Intervensi Edukasi Klinis Berbasis Pharmaceutical Care Guna Meminimalkan Risiko Medication Error Pascadispensing Terkait Beyond Use Date (BUD) Di Apotek Karanggayam Tahun 2026
Pharmaceutical Care-Based Clinical Educational Intervention to Minimize Post-Dispensing Medication Error Risks Related to Beyond-Use Date (BUD) at Karanggayam Pharmacy in 2026
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1628Keywords:
Pharmaceutical Care, Edukasi Klinis, Medication Error, Beyond Use Date, DispensingAbstract
Latar Belakang: Kesalahan penggunaan obat tidak hanya dapat terjadi pada tahap peresepan, penyiapan, dan penyerahan obat, tetapi juga setelah obat diterima oleh pasien. Salah satu masalah yang berpotensi terjadi adalah penggunaan obat yang telah melewati Beyond Use Date (BUD), khususnya pada obat yang telah dibuka, dikemas ulang, atau diracik. Pemahaman pasien mengenai BUD menjadi bagian penting dalam pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada keselamatan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi klinis berbasis pharmaceutical care terhadap pengetahuan pasien dan risiko medication error pascadispensing terkait Beyond Use Date. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif quasi-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Penelitian melibatkan 72 pasien yang menerima obat di Apotek Karanggayam. Responden diberikan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi klinis mengenai BUD, penyimpanan obat, pelabelan, serta pembuangan obat yang tidak digunakan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Sebelum intervensi, sebanyak 21 responden (29,2%) memiliki pengetahuan baik, 32 responden (44,4%) memiliki pengetahuan cukup, dan 19 responden (26,4%) memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi, sebanyak 57 responden (79,2%) memiliki pengetahuan baik, 13 responden (18,1%) memiliki pengetahuan cukup, dan 2 responden (2,7%) memiliki pengetahuan kurang. Nilai median pengetahuan meningkat dari 65 menjadi 88. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi (p<0,001). Kesimpulan: Edukasi klinis berbasis pharmaceutical care berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pasien mengenai BUD dan berpotensi meminimalkan risiko medication error pascadispensing. Konseling mengenai BUD perlu diintegrasikan dalam pelayanan kefarmasian rutin.
References
Alomi YA, Alghamdi SJ, Alattyh RA, Elshenawy RA, Alsharif A, Albusalih FA, et al. Pharmaceutical care and medication safety: a systematic approach to improving patient outcomes. J Pharm Bioallied Sci. 2020;12(4):1-8.
Ashworth RLD, Ayers P, Bassani G, Cordes B, Davidson G, Elder EJ Jr, et al. Stability reference document for pharmaceutical compounding. Rockville (MD): United States Pharmacopeia; 2024. doi:10.31003/USPNF_S203286_10101_01.
Christina. Beyond use date produk non steril. Rasional. 2012;10(3):19-21.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Beyond use date berdasarkan sediaan obat. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2024.
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Apa itu beyond use date. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2024.
Flynn EA, Barker KN, Carnahan BJ. National observational study of prescription dispensing accuracy and safety in 50 pharmacies. J Am Pharm Assoc. 2003;43(2):191-200.
Franklin BD, O'Grady K, Donyai P, Jacklin A, Barber N. The impact of a barcode scanning system on dispensing errors in a hospital pharmacy. Qual Saf Health Care. 2007;16(4):279-83.
Institute for Safe Medication Practices. Medication errors: causes, prevention, and patient safety strategies. Horsham (PA): Institute for Safe Medication Practices; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di apotek. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2016.
Kusuma I, Octaviani P, Muttaqin C, Lestari A, Rudiyanti F, Sa'diah H. Upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap beyond use date di Desa Kecepit, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Pelita Abdi Masyarakat. 2020;1(1):22-29.
National Coordinating Council for Medication Error Reporting and Prevention. What is a medication error? New York: NCC MERP; 2015.
Pharmaceutical Society of Australia. Professional practice standards: medication management review and clinical interventions. Canberra: Pharmaceutical Society of Australia; 2020.
United States Pharmacopeia. General chapter <795>: pharmaceutical compounding—nonsterile preparations. Rockville (MD): United States Pharmacopeia; 2022. doi:10.31003/USPNF_M99595_06_01.
World Health Organization. Medication without harm: global patient safety challenge on medication safety. Geneva: World Health Organization; 2017.
World Health Organization. Medication safety in high-risk situations. Geneva: World Health Organization; 2019. WHO/UHC/SDS/2019.10.
World Health Organization. Medication without harm: policy brief. Geneva: World Health Organization; 2024. ISBN 978-92-4-006276-4.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisah Mahanani, Rr. Erni Kusuma Putri, Puput Eka Suryani, Irma Nurhidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




