Hubungan Promosi Kesehatan Tentang Anemia Dengan Perilaku Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Sebagai Calon Ibu
The Relationship Between Health Promotion Regarding Anemia and Anemia-Prevention Behavior Among Adolescent Girls as Future Mothers
Keywords:
Anemia, Calon Ibu, Promosi Kesehatan, Remaja Putri, Perilaku PencegahanAbstract
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri. Kondisi anemia pada masa remaja dapat berlanjut hingga masa kehamilan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi ibu dan janin. Promosi kesehatan mengenai anemia diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong remaja putri melakukan perilaku pencegahan, seperti mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan zat besi, mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan menerapkan pola hidup sehat. Tujuan: Mengetahui hubungan promosi kesehatan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri sebagai calon ibu. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah paparan promosi kesehatan tentang anemia, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan anemia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Sebagian besar responden memperoleh promosi kesehatan tentang anemia dalam kategori baik, yaitu 68 orang (61,8%). Perilaku pencegahan anemia dalam kategori baik ditemukan pada 65 orang (59,1%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara promosi kesehatan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri (p=0,002). Remaja putri yang memperoleh promosi kesehatan dalam kategori baik lebih banyak menunjukkan perilaku pencegahan anemia yang baik dibandingkan responden dengan paparan promosi kesehatan yang kurang. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara promosi kesehatan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri sebagai calon ibu. Promosi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan perlu ditingkatkan melalui sekolah, keluarga, tenaga kesehatan, dan media edukasi yang mudah diakses remaja.
References
Abioye AI, Bromage S, Fawzi WW. Effect of micronutrient supplementation on cognitive outcomes in children and adolescents: a systematic review. Nutr Rev. 2020;78(11):932-51.
Allen LH. Anemia and iron deficiency: effects on pregnancy outcome. Am J Clin Nutr. 2000;71(5 Suppl):1280S-4S.
Beck KL, Conlon CA, Kruger R, Heath ALM. Dietary determinants of and possible solutions to iron deficiency for young women living in industrialized countries. Nutrients. 2014;6(9):3747-76.
Beard JL. Why iron deficiency is important in infant development. J Nutr. 2008;138(12):2534-6.
Cakrawati R, C. R., & Ilham, R. (2026). Siaga Diabetes: Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Deteksi Dini Dan Pengendalian Risiko Diabetes Melitus: Diabetes Alert: A Community Empowerment Program Through Early Detection and Risk Control of Diabetes Mellitus. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 45–52. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1785
Gibson RS, Heath ALM, Szymlek-Gay EA. Is iron and zinc nutrition a concern for adolescents? Am J Clin Nutr. 2014;100 Suppl 6:1656S-62S.
Hallberg L, Hulthén L. Prediction of dietary iron absorption: an algorithm for calculating absorption and bioavailability of dietary iron. Am J Clin Nutr. 2000;71(5):1147-60.
Kassebaum NJ. The global burden of anemia. Hematol Oncol Clin North Am. 2016;30(2):247-308.
McLean E, Cogswell M, Egli I, Wojdyla D, de Benoist B. Worldwide prevalence of anaemia, WHO Vitamin and Mineral Nutrition Information System, 1993–2005. Public Health Nutr. 2009;12(4):444-54.
Mielgo-Ayuso J, Aparicio-Ugarriza R, Olza J, Aranceta-Bartrina J, Gil Á, Ortega RM, et al. Iron status and its association with diet and physical activity in adolescents. Nutrients. 2018;10(12):1954.
Ministry of Health Republic of Indonesia. Pedoman pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia; 2020.
Ministry of Health Republic of Indonesia. Pedoman pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan wanita usia subur. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia; 2018.
Nurharlinah, N., & R, C. (2026). Pendampingan Penerapan Konsep Isi Piringku Untuk Meningkatkan Perilaku Makan Sehat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1308–1315. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i3.1270
Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., Cakrawati R, C. R., Dasaryandi , K. R., & Nasution, N. (2026). Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 985–991. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1586
Stoltzfus RJ, Dreyfuss ML. Guidelines for the use of iron supplements to prevent and treat iron deficiency anemia. Washington DC: International Nutritional Anemia Consultative Group; 1997.
United Nations Children's Fund. Adolescents, diets and nutrition: health and well-being. New York: UNICEF; 2019.
World Health Organization. Guideline: daily iron supplementation in adult women and adolescent girls. Geneva: World Health Organization; 2016.
World Health Organization. Guideline on haemoglobin cutoffs to define anaemia in individuals and populations. Geneva: World Health Organization; 2024.
World Health Organization. Anaemia in women and children. Geneva: World Health Organization; 2024.
World Health Organization. Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): guidance to support country implementation. Geneva: World Health Organization; 2017.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhalinah, Cakrawati R Cakrawati R, Rezqiqah Aulia Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




