Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Obstetri Akibat Pernikahan Dini

Authors

  • Surtikanti Surtikanti Itekes Muhammadiyah Kalimantan Barat
  • Ayu Sunarti. S Universitas Cenderawasih
  • Rosdiana Rosdiana Institut Kesehatan Helvetia

DOI:

https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i1.878

Keywords:

Adolescent Girls, Early Marriage, Obstetric Risk, Health Education, Community Empowerment

Abstract

Early marriage remains a major reproductive health issue in Indonesia, leading to various obstetric risks such as pregnancy complications, premature delivery, and increased maternal mortality among young women. This community service activity aimed to improve adolescent girls’ knowledge about obstetric risks due to early marriage through participatory health education. The program was conducted at junior and senior high schools under the working area of Puskesmas X, Kota Y, in August 2025, involving 40 adolescent girls aged 13–17 years. The implementation methods included interactive lectures, group discussions, educational video screenings, and distribution of information leaflets. Evaluation was performed using pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in average knowledge scores from 56.3 (moderate) to 87.4 (good), with an improvement rate of 55%. Participants demonstrated high enthusiasm and were able to identify at least three obstetric risks associated with early marriage, such as anemia, bleeding, and preterm delivery. The activity successfully raised awareness among adolescent girls about the importance of delaying marriage until an ideal age and strengthened collaboration between academics, health workers, and schools in preventing early marriage.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Surtikanti Surtikanti, Itekes Muhammadiyah Kalimantan Barat

Program Studi Keperawatan

Ayu Sunarti. S, Universitas Cenderawasih

Program Studi Kesehatan Masyarakat

Rosdiana Rosdiana, Institut Kesehatan Helvetia

Program Studi Kesehatan Masyarakat

References

Afriyani, R., & Nurhasanah, D. (2021). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan dini. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 8(2), 67–74.

Astuti, L., & Prasetyo, R. (2020). Dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi remaja putri. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 12(3), 45–53.

BPS. (2022). Statistik Pernikahan Dini di Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Depkes RI. (2020). Pedoman Nasional Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Fitriani, E., & Hidayat, N. (2022). Efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam pencegahan pernikahan dini. Jurnal Promkes Indonesia, 5(1), 20–28.

Handayani, S., & Rahmawati, F. (2021). Peran sekolah dalam promosi kesehatan reproduksi remaja. Jurnal Abdimas Kesehatan, 4(2), 80–87.

Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lestari, N., & Ardiansyah, B. (2023). Pengetahuan dan persepsi remaja terhadap risiko obstetri akibat pernikahan dini. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 10(1), 30–38.

Notoatmodjo, S. (2018). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nuraini, H., & Putri, D. (2020). Hubungan usia pernikahan dengan komplikasi kehamilan pada remaja. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Nusantara, 6(2), 95–102.

Malaha, N., Rusdi, M., Syafri, M., Pannyiwi, R., Sima, Y., & Rahmat, R. A. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok di SMA N 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 11–16. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i1.17

Pannyiwi, R., Zulham, Z., Rahmat, R. A., Kusumawati, I., & Yusrianto, Y. (2023). Bantuan Dana Usaha dan 1 Unit Motor Untuk Membantu Ekonomi Kesehatan Masyarakat Gowa. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 13–20. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i1.180

Putra, I., & Sari, R. (2021). Analisis faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di pedesaan. Jurnal Sosial dan Kesehatan Masyarakat, 7(4), 115–124.

Pannyiwi, R., Ali, A., & Yulis, D. M. (2025). Hubungan Peran Keluarga Dengan Perilaku Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja di Kabupaten Sidenreng Rappang. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 184–190. https://doi.org/10.59585/jimad.v2i3.855

Rahman, F., & Dewi, L. (2022). Edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan kehamilan remaja. Jurnal Pengabdian Kesehatan (JPKM), 13(2), 55–63.

Rosdiana, R., Hilal, A., Nurhidayati, L. G.,., Rusnita, R., & Anto, S. (2025). Peningkatan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) Melalui Edukasi Kesehatan Pada Masyarakat Di Lingkungan Permukiman Padat Penduduk. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 462–468. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i3.702

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.

Surtikanti, S., Pratiwi, C., Artinanda, A., Karnely, K., Darwis, A., & Lubis, H. (2025). Pendampingan Dan Sosialisasi Model Yang Tepat Pada Ibu Menyusui Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 290–297. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i2.584

Sunanto, S., Pannyiwi, R., & Rahmat, R. A. (2025). The Effect of Night Shift Work on Nurses’ Fatigue and Work Concentration in the Emergency Department. International Journal of Health Sciences, 3(4), 606–613. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i4.867

WHO. (2020). Adolescent Pregnancy: Global Estimates. Geneva: World Health Organization.

Yuliana, D., & Hartono, E. (2023). Strategi pemberdayaan remaja dalam pencegahan pernikahan dini. Jurnal Dedikasi Masyarakat, 11(2), 120–128.

Downloads

Published

2025-10-25

How to Cite

Surtikanti, S., S, A. S., & Rosdiana, R. (2025). Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Obstetri Akibat Pernikahan Dini. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 89–100. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i1.878