Pengaruh Edukasi Media Audio Visual Tentang Keputihan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri
The Impact of Audio-Visual Media Education on Vaginal Discharge on Increasing Adolescent Girls' Knowledge
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1679Keywords:
Media Audiovisual, Keputihan, Pengetahuan , Remaja PutriAbstract
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja putri. Kurangnya pengetahuan mengenai perbedaan keputihan fisiologis dan patologis dapat menyebabkan remaja kurang tepat dalam melakukan pencegahan. Media audio visual dapat menjadi sarana edukasi yang efektif karena mampu menstimulasi indera penglihatan dan pendengaran secara bersamaan sehingga informasi lebih mudah dipahami dan diingat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media audio visual tentang keputihan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri di SMA Negeri 3 Makassar Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 48 siswi kelas X. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi audio visual. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pengetahuan responden berada pada kategori cukup (62,5%), baik (35,4%), dan kurang (2,1%). Setelah edukasi, pengetahuan meningkat menjadi kategori baik (79,2%) dan cukup (20,8%), tanpa responden dalam kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p = 0,002 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang keputihan.
References
Hermanses, S. S., & Kotarumalos, S. S. (2022). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan tentang fluor albus pada remaja puteri SMP Negeri 9 Ambon. Jurnal Kebidanan, 2(1), 44–50. doi:10.32695/jbd.v2i1.340
Juliansyah, E., & Zulfani, S. (2021). Upaya peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan keputihan (flour albus) pada siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sintang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi, 1(2), 228–240.
Kurnia, S. A., & Hidayah, F. N. (2025). Efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan di MTsN 1 Babakan. Lentera Pengabdian, 3(4), 370–378. doi:10.59422/lp.v3i04.1078
Lestari, S., Abdullah, M. A., Luh, N., & Anggraeny, A. (2024). Pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pengetahuan tentang keputihan. Jurnal Bidan Cendrawasih Palu (JBCP), 6, 17–24.
Nisa, Z. L. K., Astuti, D., & Nasriyah, N. (2025). Pengaruh pemberian edukasi pencegahan keputihan menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan remaja putri di SMK NU Miftahul Falah Kudus. Nusantara Hasana Journal, 5(3), 459–471.
Putri, M. A., Nulhakim, L., & Raihanah, S. (2023). Efektifitas pendidikan kesehatan dengan media audiovisual gerak dan leaflet terhadap pencegahan keputihan pada remaja putri. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(12), 2528–2535. Retrieved from https://journal.ikopin.ac.id/index.php/humantech/article/view/3833
Setiyawan, H. (2021). Pemanfaatan media audio visual dan media gambar pada siswa kelas V. Jurnal Prakarsa Paedagogia, 3(2), 198–203. doi:10.24176/jpp.v3i2.5874
Subiningtyas, A. P. (2024). Pengaruh edukasi tentang keputihan melalui video terhadap pengetahuan remaja putri di SMKN 2 Purworejo [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang]. Retrieved from https://repositori.unimma.ac.id/4461/
Suwanti, S., Julyartha, Y. P., & Najahah, I. (2022). Pengaruh edukasi dengan media video terhadap pengetahuan dan perilaku remaja untuk mencegah keputihan. Jurnal Midwifery Update (MU), 4(2), 108–118. doi:10.32807/jmu.v4i2.149
World Health Organization. (2023). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation (2nd ed.). Geneva, Switzerland: World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/9789240081765
World Health Organization. (2024). Recommendations for the treatment of Trichomonas vaginalis, Mycoplasma genitalium, Candida albicans, bacterial vaginosis and human papillomavirus (anogenital warts). Geneva, Switzerland: World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/publications/i/item/9789240096370
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Salina Salina, Nur Ummul Khaerat, Nur Aisyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




