Implementasi Fungsi Sebagai Apoteker Dalam Terapi Pengobatan Swamedikasi Diare Pada Anak Di Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i3.688Keywords:
Pharmacist, Self-Medication, Diarrhea, Children, Community Service, South SulawesiAbstract
Diarrhea is one of the main causes of morbidity and mortality in children, especially in areas with limited access to health services. Self-medication is the main alternative for some people, but is often done without adequate understanding. This community service activity aims to improve parents' understanding of self-medication for diarrhea in children and implement the role of pharmacists in providing education and monitoring rational drug use. Activities are carried out in several areas in South Sulawesi through counseling, training, and individual consultations. The results of the activity show an increase in knowledge and more appropriate behavior in the use of antidiarrheal drugs. The implementation of the role of pharmacists has proven effective in encouraging safe and rational self-medication in the community.
Downloads
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2021). Cerdas menggunakan obat: Pedoman penggunaan obat yang baik dan benar. Jakarta: BPOM RI.
BPOM RI. (2023). Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas.
Departemen Farmasi UI. (2020). Swamedikasi yang Aman dan Rasional.
Depkes RI. (2018). Pedoman swamedikasi untuk masyarakat. Jakarta: Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (2021). Laporan tahunan Dinkes Sulsel: Kasus diare pada anak. Makassar: Dinas Kesehatan Sulsel.
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). (2022). Peran Apoteker dalam Swamedikasi.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Profil Kesehatan Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman tatalaksana diare akut pada anak. Jakarta: Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak.
Nugroho, H. S. W., & Rachmawati, T. (2019). Peran apoteker dalam edukasi penggunaan obat bebas. Jurnal Farmasi Komunitas, 8(1), 23–29.
Handayani, T., & Suryani, A. (2021). Edukasi penggunaan oralit dan zinc pada ibu balita. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(2), 67–73.
Perhimpunan Dokter Spesialis Anak Indonesia (IDAI). (2018). Tata laksana diare pada anak. Jakarta: IDAI.
Putri, N. D., & Lestari, Y. (2023). Penerapan komunikasi efektif dalam pelayanan kefarmasian. Jurnal Farmasi dan Pelayanan Kesehatan, 12(1), 50–56.
Pratiwi, D. A., & Handayani, D. (2021). Tingkat pengetahuan ibu tentang pengobatan diare pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 112–120.
Rahmawati, E. (2020). Strategi pemberdayaan keluarga dalam pencegahan diare balita melalui swamedikasi. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 2(1), 22–28.
Setiawan, H., & Aminah, S. (2020). Swamedikasi diare pada anak: Kajian literatur. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 10(1), 35–42.
WHO & UNICEF. (2019). Joint statement: Clinical management of acute diarrhea. Geneva: World Health Organization.
Wahyuni, R. (2022). Analisis swamedikasi masyarakat di daerah pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(3), 208–214.
World Health Organization. (2017). Diarrhoeal disease.
Wulandari, F., & Permatasari, R. (2019). Peran apoteker dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Jurnal Promotif, 9(2), 89–95.
Yuliana, N., & Ramadhani, L. (2022). Penerapan peran apoteker dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 145–152.
WHO. (2021). Diarrhoeal disease fact sheet.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yuri Pratiwi Utami, Rahmah Mustarin, Rezki Ihsan Humang, Imrawati Imrawati, Zahira Amody

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





