Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar
Keywords:
Kesehatan Reproduksi, Pasangan Usia Subur, Edukasi Kesehatan, Pengabdian MasyarakatAbstract
ABSTRACT
Reproductive health is an important aspect in improving the quality of life of couples of reproductive age. Lack of knowledge related to reproductive health can increase the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and low utilization of health services. This community service program aims to improve the knowledge of reproductive-age couples through community-based reproductive health education.
The method used was a participatory educational approach through counseling, interactive discussions, and distribution of educational media. The activity was conducted on February 11, 2026, involving 150 participants in the working area of Polongbangkeng Timur Public Health Center, Takalar Regency. Evaluation was conducted using pre-test and post-test.
The results showed an increase in participants' knowledge with the average score rising from 55.2 to 82.6. There was also an improvement in understanding contraceptive use, reproductive health, and prevention of sexually transmitted infections.
In conclusion, community-based reproductive health education is effective in improving the knowledge of reproductive-age couples.
Keywords: Reproductive Health, Couples Of Reproductive Age, Health Education, Community Service
ABSTRAK
Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasangan usia subur (PUS). Kurangnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas.
Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 150 pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test.
Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata dari 55,2 menjadi 82,6. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman terkait penggunaan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit menular seksual.
Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur.
Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Pasangan Usia Subur, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Downloads
References
BKKBN. Pedoman pengelolaan program keluarga berencana. Jakarta: BKKBN; 2020.
Cleland J, Conde-Agudelo A, Peterson H, Ross J, Tsui A. Contraception and health. Lancet. 2012;380(9837):149–156.
Creswell JW. Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. 4th ed. California: Sage Publications; 2014.
Glasier A, Gülmezoglu AM, Schmid GP, Moreno CG, Van Look PF. Sexual and reproductive health: a matter of life and death. Lancet. 2006;368(9547):1595–1607.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kesehatan reproduksi. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Manuaba IBG. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB. Jakarta: EGC; 2010.
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
Notoatmodjo S. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2016.
Rahmawati A, Wulandari D. Hubungan pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi. J Kesehat Masy. 2019;14(2):85–92.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Balitbangkes; 2018.
Saifuddin AB. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2014.
United Nations Population Fund. Programme of action of the international conference on population and development. New York: UNFPA; 2014.
United Nations Children’s Fund. Adolescent reproductive health. New York: UNICEF; 2020.
World Health Organization. Reproductive health strategy. Geneva: WHO; 2019.
World Health Organization. Family planning: a global handbook for providers. Geneva: WHO; 2018.
World Health Organization. Sexual and reproductive health. Geneva: WHO; 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ruqaiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





