Studi Kualitatif Implementasi Biosafety Dan Biosecurity Pada Laboratorium Mikrobiologi
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1396Keywords:
Biosafety, Biosecurity, Laboratorium Mikrobiologi, Keselamatan Laboratorium, Penelitian Kualitatif.Abstract
Laboratorium mikrobiologi memiliki peran penting dalam diagnosis penyakit, penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Aktivitas laboratorium melibatkan berbagai agen biologis yang berpotensi menimbulkan risiko infeksi bagi petugas, masyarakat, maupun lingkungan apabila tidak dikelola sesuai prinsip biosafety dan biosecurity. Biosafety bertujuan melindungi petugas laboratorium, masyarakat, dan lingkungan dari paparan agen biologis melalui penerapan praktik laboratorium yang aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengendalian teknik, serta prosedur operasional standar. Sementara itu, biosecurity bertujuan mencegah kehilangan, pencurian, penyalahgunaan, atau pelepasan agen biologis yang dapat membahayakan keamanan publik. Keberhasilan implementasi kedua prinsip tersebut dipengaruhi oleh kebijakan institusi, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan sarana prasarana, budaya keselamatan kerja, dan sistem pengawasan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi biosafety dan biosecurity pada laboratorium mikrobiologi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menggambarkan upaya peningkatan budaya keselamatan laboratorium. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas kepala laboratorium, analis laboratorium, dosen atau peneliti, serta petugas penjamin mutu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung terhadap aktivitas laboratorium, dan telaah dokumen berupa SOP, kebijakan, serta catatan pelatihan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi biosafety telah berjalan melalui penggunaan APD, penerapan SOP, pengelolaan limbah infeksius, serta pelatihan keselamatan kerja secara berkala. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, antara lain kepatuhan penggunaan APD yang belum konsisten, keterbatasan fasilitas tertentu, dan belum optimalnya dokumentasi evaluasi risiko. Implementasi biosecurity telah diterapkan melalui pembatasan akses laboratorium, pencatatan penggunaan bahan biologis, dan pengamanan ruang penyimpanan, meskipun masih diperlukan penguatan sistem pengawasan serta peningkatan kesadaran seluruh personel laboratorium. Implementasi biosafety dan biosecurity pada laboratorium mikrobiologi telah dilaksanakan, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek budaya keselamatan, kepatuhan terhadap prosedur, peningkatan kompetensi petugas, serta pengembangan sistem monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
References
American Biological Safety Association. Biosafety manual. Milwaukee: ABSA International; 2021.
Centers for Disease Control and Prevention. Biosafety in microbiological and biomedical laboratories. 6th ed. Atlanta: CDC; 2020.
European Committee for Standardization. Laboratory biorisk management. Brussels: CEN; 2020.
International Organization for Standardization. ISO 35001: Biorisk management for laboratories and other related organizations. Geneva: ISO; 2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang Baik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.
Miller JM, Astles R, Baszler T, Chapin K, Carey R, Garcia L, et al. Guidelines for safe work practices in human and animal medical diagnostic laboratories. MMWR Suppl. 2012;61(1):1–102.
Occupational Safety and Health Administration. Laboratory safety guidance. Washington DC: OSHA; 2011.
Occupational Safety and Health Administration. Occupational exposure to hazardous chemicals in laboratories. Washington DC: OSHA; 2020.
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik NDi Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Rizky Rahadian Wicaksono, Muhammad Hanif, Marwan Ahmad Manoko, & Rezqiqah Aulia Rahmat. (2026). Edukasi Sanitasi Dan Pengelolaan Air Bersih Untuk Meningkatkan Kesehatan Lingkungan. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 873–879. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i2.1137
Riswan, R., Pannyiwi, R., Aulia, S. P., & Sapnita , S. (2026). Pengembangan Produk Kreatif Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1241–1251. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1261
Sandia National Laboratories. Laboratory biosecurity handbook. Albuquerque: Sandia National Laboratories; 2019.
Sewell DL. Laboratory-associated infections and biosafety. Clin Microbiol Rev. 2020;33(4):e00045-19.
Wicaksono, R. R., Hanif, M., & Pannyiwi, R. (2026). The Role Of Hand Hygiene In Reducing Microorganism Contamination. International Journal of Health Sciences, 4(1), 240–245. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i1.1150
World Health Organization. Biorisk management: Laboratory biosecurity guidance. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Laboratory biosafety manual. 4th ed. Geneva: WHO; 2020.
World Health Organization. Responsible life sciences research for global health security. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Safe management of wastes from health-care activities. 2nd ed. Geneva: WHO; 2014.
World Health Organization. Training curriculum for laboratory biosafety. Geneva: WHO; 2023.
World Organisation for Animal Health. Terrestrial manual: Biosafety and biosecurity in veterinary laboratories. Paris: WOAH; 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rizky Rahadian Wicaksono, Muhammad Hanif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



