapat dikelola dengan baik. Kompetensi digital yang rendah dan beban kerja yang tinggi dapat memengaruhi kelengkapan, ketepatan, dan ketepatan waktu dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kompetensi digital dan beban kerja dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Responden penelitian berjumlah 80 bidan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan yang telah menerapkan dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan instrumen penilaian dokumentasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (47,5%) memiliki kompetensi digital baik, 29 responden (36,3%) memiliki kompetensi digital sedang, dan 13 responden (16,2%) memiliki kompetensi digital rendah. Berdasarkan beban kerja, sebanyak 31 responden (38,8%) memiliki beban kerja rendah, 35 responden (43,7%) memiliki beban kerja sedang, dan 14 responden (17,5%) memiliki beban kerja tinggi. Kualitas dokumentasi elektronik berada pada kategori baik pada 45 responden (56,3%), sedang pada 25 responden (31,2%), dan kurang pada 10 responden (12,5%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kompetensi digital dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik (p<0,05). Beban kerja juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital dan pengelolaan beban kerja merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik

References

Adam, A., Alim, A., Edison Nufninu, R., Zamli, & Bahri, S. (2026). Strengthening Oral Health and Oral Hygiene Behaviour among School-Aged Children through the Healthier Smiles Phase 7 Programme: Results of an End-line Assessment in North Luwu and East Luwu Regencies, South Sulawesi, Indonesia. International Journal of Health Sciences, 4(3), 696–709. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1407

Health Level Seven International. FHIR overview [Internet]. Ann Arbor: HL7 International; 2024 [cited 2026 Jun 20]. Available from: https://www.hl7.org/fhir/

International Council of Nurses. Digital health transformation and nursing. Geneva: International Council of Nurses; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang rekam medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Transformasi digital kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.

Kruse CS, Stein A, Thomas H, Kaur H. The use of electronic health records to support population health: a systematic review of the literature. J Med Syst. 2018;42(11):214.

Lupiáñez-Villanueva F, Devlies J, Köster E, et al. Digital skills and health information technology among health professionals. J Med Internet Res. 2022;24(5):e34319.

Manuntungi, A. E., Hartati, A., Yarnita, Y., Aswani, I., & Sahalia, S. (2026). Program Edukasi Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil Sebagai Strategi Pencegahan Keguguran (Miskram). Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 498–509. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i2.1011

Ministry of Health Republic of Indonesia. Indonesia health system transformation: digital health strategy. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia; 2023.

Organisation for Economic Co-operation and Development. Health in the 21st century: putting data to work for stronger health and care. Paris: OECD Publishing; 2019.

Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921

Sahalia, S., Cakrawati R, C. R., & Treasa, A. D. (2026). Efektivitas Pendekatan Terapeutik dalam Meningkatkan Kualitas Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1020–1029. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/Barongko/article/view/1191

Sudaryono, S., Manurung, H., & Pannyiwi, R. (2024). The European Union’s (Eu) Contribution As A Global Defense And Security Actor In The International System. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 43–57. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i1.532

Salmela A, Tiitinen S, Mäkinen M, et al. Digital competence in healthcare professionals: a systematic review. Int J Med Inform. 2023;173:105025.

Sittig DF, Singh H. A new sociotechnical model for studying health information technology in complex adaptive healthcare systems. Qual Saf Health Care. 2010;19 Suppl 3:i68-74.

The World Health Organization. Global strategy on digital health 2020–2025. Geneva: World Health Organization; 2021.

World Health Organization. Global strategy on human resources for health: workforce 2030. Geneva: World Health Organization; 2016.

World Health Organization. Global strategy on digital health 2020–2027. Geneva: World Health Organization; 2025.

World Health Organization. Global patient safety action plan 2021–2030: towards eliminating avoidable harm in health care. Geneva: World Health Organization; 2021.

World Health Organization. Global competency framework for universal health coverage. Geneva: World Health Organization; 2022.

World Health Organization. Digital health and innovation: digital technologies for health systems. Geneva: World Health Organization; 2024.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Sahalia, S. (2026). Hubungan Kompetensi Digital Dan Beban Kerja Dengan Kualitas Dokumentasi Asuhan Kebidanan Elektronik. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(2), 976–984. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1507