Prevalensi Emotional Eating Pada Kadet Mahasiswa Cohort 1 Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Authors

  • Mirna Albertina Wijaja Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.686

Keywords:

Emotional Eating, Prevalensi, Usia, Jenis Kelamin

Abstract

Latar Belakang: Emotional eating adalah kecenderungan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan, khususnya yang tinggi gula, garam, dan lemak, sebagai respons terhadap emosi negatif. Ketidakmampuan mengendalikan kebiasaan emotional eating dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, misalnya obesitas, penyakit kardiovaskuler, dan memicu terjadinya perilaku makan yang tidak sehat, seperti bulimia nervosa dan gangguan makan berlebih.

Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non eksperimental dengan desain studi cross-sectional terhadap data primer dari responden penelitian yang berjumlah 75 orang.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jumlah 44 laki-laki terdapat 5 laki- laki (11,4%) yang mengalami emotional eating kategori rendah, 30 laki-laki (68,2%) yang mengalami emotional eating kategori sedang, 9 laki-laki (20,5%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Sedangkan, dari 31 perempuan terdapat 5 perempuan (16,1%) mengalami emotional eating kategori rendah, 22 perempuan (71%) mengalami emotional eating kategori sedang, 4 perempuan (12,9%) mengalami emotional eating kategori tinggi. Dari segi usia, baik usia 20-23 tahun mayoritas mengalami emotional eating. Tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating (p-value 0,842). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan emotional eating kategori rendah, sedang, dan tinggi (p-value 0,629).

Kesimpulan: Mayoritas responden mengalami emotional eating kategori sedang, Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan emotional eating, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata usia responden dengan responden yang mengalami emotional eating.

Author Biography

Mirna Albertina Wijaja, Universitas Pertahanan Republik Indonesia

Fakultas Kedokteran Militer

References

Ashurst, J., Van Woerden, I., Dunton, G., Todd, M., Ohri-Vachaspati, P., Swan, P., & Bruening, M. (2018). The Association among Emotions and Food Choices in First-Year College Students Using mobile-Ecological Momentary Assessments. BMC Public Health, 18(1), 1–9.

Dewi S, K. S. P., Widnyana, M., Wahyuni, N., & Narta Dewi, A. A. N. T. (2022). Hubungan Indeks Massa Tubuh (Imt) Dan Aktivitas Fisik Dengan Daya Tahan Kardiovaskuler Pada Remaja Di Denpasar. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 10(1), 38.

Fadilla, M. A. (2020). Pengaruh Body Image, Eating Disorder, Preferensi Makan,Serta Aktivitas Fisik Terhadap Fat Mass dan Fat-Free Mass pada Model Laki-Laki di Surabaya. Global Health, 167(1), 1–5.

Gita, A., Sekarini, A., Fitranti, D. Y., Fahmy, A., Tsani, A., & Noer, E. R. (2022). Hubungan Emotional Eating dan Kualitas Diet dengan Kenaikan Berat Badan pada Mahasiswi saat Pandemi Covid-19. Amerta Nutrition, 6(3), 272–280.

Hidayanti, D., Febriana, B., & Setyowati, W. E. (2023). Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Stres Pada Siswa Sma. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 000, 393–401.

Ignacio Jáuregui-Lobera, M. M.-M. (2018). Emotional Eating and Obesity. Intech, 11(tourism), 13.

Khotibuddin, M. (2018). Hubungan Depresi dan Perilaku Makan terhadap Berat Badan Lebih Mahasiswa Kedokteran. Nuklearmedizin. Nuclear Medicine, 35(3), 68–77.

Laila, N. N. (2013). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Gangguan Makan Pada Remaja Di Madrasah Aliyah Pembangunan UIN Jakarta. Skripsi Kesehatan Masyarakat, 1–210.

Meule, A., Reichenberger, J., & Blechert, J. (2018). Development and preliminary validation of the Salzburg Emotional Eating Scale. Frontiers in Psychology, 9(FEB).

Nur Najmi Jazila, & Slamet, A. R. (2018). Pengaruh Perbedaan Komitmen Organisasi Ditinjau Dari Gender Terhadap Turnover Labour Pada Ud. Klinik Laptop Paiton. E-Jurnal Riset Manajemen, 7(2), 46–58.

Pertiwi, M. N., & Ulandari, V. W. (2023). Hubungan Antara Stres dengan Kejadian Emotional Eating pada Pekerja Yang Melanjutkan Pendidikan Ekstensi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 02(01), 251–259.

Rohmah, N. (2022). The Stress And Emotional Eating Behavior In Students Of Universitas Negeri Semarang. Nutrizione: Nutrition Research And Development Journal, 2(1), 10–18.

Samuel, L., & Cohen, M. (2018). Expressive suppression and emotional eating in older and younger adults: An exploratory study. Archives of Gerontology and Geriatrics, 78(April), 127–131.

Trimawati, T., & Wakhid, A. (2018). Studi Deskriptif Perilaku Emotional Eating Mahasiswa yang Mengerjakan Skripsi di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Jurnal Smart Keperawatan, 5(1), 52.

Yau, Y. H. C., & Potenza, M. N. (2013). Stress and eating behaviors. Minerva Endocrinologica, 38 (3), 255–267.

Downloads

Published

2024-11-23

How to Cite

Wijaja, M. A. (2024). Prevalensi Emotional Eating Pada Kadet Mahasiswa Cohort 1 Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(1), 256–265. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.686