Hubungan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 2–5 Tahun di Desa Sampuabalo Wilayah Kerja Puskesmas Siontapina Kabupaten Buton
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.710Keywords:
Stunting, Socioeconomics, Toddlers, Community Health Centers, Buton RegencyAbstract
Stunting is a public health issue that reflects chronic malnutrition due to inadequate nutrient intake over a long period of time. Socioeconomic factors within families play an important role in the incidence of stunting in infants. This study aims to analyze the relationship between socioeconomic factors and the incidence of stunting in infants aged 2–5 years in Sampuabalo Village, the working area of the Siontapina Community Health Center, Buton Regency. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. A sample of 65 children was selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires and anthropometric measurements. The results of the analysis showed a significant relationship between family income (p = 0.012), mother's education level (p = 0.021), and parents' occupation (p = 0.035) with stunting. It can be concluded that socioeconomic status contributes significantly to stunting. Multisectoral interventions are needed to improve the socioeconomic status of families as a stunting prevention effort.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). Profil Kependudukan Indonesia 2023. Jakarta: BKKBN.
Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Balita Nasional. Jakarta: BPS.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Penanggulangan Stunting Terpadu. Jakarta: Kemenkes RI.
Nugroho, E., & Yulianti, R. (2021). Hubungan status sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45-53. https://doi.org/10.21109/jkmi.v16i1.1234
Ningrum, D. S., Rahmawati, F., & Sari, M. N. (2020). Pengaruh pendidikan ibu terhadap status gizi balita di wilayah perkotaan. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(2), 112-118. https://doi.org/10.29244/jgp.15.2.112-118
Rahman, A., Sari, P., & Lestari, Y. (2022). Pengaruh pekerjaan orang tua terhadap status gizi anak balita. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(3), 150-157. https://doi.org/10.29313/jikm.v13i3.4567
World Health Organization (WHO). (2020). Stunting and Child Development. Geneva: WHO.
Yuniarti, S., Fitriani, L., & Susanti, E. (2021). Hubungan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah pedesaan. Jurnal Nutrisi Indonesia, 9(1), 23-30. https://doi.org/10.29244/jni.v9i1.678
Sari, N. P., & Putri, D. A. (2019). Faktor sosial ekonomi dan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 50-57. https://doi.org/10.14710/jkl.11.1.50-57
Prasetyo, B., & Wahyuni, S. (2018). Pendidikan ibu dan kejadian stunting pada balita di desa terpencil. Jurnal Kesehatan Anak, 7(2), 79-85.
Kurniawan, A., & Santoso, R. (2020). Hubungan status pekerjaan orang tua dengan status gizi balita di kota besar. Jurnal Gizi dan Dietetik, 8(1), 40-46.
Ministry of Health Indonesia. (2021). Laporan Situasi Gizi Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Susanti, R., & Fauziyah, N. (2019). Pengaruh pendapatan keluarga terhadap status gizi anak balita di Kabupaten X. Jurnal Ilmu Gizi, 14(1), 34-41.
UNICEF Indonesia. (2022). Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Jakarta: UNICEF.
Astuti, D. P., & Hidayat, T. (2023). Peran pendidikan ibu dalam pencegahan stunting di daerah terpencil. Jurnal Kesehatan Publik, 17(1), 11-18.
Lubis, N., & Fitri, A. (2020). Faktor sosial ekonomi dan pola asuh keluarga terkait kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Terapan, 12(2), 90-97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurfatima Nurfatima

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



