Analisis Risiko Dan Pengendalian Bahaya Laboratorium Berdasarkan Pendekatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Biosafety, Dan Biosecurity

Authors

  • Fitriana Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Astrid Siska Pratiwi Poltekkes Kemenkes Aceh

DOI:

https://doi.org/10.59585/bajik.v4i3.1387

Keywords:

K3 Laboratorium, Biosafety, Biosecurity, Analisis Risiko, Pengendalian Bahaya, Keselamatan Kerja.

Abstract

Laboratorium merupakan lingkungan kerja yang memiliki berbagai potensi bahaya, baik biologis, kimia, fisik, ergonomi, maupun mekanik. Aktivitas pemeriksaan spesimen, penggunaan bahan kimia berbahaya, pengoperasian peralatan laboratorium, serta pengelolaan limbah medis berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan paparan penyakit apabila tidak dikelola dengan baik. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), biosafety, dan biosecurity merupakan komponen penting dalam sistem manajemen laboratorium untuk melindungi tenaga laboratorium, pasien, masyarakat, serta lingkungan dari berbagai risiko yang mungkin terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan pengendalian bahaya laboratorium berdasarkan pendekatan K3, biosafety, dan biosecurity. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di laboratorium kesehatan dengan melibatkan seluruh petugas laboratorium menggunakan teknik total sampling sebanyak 35 responden. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan checklist K3 laboratorium, instrumen biosafety dan biosecurity berdasarkan WHO Laboratory Biosafety Manual edisi keempat, serta wawancara terstruktur. Penilaian risiko dilakukan menggunakan metode Risk Assessment Matrix berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan tingkat keparahan (severity). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahaya biologis memiliki tingkat risiko tertinggi, terutama akibat paparan spesimen infeksius dan benda tajam. Bahaya kimia berasal dari penggunaan reagen korosif, toksik, dan mudah terbakar, sedangkan bahaya fisik meliputi kebisingan, suhu, dan risiko kebakaran. Penerapan K3, biosafety, dan biosecurity secara umum telah berjalan dengan baik, namun masih ditemukan beberapa aspek yang memerlukan perbaikan, terutama dalam kepatuhan penggunaan alat pelindung diri, dokumentasi penilaian risiko, pengelolaan limbah biologis, serta pengendalian akses laboratorium. Pendekatan K3, biosafety, dan biosecurity merupakan strategi yang efektif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya laboratorium. Peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, pelatihan berkala, serta evaluasi sistem manajemen risiko diperlukan untuk menciptakan lingkungan laboratorium yang aman dan berkualitas.

References

Centers for Disease Control and Prevention. Biosafety in Microbiological and Biomedical Laboratories. 6th ed. Atlanta (GA): CDC; 2020.

Clinical and Laboratory Standards Institute. Protection of Laboratory Workers from Occupationally Acquired Infections. 4th ed. Wayne (PA): CLSI; 2020.

International Federation of Biomedical Laboratory Science. Guidelines for Biomedical Laboratory Safety. Hamilton: IFBLS; 2021.

International Labour Organization. Occupational Safety and Health Management Systems: Guidelines for a National Programme. Geneva: ILO; 2021.

International Organization for Standardization. ISO 15190:2020 Medical Laboratories—Requirements for Safety. Geneva: ISO; 2020.

International Organization for Standardization. ISO 35001:2019 Biorisk Management for Laboratories and Other Related Organisations. Geneva: ISO; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Laboratorium Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Standar Akreditasi Laboratorium Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

National Research Council. Prudent Practices in the Laboratory: Handling and Management of Chemical Hazards. Washington (DC): National Academies Press; 2011.

Occupational Safety and Health Administration. Laboratory Safety Guidance. Washington (DC): OSHA; 2020.

Rizki Andita Noviar, S.Kep, Ns ; Ramli Muhammad, S.pd, Akp, M.Kes ; Supriadin, S.Kep, Ns, M.Kep,(2026). Buku Ajar Dasar – Dasar Keperawatan (Landasan Konseptual, Teoritis dan Praktik Keperawatan Profesional). No. ISBN: 978-634-96835-1-7. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2026/01/15/buku-ajar-dasar-dasar-keperawatan-konsep-teori-dan-praktik-keperawatan-profesional/

Supriadin, S., Wahidah, W., & Lestari, A. W. (2024). Pengaruh Terapi Dingin Kompres Es Terhadap Perubaha Intesitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Di Desa Risa Wilayah Kerja Puskesmas Woha Tahun 2019. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(3), 525–536. https://doi.org/10.59585/bajik.v2i3.444

Sudaryono, S., Manurung, H., & Pannyiwi, R. (2024). The European Union’s (Eu) Contribution As A Global Defense And Security Actor In The International System. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 43–57. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i1.532

Saragih, H., Marunung, H., Harfika, M., Saputra, M. K. F., Treasa, A. D., Fitriana, F., & Pannyiwi, R. (2024). Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) Kolaborasi Universitas Pertahanan RI Dengan PMI Kota Bogor. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 346–352. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i3.357

World Health Organization. Global Guidance Framework for the Responsible Use of the Life Sciences. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization. Global Strategy on Infection Prevention and Control. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Guidance on Regulations for the Transport of Infectious Substances. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Health Security Interface between Biosafety and Biosecurity. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization. Infection Prevention and Control during Health Care. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization. Laboratory Biosafety Manual. 4th ed. Geneva: WHO; 2020.

World Health Organization. Laboratory Biosafety Manual: Risk Assessment. Geneva: WHO; 2022.

World Health Organization. Laboratory Quality Management System Handbook. Geneva: WHO; 2021.

World Health Organization. Safe Management of Wastes from Health-Care Activities. 2nd ed. Geneva: WHO; 2021.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Fitriana, & Pratiwi, A. S. (2026). Analisis Risiko Dan Pengendalian Bahaya Laboratorium Berdasarkan Pendekatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3), Biosafety, Dan Biosecurity. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1685–1693. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i3.1387