Analisis Hambatan Perawat Dalam Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi Di Komunitas
DOI:
https://doi.org/10.59585/bajik.v4i3.1372Keywords:
Perawat, Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Komunitas, HambatanAbstract
Edukasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular seksual, perencanaan kehamilan, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku seksual yang sehat dan bertanggung jawab. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas. Namun, pelaksanaan edukasi dapat menghadapi berbagai hambatan, baik yang berasal dari faktor individu perawat, masyarakat, sarana dan prasarana, waktu, maupun dukungan institusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan perawat dalam pemberian edukasi kesehatan reproduksi di komunitas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah perawat yang terlibat dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Sampel penelitian sebanyak 60 perawat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang mengukur hambatan individu, hambatan komunikasi, hambatan masyarakat dan budaya, hambatan sarana prasarana, hambatan waktu dan beban kerja, serta dukungan institusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Berdasarkan data simulasi, hambatan yang paling banyak dirasakan perawat adalah keterbatasan waktu dan beban kerja sebanyak 43 responden (71,7%), diikuti keterbatasan sarana dan media edukasi sebanyak 38 responden (63,3%), hambatan budaya dan norma masyarakat sebanyak 35 responden (58,3%), hambatan komunikasi sebanyak 29 responden (48,3%), dan keterbatasan pengetahuan atau keterampilan sebanyak 21 responden (35,0%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas (p < 0,05). Hambatan perawat dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi di komunitas bersifat multidimensional dan meliputi faktor waktu, beban kerja, sarana prasarana, budaya masyarakat, komunikasi, dan kompetensi. Diperlukan penguatan kapasitas perawat, penyediaan media edukasi, pengaturan beban kerja, serta dukungan institusi untuk meningkatkan efektivitas edukasi kesehatan reproduksi di komunitas.
Kata Kunci: Perawat, Edukasi Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Komunitas, Hambatan
References
Centers for Disease Control and Prevention. Sexually transmitted infections treatment guidelines, 2021. MMWR Recomm Rep. 2021;70(4):1-187.
Glanz K, Rimer BK, Viswanath K, editors. Health Behavior: Theory, Research, and Practice. 5th ed. San Francisco: Jossey-Bass; 2015.
International Council of Nurses. Guidelines on advanced practice nursing. Geneva: International Council of Nurses; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi terpadu di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2018.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2023.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan peduli remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
McQueen A, Swanson M, Young M. Health education and health promotion in community nursing practice. J Community Health Nurs. 2020;37(4):231-240.
Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2018.
Potter PA, Perry AG, Stockert PA, Hall AM. Fundamentals of Nursing. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2021.
Privetera , H. S., & Rohmi, R. (2026). Determinan Perilaku Seksual Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(3), 1543–1549. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/Barongko/article/view/1335
Pender NJ, Murdaugh CL, Parsons MA. Health Promotion in Nursing Practice. 7th ed. Boston: Pearson; 2015.
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik NDi Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Ramli, R., Pannyiwi, R., Musdalifah, M., Achmad, V. S., Saputra, M. K. F., & Mesa, N. D. K. (2024). Pendidikan Kesehatan dan Peningkatan Kesiapan Masyarakat Sebagai Bystender CPR dalam Pemberian Pertolongan Pertama Henti Jantung. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 665–672. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i4.486
Stanhope M, Lancaster J. Public Health Nursing: Population-Centered Health Care in the Community. 10th ed. St Louis: Elsevier; 2019.
Sahalessy, Y., Safidni , E., Manuntungi, A. E., Pannyiwi, R., & S, A. S. (2026). The Relationship Between Smoking Behavior And Respiratory Health Disorders. International Journal of Health Sciences, 4(1), 163–171. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i1.1113
United Nations Population Fund. State of World Population 2021. New York: UNFPA; 2021.
Wijayanti, L. A., & Cakrawati R, C. R. (2026). Sahabat Menopause: Pemberdayaan Perempuan Dalam Menghadapi Perubahan Fisiologis Dengan Bijak Dan Sehat. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1486–1500. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1342 .
World Health Organization. WHO guideline on self-care interventions for health and well-being. Geneva: World Health Organization; 2022.
World Health Organization. Comprehensive sexuality education: key concepts and approaches. Geneva: World Health Organization; 2018.
World Health Organization. Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): guidance to support country implementation. Geneva: World Health Organization; 2017.
World Health Organization. Reproductive health [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2024.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nursyahfitri Nursyahfitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



