Edukasi Pencegahan Penyakit Kulit Melalui Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa

Education on Skin Disease Prevention through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) for Rural Communities

Authors

  • Rahmat Pannyiwi STIKES Amanah Makassar
  • Rizky Rahadian Wicaksono Universitas Islam Lamongan
  • Muhammad Hanif Universitas Islam Lamongan

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1667

Keywords:

Penyakit Kulit, PHBS, Masyarakat Desa, Kebersihan Diri, Promosi Kesehatan

Abstract

Latar Belakang: Penyakit kulit merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat ditemukan di masyarakat dan dapat dipengaruhi oleh kebersihan diri, kebersihan lingkungan, kondisi sanitasi, kepadatan hunian, serta perilaku hidup sehari-hari. Masyarakat desa dapat menghadapi berbagai faktor risiko yang berkaitan dengan kebersihan personal dan lingkungan. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan kulit. Edukasi mengenai kebersihan diri, kebersihan lingkungan, penggunaan barang pribadi, dan pengenalan tanda-tanda penyakit kulit diperlukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan secara mandiri. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa mengenai pencegahan penyakit kulit melalui penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada masyarakat desa dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi praktik kebersihan diri, edukasi kebersihan lingkungan, serta pendampingan. Materi mencakup kebersihan kulit dan tubuh, kebiasaan mencuci tangan, penggunaan pakaian dan perlengkapan pribadi, kebersihan tempat tinggal, pencegahan penularan penyakit kulit, pengenalan tanda dan gejala penyakit kulit, serta pentingnya pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari 59,8 sebelum kegiatan menjadi 85,6 setelah kegiatan. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek kebersihan personal, kebiasaan mencuci tangan, tidak berbagi barang pribadi, menjaga kebersihan lingkungan, serta kemampuan mengenali tanda-tanda penyakit kulit yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran untuk menerapkan PHBS secara konsisten di rumah dan lingkungan sekitar. Kesimpulan: Edukasi mengenai pencegahan penyakit kulit melalui PHBS dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat desa. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat praktik kebersihan personal dan lingkungan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.

Centers for Disease Control and Prevention. Hand Hygiene in Communities. Atlanta: CDC; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Pelaksanaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2021.

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i4.1324

Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., Cakrawati R, C. R., Dasaryandi , K. R., & Nasution, N. (2026). Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 985–991. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1586

Santi, SKM, M.Kes; Masdarwati, SKM, M.Kes; Dr. dr. Devin Mahendika, S.Ked, Siti Rukayah, SKp, M.Kep; Ria Wahyuni, SKM., M.Kes., MM; Supriatin,S.Kep.,Ners.,M.Kep; Peran Bidan Dalam Inisiasi Menyusui Dini (Perspektif Sosiologi Kesehatan) . No. ISBN: 978-623-09-5291-3. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2023/08/29/peran-bidan-dalam-inisiasi-menyusui-dini-perspektif-sosiologi-kesehatan/

World Health Organization. Compendium of WHO and Other UN Guidance on Health and Environment: 2024 Update. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Global Report on Neglected Tropical Diseases 2023. Geneva: WHO; 2023.

World Health Organization. Guidelines on Hand Hygiene in Community Settings. Geneva: WHO; 2025.

World Health Organization. Integrated Approach to Management of Skin-Related Neglected Tropical Diseases and Common Skin Conditions. New Delhi: WHO Regional Office for South-East Asia; 2026.

World Health Organization. Promoting the Integrated Approach to Skin-Related Neglected Tropical Diseases. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Skin-Related Neglected Tropical Diseases: Report of the First Global Meeting. Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. WHO Guidelines on Sanitation and Health. Geneva: WHO; 2018.

World Health Organization, UNICEF. Progress on Household Drinking Water, Sanitation and Hygiene 2000–2022. New York: UNICEF and WHO; 2023.

World Health Organization, UNICEF. Guidelines on Hand Hygiene in Community Settings. Geneva: WHO; 2025.

World Health Organization. World Hand Hygiene Day 2024: Why Is Sharing Knowledge on Hand Hygiene Still So Important? Geneva: WHO; 2024.

World Health Organization. Indonesia: Final Push to Eliminate Lymphatic Filariasis, Leprosy and Yaws. Jakarta: WHO Indonesia; 2024.

World Health Organization. Health and Environment: Personal Hygiene and Community Health. Geneva: WHO; 2024.

Wicaksono, R. R., Hanif, M., & Pannyiwi, R. (2026). The Role Of Hand Hygiene In Reducing Microorganism Contamination. International Journal of Health Sciences, 4(1), 240–245. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i1.1150

Wicaksono, R. R., & Hanif, M. (2026). Studi Kualitatif Implementasi Biosafety Dan Biosecurity Pada Laboratorium Mikrobiologi. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 89–97. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1396

Yulianti, N., & Pannyiwi, R. (2026). The Relationship Between ICU Nurse Burnout Levels and the Quality of Nursing Care for Critically Ill Patients. International Journal of Health Sciences, 4(2), 375–381. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i2.1207

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Pannyiwi, R., Wicaksono, R. R., & Hanif, M. (2026). Edukasi Pencegahan Penyakit Kulit Melalui Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Masyarakat Desa: Education on Skin Disease Prevention through Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) for Rural Communities. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1894–1900. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1667