Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Meningkatkan Respons Kedaruratan Masyarakat

Basic Life Support (BLS) Training to Enhance Community Emergency Response

Authors

  • Anshar Rante STIKes Kamus Arunika Palopo
  • Rahmat Pannyiwi Universitas Pertahanan RI

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1660

Keywords:

Bantuan Hidup Dasar, Kegawatdaruratan, Masyarakat, Pelatihan, Pertolongan Pertama

Abstract

Latar Belakang: Kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat sebelum korban mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan. Keterlambatan memberikan pertolongan pada kondisi henti jantung dan henti napas dapat meningkatkan risiko kematian maupun kecacatan. Masyarakat sebagai orang yang sering berada paling dekat dengan korban memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dapat menyebabkan masyarakat ragu atau melakukan tindakan yang tidak tepat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap kondisi kegawatdaruratan. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan 35 orang masyarakat. Metode kegiatan terdiri atas pretest, penyuluhan mengenai kegawatdaruratan dan BHD, demonstrasi, praktik langsung menggunakan manekin, diskusi, simulasi penanganan korban henti jantung, serta posttest dan evaluasi keterampilan. Materi meliputi pengenalan kondisi henti jantung, pemeriksaan respons korban, aktivasi sistem pertolongan, kompresi dada, ventilasi, penggunaan Automated External Defibrillator (AED), serta tindakan setelah pertolongan diberikan. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,9 sebelum pelatihan menjadi 87,4 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan sebagian besar peserta mampu melakukan pemeriksaan respons, meminta bantuan, melakukan kompresi dada dengan teknik yang benar, dan mengikuti urutan tindakan BHD secara sistematis. Kesimpulan: Pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung dan henti napas. Pelatihan secara berkala diperlukan untuk mempertahankan keterampilan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kejadian kegawatdaruratan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Heart Association. Highlights of the 2020 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC. Dallas: American Heart Association; 2020.

American Heart Association. 2025 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care. Circulation. 2025.

Berdowski J, Berg RA, Tijssen JGP, Koster RW. Global incidences of out-of-hospital cardiac arrest and survival rates: systematic review of 67 prospective studies. Resuscitation. 2010;81(11):1479-1487.

Gräsner JT, Herlitz J, Tjelmeland IBM, Wnent J, Masterson S, Lilja G, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: epidemiology of cardiac arrest in Europe. Resuscitation. 2021;161:61-79.

Hatanaka T, Hatanaka Y, Kamibayashi K, Sakai T, Sato Y, et al. Effectiveness of basic life support training for improving knowledge and skills among community participants. BMC Emerg Med. 2023;23:1-10.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2022.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2024.

Meaney PA, Bobrow BJ, Mancini ME, Christenson J, de Caen AR, Bhanji F, et al. Cardiopulmonary resuscitation quality: improving cardiac resuscitation outcomes both inside and outside the hospital. Circulation. 2013;128(4):417-435.

Perkins GD, Graesner JT, Semeraro F, Olasveengen T, Soar J, Lott C, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: executive summary. Resuscitation. 2021;161:1-60.

Pannyiwi, R., & Ali, A. (2026). Peran Pendidikan Kesehatan Sekolah Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Narkoba. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(4), 226–231. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i4.1324

Pannyiwi, R., Rahmat, R. A., Cakrawati R, C. R., Dasaryandi , K. R., & Nasution, N. (2026). Pemberdayaan Pasien Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Ulkus Diabetikum Dan Risiko Infeksi Berulang: Empowerment of Patients with Diabetes Mellitus in the Prevention of Diabetic Ulcers and the Risk of Recurrent Infection. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 985–991. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1586

Ramli, R., Ardenny, A., Prihatini, S., Djunaedi, D., Rante, A., & Mesa, N. D. K. (2024). Quality of Life of Emergency Department Nurses in Makassar Hospitals on Work Stressors and Job Satisfaction. International Journal of Health Sciences, 2(1), 235–245. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i1.297

Santi, SKM, M.Kes; Masdarwati, SKM, M.Kes; Dr. dr. Devin Mahendika, S.Ked, Siti Rukayah, SKp, M.Kep; Ria Wahyuni, SKM., M.Kes., MM; Supriatin,S.Kep.,Ners.,M.Kep; Peran Bidan Dalam Inisiasi Menyusui Dini (Perspektif Sosiologi Kesehatan) . No. ISBN: 978-623-09-5291-3. Penerbit AGDOSI Makassar. https://agdosi.com/2023/08/29/peran-bidan-dalam-inisiasi-menyusui-dini-perspektif-sosiologi-kesehatan/

Semeraro F, Greif R, Böttiger BW, Burkart R, Cimpoesu D, Georgiou M, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: systems saving lives. Resuscitation. 2021;161:80-97.

Soar J, Böttiger BW, Carli P, Couper K, Deakin CD, Djärv T, et al. European Resuscitation Council Guidelines 2021: adult advanced life support. Resuscitation. 2021;161:115-151.

Travers AH, Perkins GD, Berg RA, Castren M, Considine J, Escalante R, et al. Part 3: adult basic life support and automated external defibrillation. Circulation. 2020;142(16 Suppl 2):S366-S468.

Wyckoff MH, Greif R, Morley PT, Ng KC, Olasveengen TM, Singletary EM, et al. 2021 International Consensus on CPR and ECC science with treatment recommendations. Circulation. 2022;145:e645-e721.

World Health Organization. Basic Emergency Care: Approach to the Acutely Ill and Injured. Geneva: WHO; 2018.

World Health Organization. Emergency Care Systems for Universal Health Coverage: Ensuring Timely Care for the Acutely Ill and Injured. Geneva: WHO; 2019.

World Health Organization. Global Status Report on Road Safety 2023. Geneva: WHO; 2023.

Yulianti, N., & Pannyiwi, R. (2026). The Relationship Between ICU Nurse Burnout Levels and the Quality of Nursing Care for Critically Ill Patients. International Journal of Health Sciences, 4(2), 375–381. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i2.1207

Zaenal, Z., Rahmat, R. A., Rante, A., & Fitriani.K, F. (2025). Pengaruh Simulasi Kode Biru terhadap Kecepatan Respon dan Keterampilan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Perawat. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(3), 908–915. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i3.737

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Rante, A., & Pannyiwi, R. (2026). Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Untuk Meningkatkan Respons Kedaruratan Masyarakat: Basic Life Support (BLS) Training to Enhance Community Emergency Response. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1886–1893. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1660