Analisis Ketersediaan Dan Kondisi Sarana Prasarana Di Puskesmas Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur
Keywords:
Sarana Prasarana, Puskesmas, Ketersediaan, Kondisi Fasilitas, Pelayanan KesehatanAbstract
ABSTRACT
Limited infrastructure in remote community health centers remains a barrier to improving the quality of health services, while studies specifically evaluating their availability, condition, and compliance with the latest standards are still limited. This study aims to analyze the availability, condition, and compliance of infrastructure at the Gotowasi Community Health Center in South Maba District based on Ministry of Health standards. This study uses a quantitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research instrument is a checklist prepared based on community health center infrastructure and facilities standards. The results show that the level of infrastructure availability is in the sufficient category with a percentage of 68%. The condition of infrastructure in general is in the sufficient to good category, with the highest scores in the electricity indicator (88%), service space (85%), and sanitation (84%), and the lowest scores in the health information system (60%) and medical waste management (63%). In addition, the analysis results show that the facilities and infrastructure do not fully meet national standards, especially in the aspects of the health information system, medical waste management, and the availability of service transportation. These findings indicate the need to prioritize strengthening information technology infrastructure, medical waste management systems, and more targeted policy and budget support to improve the quality of health services in remote areas.
Keywords: Facilities And Infrastructure, Community Health Centers, Availability, Facility Condition, Health Services
ABSTRAK
Keterbatasan sarana prasarana di puskesmas daerah terpencil masih menjadi kendala dalam peningkatan mutu layanan kesehatan, sementara kajian yang secara spesifik mengevaluasi ketersediaan, kondisi, dan kesesuaiannya dengan standar terbaru masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan, kondisi, serta kesesuaian sarana prasarana di Puskesmas Gotowasi Kecamatan Maba Selatan berdasarkan standar Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar checklist disusun berdasarkan standar sarana dan prasarana puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana prasarana berada pada kategori cukup dengan persentase sebesar 68%. Kondisi sarana prasarana secara umum berada pada kategori cukup hingga baik, dengan nilai tertinggi pada indikator kelistrikan (88%), ruang pelayanan (85%), dan sanitasi (84%), serta nilai terendah pada sistem informasi kesehatan (60%) dan pengelolaan limbah medis (63%). Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa sarana dan prasarana belum sepenuhnya memenuhi standar nasional, terutama pada aspek sistem informasi kesehatan, pengelolaan limbah medis, dan ketersediaan transportasi pelayanan. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan prioritas pada penguatan infrastruktur teknologi informasi, sistem pengelolaan limbah medis, serta dukungan kebijakan dan anggaran yang lebih terarah guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di wilayah terpencil.
Kata Kunci: Sarana Prasarana, Puskesmas, Ketersediaan, Kondisi Fasilitas, Pelayanan Kesehatan
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman standar sarana dan
prasarana puskesmas. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022a). Transformasi sistem kesehatan
nasional. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022b). Aplikasi sarana, prasarana, dan
alat kesehatan (ASPAK). Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Profil kesehatan Indonesia tahun
Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Laporan evaluasi sarana dan
prasarana fasilitas kesehatan tingkat pertama. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang puskesmas. Kementerian
Kesehatan RI.
Kruk, M. E., Gage, A. D., Arsenault, C., et al. (2018). High-quality health systems in the
sustainable development goals era: Time for a revolution. The Lancet Global
Health, 6(11), e1196–e1252. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(18)30386-3
Labrique, A. B., Vasudevan, L., Kochi, E., Fabricant, R., & Mehl, G. (2018). Digital
health and health systems of the future. NPJ Digital Medicine, 1, 1–9.
https://doi.org/10.1038/s41746-017-0005-8
Leslie, H. H., Sun, Z., & Kruk, M. E. (2017). Service readiness of health facilities in low
income countries: Analysis of facility-based surveys. BMJ Global Health, 2(3),
e000490. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2017-000490
O’Donnell, O. (2007). Access to health care in developing countries: Breaking down
demand side barriers. Journal of Health Economics, 26(2), 296–315.
https://doi.org/10.1016/j.jhealeco.2006.09.004
Pratama, A., & Yusuf, M. (2022). Analisis pemenuhan standar sarana dan prasarana
puskesmas di daerah terpencil. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 10(2),
–123.
Rahman, F., Hidayat, T., & Lestari, S. (2024). Evaluasi ketersediaan fasilitas kesehatan
dasar pada puskesmas di wilayah kepulauan. Jurnal Kesehatan Masyarakat
Nasional, 18(1), 45–53.
Sari, N., Putri, R., & Andini, D. (2021). Pengaruh ketersediaan sarana prasarana terhadap
kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan, 9(3),
–218.
Suryani, D., & Kurniawan, A. (2022). Pengaruh sarana prasarana terhadap mutu
pelayanan puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 95–102.
World Health Organization. (2018). Primary health care on the road to universal health
coverage: 2019 monitoring report. WHO.
World Health Organization. (2021). Primary health care measurement framework and
indicators: Monitoring health systems through a primary health care lens. WHO.
World Health Organization. (2022). Strengthening primary health care systems: Policy
recommendations. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Susmito Haruna, Eyastuti Eyastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



