Pendampingan Bantuan Hidup Dasar Bagi Nelayan Dan Masyarakat Pesisir
Keywords:
Bantuan Hidup Dasar, Nelayan, Masyarakat Pesisir, Kegawatdaruratan, Pengabdian MasyarakatAbstract
ABSTRACT
Coastal communities, especially fishermen, are at high risk of emergency conditions such as drowning, respiratory arrest, and cardiac arrest. Lack of knowledge and skills in providing first aid can worsen the victim's condition. This community service program aims to improve the knowledge and skills of fishermen and coastal communities in performing Basic Life Support (BLS).
The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved coastal community members with a practice-based training approach. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation.
The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 52.3 to 85.7. In addition, participants’ skills in performing Basic Life Support improved significantly after the training.
In conclusion, Basic Life Support training is effective in improving the capacity of coastal communities in handling emergency situations.
Keywords: Basic Life Support, fishermen, coastal community, emergency, community service
ABSTRAK
Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki risiko tinggi terhadap kejadian kegawatdaruratan seperti tenggelam, henti napas, dan henti jantung. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta masyarakat pesisir dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta.
Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 52,3 menjadi 85,7. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar meningkat secara signifikan setelah pelatihan.
Kesimpulan menunjukkan bahwa pendampingan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, nelayan, masyarakat pesisir, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat
Downloads
References
American Heart Association. Guidelines for cardiopulmonary resuscitation and emergency cardiovascular care. Circulation. 2020;142(16_suppl_2):S337–S357.
Anurogo, D., Rahmat, R. A., & Pannyiwi, R. (2025). Identifikasi Jamur Endofit Pada Tanaman Obat Tradisional Di Sulawesi Selatan. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(2), 77–82. https://doi.org/10.59585/jimad.v3i1.862
Bhanji F, Finn JC, Lockey A, Monsieurs KG, Frengley R, Iwami T, et al. Part 8: education, implementation, and teams. Resuscitation. 2015;95:e203–e224.
Blewer AL, Ibrahim SA, Leary M, Dutwin D, McNally B, Anderson ML, et al. Cardiopulmonary resuscitation training disparities. Circulation. 2017;135(8):721–730.
Creswell JW. Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. 4th ed. California: Sage Publications; 2014.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan kegawatdaruratan. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Kleinman ME, Brennan EE, Goldberger ZD, Swor RA, Terry M, Bobrow BJ, et al. Part 5: adult basic life support. Circulation. 2015;132(18_suppl_2):S414–S435.
Larsen MP, Eisenberg MS, Cummins RO, Hallstrom AP. Predicting survival from out-of-hospital cardiac arrest. Ann Emerg Med. 1993;22(11):1652–1658.
Monsieurs KG, Nolan JP, Bossaert LL, Greif R, Maconochie IK, Nikolaou NI, et al. European resuscitation guidelines. Resuscitation. 2015;95:1–80.
Mulia, M., Rosmiati, R., Rahmat, R. A., Pannyiwi, R., & Wijayanti, L. A. (2026). Bullying And Its Relationship To Anxiety, Depression, And Self-Esteem. International Journal of Health Sciences, 4(1), 61–67. https://doi.org/10.59585/ijhs.v4i1.1097
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
Notoatmodjo S. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
Perkins GD, Handley AJ, Koster RW, Castrén M, Smyth MA, Olasveengen T, et al. European resuscitation council guidelines. Resuscitation. 2015;95:81–99.
Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka; 2016.
Pannyiwi, R., Azis, M. N. S. A., & Rahmat, R. A. (2025). Analisis Kendala Perawat Dalam Melaksanakan Komunikasi Terapeutik Di Lingkungan Pelayanan Kesehatan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 4(1), 231–243. https://doi.org/10.59585/bajik.v4i1.921
Roshana S, Kh B, Rm P. Basic life support: knowledge and attitude. J Clin Diagn Res. 2012;6(3):490–493.
Rahagia, R., Suat, H., Arda, D., Haulussy, R. R., & Kasmiati, K. (2025). Metode Intervensi Dalam Terapi Bermain Origami Terhadap Perkembangan Kesehatan Mental, Emosi, Dan Perilaku Anak-Anak. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 360–367. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i2.622
Saifuddin AB. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2014.
Swor R, Khan I, Domeier R, Honeycutt L, Chu K, Compton S. CPR training and performance. Acad Emerg Med. 2006;13(6):596–601.
World Health Organization. Basic emergency care: approach to the acutely ill and injured. Geneva: WHO; 2018.
World Health Organization. Emergency care systems for universal health coverage. Geneva: WHO; 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hatty Suat, Djunaedi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





