Gen-Z Scientist Level Up: Workshop Pipetting Untuk Penguatan Deteksi Halal Makanan Viral Dengan Teknik PCR
DOI:
https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i3.1430Keywords:
Gen-Z Scientist, Mikropipet, Pipetting, PCR, HalalAbstract
Latar Belakang: Tren makanan viral di media sosial telah meningkatkan perhatian publik terhadap keamanan, mutu, dan kepatuhan halal produk pangan olahan, di mana bahan-bahan tersembunyi sulit diidentifikasi secara visual. Polymerase Chain Reaction (PCR) menjadi metode molekuler yang andal untuk mengautentikasi produk-produk tersebut melalui target DNA spesifik. Tujuan: Untuk meningkatkan keterampilan laboratorium mahasiswa Generasi Z dalam penggunaan mikropipet serta memperdalam pemahaman mereka tentang penerapan PCR dalam autentikasi pangan halal. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 30 mahasiswa dalam workshop laboratorium interaktif. Kurikulum mencakup pre-test dan post-test, kuliah interaktif, demonstrasi pipetting, praktik langsung, pelatihan dasar PCR, serta evaluasi keterampilan. Topik utama meliputi teknik pipetting, pemilihan tip, pencegahan kontaminasi, keselamatan kerja laboratorium, ekstraksi DNA, dan autentikasi pangan berbasis PCR. Hasil: Pengetahuan peserta meningkat secara signifikan, dengan rerata skor tes naik dari 61,8 menjadi 88,6. Kemahiran praktis juga meningkat pesat—terutama dalam pengaturan volume, pemasangan tip, mekanika pipetting, dan konsistensi prosedur standar—sehingga 86,7% peserta mencapai peringkat keterampilan "baik". Meskipun demikian, hasil analisis laboratorium harus ditempatkan dalam kerangka pengujian dan sertifikasi halal yang resmi. Kesimpulan: Mengintegrasikan praktik pipetting langsung dengan prinsip dasar PCR secara efektif meningkatkan literasi laboratorium dasar di kalangan ilmuwan muda. Inisiatif ini memperkuat kesiapan mahasiswa untuk menguasai teknologi analisis pangan modern dan mendukung literasi halal berbasis sains.
Downloads
References
Al-Kahtani, H. A., Ismail, E. A., Asif, M., et al. (2021). Molecular approaches for food authentication and traceability. Foods, 10(8), 1847.
Ballin, N. Z., Vogensen, F. K., & Karlsson, A. H. (2021). Species determination—Can we detect and quantify meat adulteration? Meat Science, 175, 108420.
Bottero, M. T., & Dalmasso, A. (2021). Animal species identification in food: evolution of PCR-based methods. Foods, 10(11), 2669.
Druml, B., & Cichna-Markl, M. (2021). High resolution melting of amplicons for food authentication. Food Chemistry, 352, 129381.
Fathima, A. M., Rahmawati, L., Windarsih, A., & Suratno. (2024). Advanced halal authentication methods and technology for addressing non-compliance concerns in halal meat and meat products supply chain: a review. Food Science of Animal Resources, 44(6), 1195–1212.
Food and Agriculture Organization (FAO). (2022). Food Control and Food Safety: Emerging Technologies for Food Authentication. Rome: FAO.
International Organization for Standardization (ISO). (2021). ISO 20813: Molecular Biomarker Analysis—Methods of Analysis for the Detection of Animal Species in Food. Geneva: ISO.
International Organization for Standardization (ISO). (2022). ISO 24276: Foodstuffs—Methods of Analysis for the Detection of Genetically Modified Organisms and Derived Products—General Requirements and Definitions. Geneva: ISO.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Pedoman Proses Produk Halal. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Sertifikasi Halal. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Mustapha, A., Ishak, I., Zaki, N. N. M., Ismail-Fitry, M. R., Arshad, S., & Sazili, A. Q. (2024). Application of machine learning approach on halal meat authentication principle, challenges, and prospects: a review. Heliyon, 10(12), e32189.
National Research and Innovation Agency (BRIN). (2023). Research and Development of Halal Food Authentication in Indonesia. Jakarta: BRIN.
Pudyastuti, R. R., & Pannyiwi, R. (2026). Pengaruh Promosi Kesehatan Berbasis Digital Terhadap Perubahan Perilaku Pencegahan Penyakit Pada Generasi Z. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 1806–1813. https://doi.org/10.59585/bajik.v5i1.1399
Shehata, H. R., Li, J., Chen, S., et al. (2022). Applications of DNA-based methods for food authentication and traceability. Foods, 11(19), 3054.
Sudaryono, S., Manurung, H., & Pannyiwi, R. (2024). The European Union’s (EU) Contribution As A Global Defense And Security Actor In The International System. JIMAD: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 43–57. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i1.532
Usman, I., Sana, S., Afzaal, M., Imran, A., Saeed, F., Ahmed, A., et al. (2024). Advances and challenges in conventional and modern techniques for halal food authentication: a review. Food Science & Nutrition, 12(3), 1430–1443.
Wang, X., Chen, Y., Wang, X., et al. (2022). Advances in molecular techniques for food authentication. Food Research International, 157, 111319.
Wijaya, A., Akbar, D. Y., & Khairunnisa, A. (2024). Autentikasi produk pangan halal menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Indonesian Journal of Halal, 7(1), 70–80.
Zhang, W., Zhang, X., Zhang, Y., et al. (2023). Recent advances in DNA-based authentication of food products. Trends in Food Science & Technology, 134, 104–116.
Zulkarnaen, I., Pannyiwi, R., Hardianti, H., Singga, S., & B, M. (2023). Analysis of Factors Associated with Household Waste Production in Antang Landfill, Tamangapa Village, Manggala District. International Journal of Health Sciences, 1(4), 541–549. https://doi.org/10.59585/ijhs.v1i4.184
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Haidar Amrullah , Adlillah Triastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






