Safe Hospital Movement: Penguatan Budaya Keselamatan Pasien Melalui Edukasi Interaktif Bagi Pengunjung Rumah Sakit
Safe Hospital Movement: Strengthening Patient Safety Culture Through Interactive Education for Hospital Visitors
DOI:
https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1683Keywords:
Keselamatan Pasien, Pengunjung Rumah Sakit, Edukasi Kesehatan, Budaya Keselamatan, Rumah SakitAbstract
Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen penting dalam mutu pelayanan kesehatan. Upaya menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pasien, keluarga, dan pengunjung rumah sakit. Pengunjung memiliki peran dalam menjaga kebersihan, mematuhi aturan kunjungan, menjaga privasi pasien, mencegah penyebaran infeksi, serta menyampaikan informasi yang relevan kepada petugas kesehatan. Namun, pemahaman pengunjung mengenai perannya dalam keselamatan pasien masih perlu diperkuat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung rumah sakit mengenai keselamatan pasien serta mendorong keterlibatan aktif dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan melalui edukasi interaktif kepada pengunjung rumah sakit. Peserta kegiatan sebanyak 30 orang. Metode meliputi pretest, penyampaian materi, diskusi interaktif, permainan edukatif, demonstrasi, tanya jawab, dan posttest. Materi mencakup identifikasi pasien, kebersihan tangan, pencegahan infeksi, keamanan lingkungan, komunikasi efektif, kepatuhan terhadap aturan kunjungan, perlindungan privasi pasien, dan pelaporan kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 63,2 pada pretest menjadi 88,7 pada posttest. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan tangan, kepatuhan terhadap aturan rumah sakit, komunikasi dengan tenaga kesehatan, perlindungan privasi, serta pelaporan kondisi yang berpotensi membahayakan pasien. Edukasi interaktif juga meningkatkan antusiasme dan partisipasi peserta selama kegiatan. Kesimpulan: Edukasi interaktif melalui program Safe Hospital Movement dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengunjung mengenai keselamatan pasien. Pelibatan pengunjung sebagai bagian dari ekosistem keselamatan rumah sakit perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi yang sederhana, komunikatif, dan mudah diterapkan
Downloads
References
Agency for Healthcare Research and Quality. Surveys on Patient Safety Culture™ Hospital Survey 2.0. Rockville: AHRQ; 2021.
Ibrahim, S. A., Rahmat , R. A., & Pannyiwi, R. (2026). The Relationship Between Rehabilitation Exercise Compliance And Mobility Recovery In Post-Orthopedic Surgery Patients. International Journal of Health Sciences, 4(3), 772–782. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i3.1471
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.
Komisi Akreditasi Rumah Sakit. Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: KARS; 2022.
Panesar SS, Carson-Stevens A, Salvilla SA, Sheikh A. Patient Safety and Healthcare Improvement at a Glance. 2nd ed. Chichester: Wiley-Blackwell; 2021.
Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i4.1324
Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., Cakrawati R, C. R., Dasaryandi , K. R., & Nasution, N. (2026). Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 985–991. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1586
Santi, SKM, M.Kes; Masdarwati, SKM, M.Kes; Dr. dr. Devin Mahendika, S.Ked, Siti Rukayah, SKp, M.Kep; Ria Wahyuni, SKM., M.Kes., MM; Supriatin,S.Kep.,Ners.,M.Kep; Peran Bidan Dalam Inisiasi Menyusui Dini (Perspektif Sosiologi Kesehatan) . No. ISBN: 978-623-09-5291-3. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2023/08/29/peran-bidan-dalam-inisiasi-menyusui-dini-perspektif-sosiologi-kesehatan/
World Health Organization. Global Patient Safety Action Plan 2021–2030: Towards Eliminating Avoidable Harm in Health Care. Geneva: WHO; 2021.
World Health Organization. Global Report on Infection Prevention and Control. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Patient Safety Incident Reporting and Learning Systems: Technical Report and Guidance. Geneva: WHO; 2021.
World Health Organization. Global Patient Safety Report 2024. Geneva: WHO; 2024.
World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care. Geneva: WHO; 2021.
World Health Organization. Hand Hygiene in Health Care: A Summary. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization. Patient Safety Rights Charter. Geneva: WHO; 2024.
World Health Organization. Patient Safety: Making Health Care Safer. Geneva: WHO; 2021.
World Health Organization. Global Action Plan on Infection Prevention and Control. Geneva: WHO; 2022.
World Health Organization, UNICEF. State of the World's Hand Hygiene. Geneva: WHO; 2021.
Vincent C, Amalberti R. Safer Healthcare: Strategies for the Real World. 2nd ed. Cham: Springer; 2022.
Yulianti, N., & Pannyiwi, R. (2026). The Relationship Between ICU Nurse Burnout Levels and the Quality of Nursing Care for Critically Ill Patients. International Journal of Health Sciences, 4(2), 375–381. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i2.1207
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novi Yulianti, Rezqiqah Aulia Rahmat, Rahmat Pannyiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







