Health Education Pilar 1 & 3 STBM Terhadap Penurunan Stunting Pada Negeri-Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kab. Maluku Tengah

Health Education Pillars 1 & 3 of the Integrated Community-Based Learning (STBM) Program to Reduce Stunting In the Five Districts of Leihitu Central Maluku Regency

Authors

  • M Fadly Kaliky Poltekes Kemenkes Maluku
  • Lesli Latumanuwy Poltekkes Kemenkes Maluku
  • Kasman Lestaluhu Poltekkes Kemenkes Maluku

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1724

Keywords:

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, STBM Pilar 1, STBM Pilar 3, Stunting, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga

Abstract

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk mengubah perilaku sanitasi, termasuk penanganan stunting melalui intervensi sensitif. Masalah sanitasi seperti buang air besar sembarangan (BABS) dan kurangnya pengelolaan air minum serta makanan rumah tangga (PAM-RT) berisiko memicu infeksi enterik yang berkontribusi terhadap kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan STBM Pilar 1 (Stop BABS) dan Pilar 3 (PAM-RT) serta hubungannya dengan upaya penurunan stunting di Dusun Waimuli, Negeri Lima. Penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 59 kepala keluarga yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada rentang usia 31–55 tahun (88,1%) dan berjenis kelamin perempuan (52,5%). Sebanyak 49,2% (29 KK) responden tidak memenuhi syarat pada Pilar 1 (Stop BABS), dan 55,9% (33 KK) tidak memenuhi syarat pada Pilar 3 (PAM-RT). Perilaku BABS di pantai/kali serta penyimpanan makanan dan air minum dalam wadah terbuka menjadi faktor risiko utama penularan infeksi lingkungan di wilayah tersebut. Dapat disimpulkan bahwa penerapan STBM Pilar 1 dan Pilar 3 di Dusun Waimuli masih tergolong rendah sehingga berpotensi menjadi faktor risiko berkembangnya kejadian stunting. Disarankan kepada pihak Puskesmas dan pemerintah negeri untuk meningkatkan pemicuan STBM, pengawasan higiene sanitasi, serta penyediaan sarana sanitasi yang memadai bagi masyarakat

References

Azzahra, S., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan Environmental Enteropathy dan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), 145–152.

Imani, N. (2020). Stunting pada Anak: Pemicu, Akibat, dan Penanggulangannya. Jakarta: Penerbit Medika Utama.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lopa, A., Rahim, R., & Arman, A. (2022). Hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (SABS) dengan Upaya Penurunan Angka Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(1), 35–42.

Opu, S., Tosepu, R., & Rahmantia, R. (2021). Analisis Penerapan STBM Pilar I terhadap Kejadian Stunting pada Anak Balita. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 13(3), 201–208.

Siswati, S. (2018). Kesehatan Lingkungan dan Masalah Gizi Masyarakat. Yogyakarta: Deepublish.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2022). Laporan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Kementerian Kesehatan RI.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). (2017). 100 Kabupaten/Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Stunting (Ringkasan). Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

UNICEF. (1990). Strategy for Improved Nutrition of Children and Women in Developing Countries. New York: UNICEF Policy Review.

UNICEF, WHO, & World Bank Group. (2020). Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of the 2020 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Kaliky, M. F., Latumanuwy, L., & Lestaluhu , K. (2026). Health Education Pilar 1 & 3 STBM Terhadap Penurunan Stunting Pada Negeri-Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kab. Maluku Tengah : Health Education Pillars 1 & 3 of the Integrated Community-Based Learning (STBM) Program to Reduce Stunting In the Five Districts of Leihitu Central Maluku Regency. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1495–1501. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1724