Efektivitas Video Edukasi Interaktif Berbasis QR Code Terhadap Literasi Kesehatan Seksual Dan Reproduksi Remaja Putri
The Effectiveness of QR Code-Based Interactive Educational Videos on Sexual and Reproductive Health Literacy of Adolescent Girls
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1703Keywords:
Video Edukasi Interaktif, QR Code, Literasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Remaja PutriAbstract
Latar Belakang: Literasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja putri di Indonesia masih rendah, sementara angka kehamilan usia remaja, infeksi menular seksual, dan pernikahan dini tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Media edukasi konvensional dinilai kurang interaktif dan kurang menjangkau kebiasaan digital remaja masa kini. Video edukasi interaktif berbasis QR code berpotensi meningkatkan literasi kesehatan reproduksi karena mudah diakses, dapat diulang secara mandiri, dan sesuai dengan preferensi belajar remaja berbasis gawai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas video edukasi interaktif berbasis QR code terhadap literasi kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja putri di SMA Negeri 5 Palu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experiment one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 50 remaja putri yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner literasi kesehatan seksual dan reproduksi yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis secara univariat, dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata skor literasi kesehatan seksual dan reproduksi meningkat dari 58,4 (kategori cukup) pada pretest menjadi 82,7 (kategori baik) pada posttest, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Video edukasi interaktif berbasis QR code efektif meningkatkan literasi kesehatan seksual dan reproduksi remaja putri sehingga dapat direkomendasikan sebagai media promosi kesehatan di sekolah
References
Arif Rahman, Nurul Jannah, & Ayatullah. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV-AIDS. Citra Delima, 6(2), 119–123. https://doi.org/10.33862/citradelima.v6i2.331
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (SKAP) 2023. Jakarta: BKKBN.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Profil Statistik Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2024. Jakarta: BPS.
Idriani, Ernirita, Awaliah, Widiastuti, E., Zuryati, M., Setiyono, E., Rochanah, S., & Sukma, F. (2026). Efektifitas edukasi kesehatan reproduksi dengan menggunakan video terhadap pengetahuan remaja. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 12(1). https://doi.org/10.33023/jikep.v12i1.3145
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pelayanan Kesehatan (Yankes). (2023). Kesehatan reproduksi remaja: permasalahan dan upaya pencegahan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/29/kesehatan-reproduksi-
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan Perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan IV Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI.
Kustin, K., & Handayani, Y. (2024). Konseling teman tentang keterampilan reproduksi kesehatan remaja. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 10(1). https://doi.org/10.25311/keskom.vol10.iss1.1647
Munadi, Y. (2013). Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Referensi.
Notoatmodjo, S. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Peneliti (2024). Implementasi teknologi QR code untuk edukasi pada posyandu dan masjid. Sinar Sang Surya: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2).
Peneliti (2024). Penerapan edukasi dengan media QR code SICETING (Sigap Cegah Stunting) dalam meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila.
Peneliti (2025). Validitas media pembelajaran interaktif berbasis QR code terintegrasi model pembelajaran PBL pada siswa SMP. Jurnal Pendidikan.
Peneliti Jurnal MAHESA. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dengan kesehatan reproduksi remaja. Malahayati Health Student Journal, 5(1).
Peneliti Jurnal PROTEIN. (2025). Pengaruh media edukasi berbasis video terhadap tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi di SMA Muhammadiyah 1 Pontianak. Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 3(2), 9–20. https://doi.org/10.61132/protein.v3i2.1097
Peneliti Jurnal Sagita. (2025). Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja. Future: Jurnal Kesehatan, 6(2).
Peneliti Poltekkes Jakarta I. (2024). Pengaruh penggunaan QR code terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil di Puskesmas Cibeber Kota Cilegon. Jurnal Kesehatan Gigi, 11(2), 81–90.
Peneliti STIKes RSPAD Gatot Subroto. (2023). Membangun aplikasi berbasis android untuk edukasi kesehatan reproduksi remaja putri. Repositori STIKes RSPAD Gatot Subroto.
Peneliti Universitas Bakti Indonesia. (2024). Efektifitas video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang TRIAD KRR. Jurnal Kesehatan.
Peneliti Universitas Panca Marga. (2025). Pendidikan dan komunikasi dalam kesehatan reproduksi remaja: systematic literature review terhadap faktor risiko dan strategi intervensi. Jurnal Pengabdian dan Penelitian (JPP), 5(1).
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.
The Indonesian Institute. (2025). Penguatan kebijakan kesehatan reproduksi remaja. Policy Brief, Deputi R3, Kemenko PMK.
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) News Portal. (2025). Pentingnya kesehatan reproduksi remaja. https://news.uad.ac.id/pentingnya-kesehatan-reproduksi-remaja/
Wahyudi, G., & Raharjo, R. (2024). Pendidikan kesehatan reproduksi melalui video edukasi pada remaja SMK. Jurnal Lentera, STIKES Yarsi Mataram.
World Health Organization (WHO) Indonesia. (2025). Tahun baru, kesempatan baru: upaya Indonesia segera meningkatkan kesehatan reproduksi, ibu, bayi baru lahir, anak, dan remaja. https://www.who.int/indonesia
World Health Organization (WHO). (2024). Adolescent Pregnancy: Key Facts. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anna Veronica Pont, Sri Restu Tempali , Olkamin J. Longulo , Mardiani Mangun , Mercy Joice Kaparang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




