Program Edukasi Asuhan Kebidanan Untuk Mencegah Komplikasi Kehamilan Pada Ibu Dengan Pernikahan Dini
Keywords:
Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian MasyarakatAbstract
ABSTRAK
Pernikahan dini merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu. Kurangnya pengetahuan mengenai asuhan kebidanan dan tanda bahaya kehamilan menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh ibu dengan usia muda. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil dengan riwayat pernikahan dini melalui program edukasi asuhan kebidanan.
Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah 25 ibu hamil dengan pernikahan dini.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 84,2. Selain itu, pengetahuan baik meningkat dari 20% menjadi 76%. Terjadi pula perubahan perilaku, dimana 80% peserta rutin melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC).
Kesimpulan menunjukkan bahwa program edukasi asuhan kebidanan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil sehingga dapat mencegah komplikasi kehamilan.
Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kebidanan, Antenatal Care, Pengabdian Masyarakat
ABSTRACT
Early marriage is one of the risk factors that can increase pregnancy complications among mothers. Lack of knowledge regarding midwifery care and pregnancy danger signs is a major issue faced by young mothers. This community service program aims to improve knowledge and awareness of pregnant women with early marriage through midwifery care education.
The method used was participatory education through counseling, interactive discussions, and mentoring. Evaluation was conducted using pre-test and post-test involving 25 pregnant women.
The results showed an increase in the average score from 58.4 to 84.2. The proportion of good knowledge increased from 20% to 76%. Behavioral changes were also observed, with 80% of participants regularly attending antenatal care (ANC).
In conclusion, the program is effective in improving knowledge and awareness, contributing to the prevention of pregnancy complications.
Keywords: Early Marriage, High-Risk Pregnancy, Midwifery Education, Antenatal Care, Community Service
Downloads
References
Adam, A. M., Prabu Aji, S., Banne Tondok, S., Yulis, D. M., Pannyiwi, R., & K, H. (2023). Metode Story Telling Terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(2), 183–186. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i2.22
Creswell JW. Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. 4th ed. California: Sage Publications; 2014.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pelayanan antenatal terpadu. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kemenkes RI; 2022.
Manuaba IBG. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB. Jakarta: EGC; 2010.
Notoatmodjo S. Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
Notoatmodjo S. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2010.
Nursinah, A., Suabey, S., Kadir, E., Asmi, A. S., Purbanova, R., Henderika Litaay, S. C., & Pannyiwi, R. (2023). Environmental Sociology Approach From A Social Risk Perspective. International Journal of Health Sciences, 1(2), 102–110. https://doi.org/10.59585/ijhs.v1i2.59
Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2016.
Pannyiwi, R., & Ali, A. (2025). Analisis Program Pencegahan dan Faktor Risiko Penyalahgunaan Narkoba pada Remaja: Studi Mixed Method di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(2), 153–162. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i2.859
Rahmawati A, Wulandari D. Hubungan usia ibu dengan komplikasi kehamilan. J Kesehat Masy. 2019;14(2):85–92.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Laporan nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018.
Saifuddin AB. Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka; 2014.
Sari IP, Lestari T. Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil. J Kebidanan. 2020;9(1):45–52.
Susanti D, Handayani S. Faktor risiko pernikahan dini terhadap kehamilan remaja. J Kesehat Reproduksi. 2018;7(2):101–108.
Saputra, M. K. F., Djunaedi, D., Ambarwati, E. R., Ansar, A., Noor, M. A., Dunggio, A. R. S., & Rahmat, R. A. (2024). Pendampingan dan Pelatihan Simulasi Bantuan Hidup Dasar di SMK Kesehatan TRIS’S Maros. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 495–504. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i4.425
United Nations Children’s Fund. Early marriage: a harmful traditional practice. New York: UNICEF; 2015.
Ula, Z., Harfika, M., Sapnita, S., Basir, A. A., & Pannyiwi, R. (2025). Sosialisasi Kesehatan Dampak Positif Pencegahan Penyakit Hiv/Aids Pada Masyarakat Khususnya Terhadap Remaja. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 368–375. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i2.623
World Health Organization. Adolescent pregnancy. Geneva: WHO; 2020.
World Health Organization. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO; 2019.
Yuliani DR, Fitriani A. Edukasi kesehatan dalam meningkatkan perilaku ibu hamil. J Ilmu Kebidanan. 2021;10(1):12–18.
Zahra F, Kurniawati D. Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan ANC pada ibu hamil. J Kesehat Ibu Anak. 2022;11(2):55–63.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zumrotul Ula, Rezqiqah Aulia Rahmat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





