Kualitas Limbah Cair di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Sulawesi Selatan

Authors

  • Amina Ramadana N Institut Teknologi dan Kesehatan Permata Ilmu Maros
  • Kartini J Institut Teknologi dan Kesehatan Permata Ilmu Maros

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v2i2.295

Keywords:

Quality, Liquid Waste, Makassar Regional General Hospital

Abstract

In human life, water is an absolute necessity. Water is one of the most important necessities of life. Water is included in renewable natural resources, because it is continuously restored through the ongoing hydraulic cycle. The purpose of this study was to determine the description of the quality of liquid waste in Makassar Regional General Hospital. The research used was observational with a descriptive approach, namely to determine the study of the quality of liquid waste in Makassar Regional General Hospital. The TEMPERATURE parameter that the Makassar Regional General Hospital wastewater measurements based on the TEMPERATURE parameter in the morning and evening meet the requirements of 30ºC, this research is in accordance with research conducted by G. Nugroho Susanto, et al, 2008 On temperature measurements after further testing with the Smallest Real Difference (BNT) α = 0.05 there is no significant difference between one treatment and another treatment (Figure 4). The mean temperature of all treatments did not exceed the maximum limit of liquid waste quality standards for hospital activities, which is 30oC.

Author Biographies

Amina Ramadana N, Institut Teknologi dan Kesehatan Permata Ilmu Maros

Program Studi Administrasi Kesehatan

Kartini J, Institut Teknologi dan Kesehatan Permata Ilmu Maros

Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Perairan

References

Aditama, T.Y, 2003, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, UI Press, Jakarta

Agnes A.R dan R. Azizah. 2005. Perbedaan Kadar BOD, COD, TSS. Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol. 2, No.1, 110 Juli 2005 : 97 – 110.

Arthono, Andri. 2000. Perencanaan Pengolahan Limbah Cair Untuk Rumah Sakit Dengan Metode Lumpur Aktif. Media ISTA, 3 (2), 15-18.

Azwar Asrul, 1996, Pengantar Administarasi Kesehatan, edisi ke 3, Jakarta

Barlin. 1995. Analisis dan Evaluasi Hukum Tentang Pencemaran Akibat Limbah Rumah Sakit. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Jakarta.

Badan Riset Universitas Indonesia. Studi Kualitas Limbah Cair Rumah Sakit di Provinsi Maluku 2013; 3 (1): 6-7.

Bestari Alamsyah, 2007, Pengelolaan Limbah Di Rumah Sakit Pupuk Kaltim Bontang Untuk Memenuhi Baku Mutu Lingkungan, Tesis (Dipublikasikan), Pascasrana Undip

Djoko sasongko, 1991, Teknik Sumber Daya Air, Penerbit Erlangga Jakarta

Direktorat Jenderal P2MPLP Departemen Kesehatan RI. 2005. Pedoman Program Pemberantasan Penyakit berbasis lingkungan Untuk Penanggulangan demam tifoid Pada Balita Dalam Pelita VI. Jakarta

Depkes, 2010. Propil kesehatan Rumah Sakit Haji. Makassar

Departemen Kesehatan RI, 1994, Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Jakarta

Enri Damanhuri, 2009, Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun, Institut Teknologi Bandung

Falultas Kesehatan Masyarakat, 2011, Penuntun Penulisan Skripsi. FKM Unpacti, Makassar

G. Nugroho Susanto, dkk, 2008, Air Hasil Olahan Limbah Rumah Sakit Dampaknya Terhadap Laju Pertumbuhan Spesifik Dan Sintasan, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung, Lampung

Juli Soemirat Slamet, 2002, Kesehatan Lingkungan, Penerbit Universitas Gadjah Mada

J. Mukono. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan.: Airlangga University Press Surabaya

Kumpulan Makalah Seminar K3 RS Persahabatan,2002, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Penerbit Universitas Indonesia

Mangku Sitepoe, 2002 Usaha Mencegah Pencemaran Udara, Penerbit Grasindo Met Calf dan Eddy Inc, Waste Water Engineering, Treatment, Disposal, Re use, Mc Graw-Hill Book Co 1979

M. Arifin, 2008, Pengaruh Limbah Rumah Sakit Terhadap Kesehatan, Nurkhalis, 2002, Limbah Rumah Sakit, Perlu Pengelolaan dan Monitoring,

Permen LH No.68/MENLH/2016, tentang Baku Mutu Limbah Air Limbah Domestik. Jakarta.

Rahmwati Agnes Anita dan Azizah. R, 2003, Perbedaan Kadar BOD, COD, TSS, Dan MPN Coliform Pada Air Limbah, Sebelum Dan Sesudah Pengolahan Di Rsud Nganjuk, Jurnal Kesehatan Lingkungan, VOL. 2, NO.1, JULI 2005

Sutrisno, Totok dkk, 2004, Teknologi Penyediaan Air Bersih, Jakarta, Rineka Cipta.

Soekidjo Notoatmodjo. 1997. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Sopiyudin Dahlan. 2004. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarata. PT. Arkans

Salmin, 2005, Oksigen Terlarut (Do) Dan Kebutuhan Oksigen Biologi (Bod) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan, Oseana, Volume XXX, Nomor 3, 2005 : 21 – 26

Srianingsih, S., Wijaya, A., Nasution, T. A., Anto, S., Muhajrin, M., Rauf, N. I., & Yusfik, Y. (2022). Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Lingkungan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 53–56. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i1.41

Wati Ristina R, 2008, Penentuan Kadar Fosfat dan COD Pada Proses Pengolahan Air Limbah PT Sinar Oleochemical International, Medan

Watik P. 2002. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Downloads

Published

2024-02-21

How to Cite

N, A. R., & J, K. (2024). Kualitas Limbah Cair di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Sulawesi Selatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(2), 278–289. https://doi.org/10.59585/bajik.v2i2.295