Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara

Authors

  • Ratna Ratna Universitas Safin Pati
  • Dwi Puji Susanti Universitas Safin Pati
  • Ulin Nafiah Universitas Safin Pati

Keywords:

Pelatihan Kader Posyandu, Deteksi Dini, Tanda Bahaya Kehamilan

Abstract

Salah satu faktor utama penyebab kematian ibu adalah keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Padahal, deteksi dini terhadap risiko kehamilan dapat mencegah komplikasi yang berujung pada kematian ibu maupun bayi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mengenali dan mendeteksi secara dini tanda-tanda bahaya kehamilan di Desa Menganti, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Latar belakang kegiatan ini adalah masih tingginya angka komplikasi kehamilan yang terlambat ditangani karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mengenali gejala awal kondisi berisiko. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan interaktif, dan simulasi studi kasus. Materi yang diberikan meliputi pengenalan tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, nyeri perut hebat, tekanan darah tinggi, gerakan janin berkurang, dan gejala preeklamsia. Pelatihan ini diikuti oleh 25 kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, yang dibuktikan melalui pre-test dan post-test. Kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan menyatakan komitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pelayanan Posyandu sehari-hari. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan, yang diharapkan dapat berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi dan kematian ibu hamil di tingkat desa. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkala dan disertai monitoring untuk memastikan kesinambungan dampaknya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aeni, N. (2021). Tingginya angka kematian ibu di Indonesia: Analisis penyebab langsung dan tidak langsung. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, 10(1), 56–64.

American College of Obstetricians and Gynecologists. (2025). Tailored prenatal care delivery for pregnant individuals (Clinical Consensus). Washington, DC: ACOG.

Arianto, M. (2023). Pelatihan Kader dalam Pengukuran Antropometri Balita. Surabaya: STIKes Surya Mitra Husada.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Riskesdas 2018. Jakarta: Balitbangkes Kemenkes RI.

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Kesehatan Ibu dan Anak Indonesia. Jakarta: BPS RI. Benova, L., Tunçalp, Ö., Moran, A. C., & Campbell, O. M. R. (2020). Implementation of the new

Dewi, R., & Maharani, Y. (2024). Hubungan pendidikan kader dengan kemampuan mengenali tanda bahaya kehamilan di Posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 18(1), 75–82.

Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi. (2025). Panduan pengelolaan Posyandu bidang kesehatan. Sidikalang: Dinkes Kabupaten Dairi.

Isnamawati. (2022). Pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan kader tentang tanda bahaya kehamilan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–50.

Jayanti, R. & Arfiani, L. (2024). Pelatihan kader kesehatan dalam deteksi komplikasi kehamilan di Puskesmas Rejoso. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(1), 88–95. Retrieved from https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/article/view/1860/1279

Kabwijamu, L., Waiswa, P., Kananura, R. M., et al. (2020). Differences in maternal danger sign knowledge and health-seeking behavior between community health worker models: A cross-sectional study. BMC Health Services Research, 20, 748.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman umum pengelolaan Posyandu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA). Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Petunjuk teknis kader kesehatan dalam deteksi dini kehamilan berisiko. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Rencana aksi nasional kesehatan ibu 2021–2025. Jakarta: Direktorat Kesehatan Keluarga, Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023: Angka Kematian Ibu. Retrieved from https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/SKI2023-AKI.pdf

Kurniawan, B., Sukmawati, D. & Sari, D. (2023). Pengaruh pelatihan deteksi dini kehamilan risiko tinggi terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKIM, 14(1), 41–49. Retrieved from https://journals.stikim.ac.id/index.php/jikm/article/view/2332/1204

Kusmiwiyati. (2018). Pengaruh pelatihan pengisian KSPR terhadap keterampilan deteksi kehamilan risiko tinggi. Yogyakarta: UAD Press.

Nugroho, D. A., & Suryani, I. (2021). Analisis pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 8(2), 89–95.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

Ratna, R., Susanti, D. P., & Nafiah, U. (2026). Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan Di Desa Menganti, Kedung Jepara. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 1467–1475. Retrieved from https://jurnal.agdosi.com/index.php/jpemas/article/view/1323