Hubungan Rutinitas Jogging Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pelari Rekreasional Di Kiara Artha Park Bandung

The Relationship Between Jogging Routine and Random Blood Glucose Levels Among Recreational Runners at Kiara Artha Park, Bandung

Authors

  • Khairunnisa Arifah Aulia Politeknik Piksi Ganesha
  • Restiani Alia Pratiwi Politeknik Piksi Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1624

Keywords:

Rutinitas Jogging, Gula Darah Sewaktu, POCT, Pelari Rekreasional

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah adalah melakukan aktivitas fisik secara rutin, seperti jogging. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan rutinitas jogging dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pelari rekreasional di Kiara Artha Park Bandung. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 26 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dan hasil kadar glukosa darah sewaktu diperiksa menggunakan alat POCT. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang melakukan jogging ≥ 3 kali/minggu memiliki kadar glukosa darah sewaktu dalam kategori normal dengan rerata 122,64, sedangkan responden yang jogging < 3 kali/minggu lebih banyak memiliki kadar glukosa darah yang lebih tinggi dengan rerata 156,75. Hasil uji Fischer’s exact Test menunjukkan nilai p = 0,0375 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rutinitas jogging dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pelari rekreasional di Kiara Artha Park Bandung

Downloads

Download data is not yet available.

References

Airlangga, J. N., Syarif, A., & Syawali, M. A. W. (2026). Hubungan Olahraga dengan Kesehatan Mental.

Aprilyansyah, et al. (2024). Efek Akut Latihan Jogging Jalan Selama 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Remaja Wanita. 4(2), 383–390.

Arvian, M. F., Fachriani, F., & Aulia, R. (2026). Fenomenologi Pengalaman Frekuensi Jogging sebagai Strategi Copping dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Kelas Karyawan Universitas Pamulang.

Deyenda, M., Esfandiari, F., Ladyani, F., & Prasetia, T. (2026). Hubungan intensitas olahraga dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus : studi. 10(1), 44–51. Irianto, G., Santoso, M. B., & Tania, Y. E. (2022). Pengaruh Joging Terhadap Kadar Gula Darah Puasa Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. 17(3), 102–106.

Jati, R. A., Muchtar, F., & Salsabila, S. (2023). Faktor Risiko Aktivitas Fisik Pada Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Tahun 2023. 2(2), 328–334.

Martina, Septian, F., Fadhil, A., Nur A, S., & Hanafi, A. S. (2024). Profil HBA1C pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sehat Baznas Jakarta Tahun 2021. 9(2), 76–81.

Munandar, F. A., Jauhari, M., & Setiakarnawijaya, Y. (2022). Efek Kerja Joging 30 Menit Terhadap Penurunan Kadar Gula Dalam Darah Pada Siswa Sma Muttaqien Jakarta Selatan. 82–91.

Otriami, I., Yanni, M., Reza, M., & Ilmiawati, C. (2021). Analisis Frekuensi Denyut Jantung Istirahat Pelari dan Bukan Pelari di Kota Padang. l, 107–112.

Rahayuningsih, M. S., Juniarsana, I. W., & Wiardani, N. K. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik dan Kepatuhan Diet dengan Kadar Glukosa Darah Pasien DM Tipe 2. 12(3), 155–165.

Rahman, A., Irawati, A. F., Karim, M., Studi, P., Keolahragaan, I., & Makassar, U. N. (2026). Pengaruh Aktivitas Fisik Jogging Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii. 6, 101–109. https://doi.org/10.38048/jor.v6i1.6524

Rahmawati, Y., Syukri, M., Sitanggang, H. D., Halim, R., Ramadhan, K., & Islam. (2026). Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 pada Kelompok Umur ≥ 15 Tahun di Provinsi DKI Jakarta : Analisis Data SKI 2023. 5(2), 257–267.

Santoso, P., & Kristanti, E. E. (2026). Deteksi dini risiko diabetes mellitus melalui pemeriksaan gula darah acak pada mahasiswa. 3(2), 58–67.

Sriyono, et al. (2023). Perbedaan Efektivitas Aktivitas Jogging Dan Senam Aerobik Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pria Remaja.

Sudarsono, Ariza, D., & Asri, A. (2026). Efek Aktivitas Lari Terhadap Metabolisme Glukosa Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani The Effect of Running Activities on Glucose Metabolism in Physical Education ( Penjas ). 1184–1187.

Watiningrum, R. Y., Suhendro, P., & Agustina, C. E. (2021). Perbedaan Kadar Gula Darah Antara Aktivitas Fisik Senam Dengan Joging Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kowel Pamekasan. 6, 32–36.

Downloads

Published

2026-09-04

How to Cite

Aulia , K. A., & Pratiwi , R. A. (2026). Hubungan Rutinitas Jogging Dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pelari Rekreasional Di Kiara Artha Park Bandung: The Relationship Between Jogging Routine and Random Blood Glucose Levels Among Recreational Runners at Kiara Artha Park, Bandung. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1810–1816. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i4.1624