Kualitas Tidur Sebagai Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Berbagai Kelompok Pekerja: A Systematic Review
Sleep Quality as a Factor Associated with Work-Related Fatigue Across Various Groups of Workers: A Systematic Review
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1870Keywords:
Kualitas Tidur, Kelelahan Kerja, Pekerja, Kesehatan Kerja, Systematic ReviewAbstract
Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menurunkan konsentrasi, produktivitas, kinerja, serta meningkatkan risiko kesalahan dan kecelakaan kerja. Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang dapat dimodifikasi dan berpotensi berhubungan dengan kelelahan kerja pada berbagai kelompok pekerja. Systematic review ini bertujuan untuk merangkum bukti mengenai hubungan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada populasi pekerja yang beragam. Tujuh artikel penelitian asli yang diterbitkan pada tahun 2018–2025 dianalisis menggunakan sintesis naratif deskriptif. Seluruh penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan potong lintang atau observasional analitik dan melibatkan 564 responden secara keseluruhan. Kualitas tidur sebagian besar diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kelelahan kerja umumnya diukur menggunakan Subjective Self-Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Enam penelitian melaporkan hubungan yang bermakna antara kualitas tidur yang buruk dan tingkat kelelahan kerja atau keluhan kelelahan yang lebih tinggi. Satu penelitian pada perawat dengan sistem rotasi shift 2-2-2(2) tidak menemukan hubungan yang bermakna antara sistem shift, kualitas tidur, dan kelelahan. Variasi hasil menunjukkan bahwa hubungan kualitas tidur dan kelelahan kerja dapat dipengaruhi oleh jadwal kerja, beban kerja fisik dan mental, usia, masa kerja, serta karakteristik lingkungan kerja. Upaya peningkatan kualitas tidur, pengaturan jadwal kerja, penyediaan waktu istirahat, dan pemantauan kelelahan perlu dipertimbangkan dalam program K3. Penelitian longitudinal dan analitik dengan pengendalian faktor perancu masih diperlukan.
References
Desianti, N.K.E.P. and Dwiyanti, E. (2025) ‘Analisis hubungan masa kerja dan kualitas tidur dengan keluhan kelelahan kerja di PT ABC Jawa Timur’, Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), pp. 4552–4558.
Maharani, D.P., Wiediartini and Disrinama, A.M. (2024) ‘Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja pabrik pengolahan pangan’, Proceedings of the 8th Conference on Safety Engineering and Its Application.
Mustakim, M. and Pratiwi, A.P. (2025) ‘Hubungan usia, masa kerja dan kualitas tidur dengan tingkat kelelahan pada tenaga kerja bongkar muat’, Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 10(1).
Rizky, K. and Hendra (2018) ‘Relationship of sleep quality and perceived fatigue among nurses at the Cibinong Regional Public Hospital, 2017’, in International Conference of Occupational Health and Safety (ICOHS-2017), KnE Life Sciences, pp. 399–406. doi:10.18502/kls.v4i5.2570.
Saikhunuddin and Widajati, N. (2024) ‘Correlations of shift work 2-2-2(2) rotation on sleep quality and fatigue of nurses Ibnu Sina Gresik General Hospital’, Journal of Vocational Health Studies, 8, pp. 28–34. doi:10.20473/jvhs.V8.I1.2024.28-34.
Sari, C.P., Sulistyorini, A., Marji, Fanani, E. and Tama, T.D. (2025) ‘Hubungan repetitive motion, beban kerja, shift kerja, dan kualitas tidur dengan kelelahan kerja pada petugas aviation security’, National Journal of Occupational Health and Safety, 6(1), pp. 29–45. doi:10.7454/njohs.v6i1.1082.
Yulia, A. and Yunashastuti, R. (2024) ‘Hubungan antara shift kerja, kualitas tidur dan durasi kerja terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun’, Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat, 3(2), pp. 100–109
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maharani Dwi, Handrian Rahman Purawijaya, Elisha Yochanan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




