Evaluasi Pemahaman Dan Identifikasi Kesulitan Mahasiswa Dalam Mengkaji Masalah Kesehatan Reproduksi
Evaluating Student Understanding and Identifying Difficulties in Analyzing Reproductive Health Issues
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1612Keywords:
Pemahaman Mahasiswa, Kesehatan Reproduksi, Pengkajian, Kesulitan Belajar, Mahasiswa KesehatanAbstract
Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan yang membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk memahami konsep, mengenali tanda dan gejala masalah reproduksi, melakukan pengkajian, serta menentukan tindakan yang sesuai. Kemampuan tersebut penting bagi mahasiswa kesehatan sebagai calon tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat pemahaman dan mengidentifikasi kesulitan mahasiswa dalam mengkaji masalah kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian berjumlah 46 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup pemahaman mengenai konsep kesehatan reproduksi, sistem reproduksi, infeksi saluran kemih, gangguan menstruasi, keputihan, infeksi reproduksi, kanker payudara, kanker leher rahim, penyakit menular seksual, endometriosis, PCOS, deteksi dini, serta kemampuan mengidentifikasi dan menentukan tindakan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor pemahaman responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman mahasiswa adalah 89,93 dari 100, dengan median 91,50. Skor terendah adalah 58 dan skor tertinggi 100. Sebagian besar mahasiswa menunjukkan tingkat pemahaman yang baik, namun masih terdapat mahasiswa dengan skor relatif rendah yang menunjukkan adanya kesulitan pada aspek tertentu dalam mengidentifikasi tanda bahaya, membedakan kondisi normal dan abnormal, serta menentukan tindakan yang tepat. Kesimpulan: Secara umum pemahaman mahasiswa mengenai masalah kesehatan reproduksi berada pada tingkat baik. Meskipun demikian, masih diperlukan penguatan pembelajaran terutama pada keterampilan analisis kasus, identifikasi tanda bahaya, deteksi dini, dan pengambilan keputusan klinis.
References
American College of Obstetricians and Gynecologists. Committee Opinion No. 770: adolescents and long-acting reversible contraception: implants and intrauterine devices. Obstet Gynecol. 2019;133(2):e50-60.
Ari, A., Dewi, R., & Devin, D. (2025). Pemeriksaan Tes Rutin Untuk Setiap Pasien Hamil Antara Usia Kehamilan 28 Dan 32 Minggu Untuk Diagnosis Dini Hipertensi Kehamilan (Roll Over Test) Pada Ibu Hamil Trimester III. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 638–642. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.679
Goldfarb ES, Lieberman LD, Conklin K. Three decades of evidence: promising approaches to effective comprehensive sex education. J Adolesc Health. 2026;78(1):19-34.
Hossain M, McIntosh C, Moore M, et al. Exploring the impact of health literacy on fertility awareness and reproductive health in university students: a systematic review. Medicina (Kaunas). 2025;61(7):123.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi terpadu di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNFPA. Modul pendidikan kesehatan reproduksi remaja luar sekolah. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, UNFPA. Modul pendidikan kesehatan reproduksi remaja tingkat SMP dan sederajat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.
Lohan M, López A. Comprehensive sexuality education: an overview of the international systematic review evidence. Paris: UNESCO; 2023.
Nutbeam D. Health literacy as a public health goal: a challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. Health Promot Int. 2000;15(3):259-67.
Nurlitasari, P., Yuliani, F. C., & Fajri, R. (2026). Hubungan Kepatuhan Persiapan Pasien Dengan Keberhasilan Kolonoskopi Di Rumah Sakit Altius Harapan Indah Bekasi. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 867–875. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1551
Rodríguez-García A, Botello-Hermosa A, Borrallo-Riego Á, Guerra-Martín MD. Effectiveness of comprehensive sexuality education to reduce risk sexual behaviours among adolescents: a systematic review. Sexes. 2025;6(1):6.
Sørensen K, Van den Broucke S, Fullam J, Doyle G, Pelikan J, Slonska Z, et al. Health literacy and public health: a systematic review and integration of definitions and models. BMC Public Health. 2012;12:80.
UNESCO. International technical guidance on sexuality education: an evidence-informed approach. Revised ed. Paris: UNESCO; 2018.
UNESCO, UNAIDS, UNFPA, UNICEF, UN Women, WHO. The journey towards comprehensive sexuality education: global status report. Paris: UNESCO; 2021.
UNFPA. International technical and programmatic guidance on out-of-school comprehensive sexuality education: an evidence-informed approach for non-formal, out-of-school programming. New York: UNFPA; 2020.
World Health Organization. WHO recommendations on adolescent sexual and reproductive health and rights. Geneva: World Health Organization; 2018.
World Health Organization. Comprehensive sexuality education: questions and answers. Geneva: World Health Organization; 2023.
World Health Organization. Competency and outcomes framework for adolescent health and well-being. Geneva: World Health Organization; 2025.
World Health Organization. Comprehensive sexuality education. Geneva: World Health Organization; 2026.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ratna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




