Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil: Studi Cross Sectional Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sumaling Kecamatan Mare Kabupaten Bone Tahun 2026

Authors

  • A.Fitriani A.Fitriani Universitas Mega Buana Palopo
  • Andi Alim Universitas Mega Buana Palopo
  • Lina Fitriani Universitas Mega Buana Palopo
  • Ridwan Amiruddin Universitas Mega Buana Palopo

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1458

Keywords:

KEK, Ibu Hamil, Karakteristik Ibu Hamil

Abstract

Latar belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan kondisi kekurangan asupan energi dan protein yang berlangsung dalam waktu lama dan dapat berdampak terhadap kesehatan ibu serta pertumbuhan janin. Wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling masih menghadapi masalah Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil. Tujuan: Menganalisis hubungan umur ibu, pendidikan, usia kehamilan, paritas, pendapatan keluarga, dan pantangan makanan dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling Kecamatan Mare Kabupaten Bone Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar dan berdomisili aktif di wilayah kerja UPT Puskesmas Sumaling, dengan teknik total sampling sebanyak 56 responden. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan SPSS versi 21. Fisher’s Exact Test digunakan untuk tabel 2×2, sedangkan Fisher–Freeman–Halton Exact Test digunakan untuk variabel usia kehamilan yang berbentuk tabel 3×2. Tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Kekurangan Energi Kronik (KEK) ditemukan pada 8 responden (14,3%). Mayoritas responden berusia 20–35 tahun (69,6%), berpendidikan tinggi (78,6%), berada pada trimester II (51,8%), memiliki paritas risiko rendah (78,6%), pendapatan keluarga rendah (64,3%), dan tidak mendukung pantangan makanan (82,1%). Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur (p=0,688), pendidikan (p=0,348), usia kehamilan (p=0,103), paritas (p=0,180), pendapatan keluarga (p=1,000), maupun pantangan makanan (p=0,143) dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kesimpulan: Keenam variabel yang diteliti tidak berhubungan secara statistik dengan kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di wilayah penelitian. Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) tetap memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup pemantauan status gizi, pelayanan antenatal, edukasi gizi, suplementasi, serta intervensi gizi yang tepat sasaran.

References

Amaliah, F., Salam, A., & Virani, D. (2021). Does the age, income and food expenditure of pregnant have an impact on the incidence of chronic energy deficiency. Community Research of Epidemiology (CORE).

Amaliah, F., Salam, A., & Virani, D. (2021). oes the age, income and food expenditure of pregnant have an impact on the incidence of chronic energy deficiency. Community Research of Epidemiology (CORE).

American College of Obstetricians and Gynecologist. (2023). Nutrition During.

Arsita, R. H. (2023). Dokumentasi Kebidanan: Konsep & Aplikasi. andung: Kaizen Media Publishing

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2024). Peningkatan Kapasitas Kader Belajar Penyebab Ciri Dampak dan Penanganan Kekurangan Energi Kronik KEK Pada Ibu Hamil.

Benny, D. H., I. A., N. W., & N. k. (2024). Hubungan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah. WOMB Midwifery Journal, 3 (1) : 1 - 6.

Cholifah, S., & Rinata, E. (2022). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Kehamilan. Sidoarjo: Umsida Press.

Data Dinas Kabupaten Bone. (2026).

Data Puskesmas Sumaling. (2026).

Deswani, Desmarnita, U., & Mulyanti, Y. (2018). Asuhan Keperawatan Prenatal Dengan Pendekatan Neurosains.

Ellen Registayanti, F. Z. (2024). Hubungan Antara Pola Konsumsi Dan Sosial Budaya Dengan Kejadian. Jurnal Kesehatan.

Fakhriyah, d. (2021). Buku Ajar Kekurangan Energi Kronik (KEK). Yogyakarta: CV Mine.

Harna, S. M., A. M., D. R., & M. S. (2024). Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil. Yogyakarta: Penamudia Media.

Hidayati, F. (2011). Hubungan Antara Pola Konsumsi, Penyakit Infeksi dan Pantang Makanan Terhadap Resiko Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Ciputat Kota Tanggerang Selatan Tahun 2011. In Skripsi. Jakarta: Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah.

Ira, H. A. (2022). Asuhan Kebidanan Komunitas. Wineka Media

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis makanan tambahan balita dan ibu hamil. Direktorat Gizi Masyarakat.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Hasil utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Mulyaningrum, E. dkk. (2022). Hubungan faktor risiko dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Rahayu, K. K., Sekarini, N. N., Pratiwi, P. I., & Metasari, L. (2026). Analisis hubungan paritas dan usia ibu dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada ibu hamil. Journal of Holistics and Health Sciences, 8(1), 90–100.

Widyastuti, S. D., & Sugiarto, H. (2021). Kaitan pendidikan, umur, dan gravida dengan kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil yang bersalin di Praktik Bidan Mandiri “Y” Kabupaten Indramayu. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan.

Zein, E. R., Sulistiyani, & Nur Rachmawati, S. (2025). Hubungan antara pola konsumsi dan sosial budaya dengan kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan.

Downloads

Published

2026-08-09

How to Cite

A.Fitriani, A., Alim, A., Fitriani, L., & Amiruddin, R. (2026). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Ibu Hamil: Studi Cross Sectional Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Sumaling Kecamatan Mare Kabupaten Bone Tahun 2026. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 2105–2113. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1458