Sahabat Remaja: Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Peer Educator Untuk Mencegah Pernikahan Dini Dan Kehamilan Risiko Tinggi Kota Malang
Sahabat Remaja: Peer Educator-Based Reproductive Health Education to Prevent Early Marriage and High-Risk Pregnancies in Malang City
DOI:
https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v5i1.1814Keywords:
Remaja, Kesehatan Reproduksi, Pendidik Sebaya, Pernikahan Dini, Kehamilan RemajaAbstract
Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan pengetahuan, sikap, dan keterampilan terkait kesehatan reproduksi. Keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat, tekanan sosial, ketimpangan gender, serta hambatan dalam memperoleh layanan ramah remaja dapat meningkatkan kerentanan terhadap pernikahan dini dan kehamilan pada usia remaja. Program SAHABAT REMAJA dirancang untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi melalui pendekatan peer educator. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 32 remaja dan dilaksanakan pada Oktober 2026 di Kota Malang. Kegiatan meliputi pembekalan pendidik sebaya, edukasi kesehatan reproduksi interaktif, diskusi kelompok kecil, bermain peran, dan penyampaian informasi rujukan. Materi mencakup pubertas, kesehatan reproduksi, persetujuan dan hubungan sehat, pencegahan pernikahan dini, risiko kehamilan remaja, serta akses terhadap layanan kesehatan ramah remaja. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, sedangkan partisipasi dan keterampilan komunikasi dinilai melalui observasi. Hasil evaluasi ilustratif menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 59,7 menjadi 87,1. Peserta terlibat aktif dalam diskusi dan bermain peran, terutama dalam mengenali sumber informasi tepercaya dan mempraktikkan komunikasi sebaya yang suportif. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis teman sebaya dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi remaja mengenai kesehatan reproduksi. Namun, pendidik sebaya perlu bekerja dengan supervisi orang dewasa dan tenaga kesehatan, serta program perlu diintegrasikan dengan keluarga, sekolah, masyarakat, dan layanan kesehatan ramah remaja agar hasilnya berkelanjutan.
Downloads
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Panduan pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja. Jakarta: BKKBN; 2018.
Cakrawati R, C. R., & Septiana, M. (2026). Penguatan Peran Tenaga Kesehatan Sebagai Care Provider Pada Masa Pra-Konsepsi, Kehamilan, Persalinan, Nifas, Dan Neonatus. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1501–1513. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1348
Ernawati, E., Ula, Z., Muthoharoh, B. L., Saad, R., Devin, D., Wati, I., & Rahmat, R. A. (2025). Post-Delivery Recovery Until All Women’s Reproductive Organs Recover After Delivery (Postpartum Period 6 - 8 Weeks) Regarding Knowledge Of Umbilical Cord Care In Postpartum Mothers. International Journal of Health Sciences, 3(2), 217–224. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i2.645
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan peduli remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Strategi nasional pencegahan perkawinan anak. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia; 2020.
Kim CR, Free C. Recent evaluations of the peer-led approach in adolescent sexual health education: a systematic review. Perspect Sex Reprod Health. 2008;40(3):144-51.
Lubis, H., & Cakrawati R, C. R. (2026). Hubungan Literasi Kesehatan Reproduksi Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi: The Relationship Between Reproductive Health Literacy and the Choice of Contraceptive Method. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1035–1040. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1600
Mason-Jones AJ, Freeman M, Lorenc T. Can peer-based interventions improve adolescent sexual and reproductive health outcomes? An overview of reviews. J Adolesc Health. 2023;73(6):975-82.
Mahoklory, S. S., & Rahmat, R. A. (2026). Efektivitas Manajemen Cairan Pada Penanganan Syok Hemoragik Akibat Atonia Uteri Di IGD. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 187–194. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i4.1222
Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Strategi Pencegahan Dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendekatan Komunitas Di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 191–200. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.856
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Sun WH, Miu HYH, Wong CKH, Tucker JD, Wong WCW. Assessing participation and effectiveness of the peer-led approach in youth sexual health education: systematic review and meta-analysis in more developed countries. J Sex Res. 2018;55(1):31-44.
Ula, Z., & Cakrawati R, C. R. (2026). Determinan Perilaku Seks Sehat Dan Bertanggung Jawab Pada Remaja Dalam Perspektif Kesehatan Reproduksi: Determinants of Healthy and Responsible Sexual Behavior Among Adolescents from a Reproductive Health Perspective. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1569–1576. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1749
Ula, Z., Harfika, M., Sapnita, S., Basir, A. A., & Pannyiwi, R. (2025). Sosialisasi Kesehatan Dampak Positif Pencegahan Penyakit Hiv/Aids Pada Masyarakat Khususnya Terhadap Remaja. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 368–375. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i2.623
UNESCO, UNAIDS, UNFPA, UNICEF, UN Women, World Health Organization. International technical guidance on sexuality education: an evidence-informed approach. Revised ed. Paris: UNESCO; 2018.
UNICEF, Badan Pusat Statistik, PUSKAPA, Kementerian PPN/Bappenas. Child marriage in Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia; 2020.
United Nations. Convention on the Rights of the Child. New York: United Nations; 1989.
United Nations. Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women. New York: United Nations; 1979.
United Nations Population Fund. Adolescent pregnancy: a review of the evidence. New York: UNFPA; 2013.
United Nations Population Fund. Girlhood, not motherhood: preventing adolescent pregnancy. New York: UNFPA; 2015.
World Health Organization. Adolescent health. Geneva: World Health Organization; 2024.
World Health Organization. Adolescent pregnancy. Geneva: World Health Organization; 2024.
World Health Organization. Comprehensive sexuality education. Geneva: World Health Organization; 2025.
World Health Organization. Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): guidance to support country implementation. 2nd ed. Geneva: World Health Organization; 2023.
World Health Organization. WHO recommendations on adolescent sexual and reproductive health and rights. Geneva: World Health Organization; 2018.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zumrotul Ula, Rezqiqah Aulia Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







